Review Film HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 (2014)

"How to Train Your Dragon 2 (2014)" movie review by Glen Tripollo
Persaingan ketat dalam dunia perfilman animasi Hollywood, antara Dreamworks dan Disney's Pixar memang susah banget untuk dibendung. Masing-masing sama produktifnya, dan selalu menghasilkan karya-karya yang luar biasa menghibur penontonnya. Tapi, jujur, menurut gue Dreamworks masih bisa dianggap rajanya, baik dari segi produktifitas, isi cerita yang dibawakan, hingga desain karakter-karakternya. Ada satu yang paling luar biasa, yaitu efek, tingkat ketajaman gambar, dan pastinya penggambaran setting yang benar-benar mengagumkan hingga detail.

Jujur, sampe sekarang gue sendiri belum pernah nonton sampai habis film pertama dari animasi ini, tapi cerita yang disajikan di sequel-nya nggak begitu berhubungan dengan film sebelumnya kok, jadi kalo ada yang memutuskan nonton mulai dari sini saja pun nggak masalah. Cerita tetep bisa dicerna dengan sangat baik, dan efek yang kita terima saat menontonnya pun maksimal. Gue mesti memuji penulis cerita di sequel-nya ini karena hasilnya benar-benar mencengangkan. Gue baru pertama kali nonton animasi sampe sebegitu membelalaknya dan fokus sepanjang cerita berjalan.

Di sequel-nya ini, terdapat time skip selama beberapa tahun, terlihat dari karakter Hiccup dan Astrid yang sudah mulai tumbuh dewasa (katanya 20 tahun umurnya) dan lebih gagah (Hiccup) serta cantik (Astrid) jangan sampai kebalik. Yep, perubahan yang luar biasa, mengingat Hiccup dulunya cemen abis, sekarang bersama dengan naga kesayangannya (Toothless) yang menurut gue sangat kekucing-kucingan, menjadi seorang penunggang naga yang disegani para penduduk di Berk. Jiwa petualangnya mulai makin tergali dan pastinya Astrid, cewek yang tadinya tampak kusut mendadak jadi cantik banget. Well, lovey-dovey mereka berdua emang nggak banyak disorot, tapi sekalinya ada, rasanya manis banget. Gue langsung miris sendiri mengingat kejombloan gue.


"How to Train Your Dragon 2 (2014)" menceritakan tentang Hiccup dan Toothless yang pergi bertualang dari satu daratan ke daratan lain, mencatat setiap keadaan dan membuat peta. Keadaan awalnya damai-damai saja, hingga Hiccup dan Astrid tanpa sengaja bertandang ke daerah yang telah hancur karena serangan Drago Bludvish dan naga es raksasanya. Ini mempertemukan mereka dengan Eret, seorang pemburu naga yang bekerja karena ancaman Drago Bludvish. Tentu saja awalnya Hiccup dan Toothless menjadi targetnya.

Namun, seiring kisah berjalan, kita akan dibawa ke dalam konflik yang lebih luas lagi. Bukan sekedar memburu naga saja, tapi juga kejadian yang membawa jagoan kita ini ke medan perang demi mempertahankan Berk dan melindungi para naga. Ada beberapa rahasia yang terjawab di sini, dan psst, Toothless yang lucu itu akhirnya mendapatkan kemampuan baru yang luar biasa. Lihat aja kalo nggak percaya! :D

Adegan perang mungkin menjadi kekuatan dalam cerita ini. Gue baru pertama kali ini juga ngeliat film animasi full CG yang penggambaran perangnya bener-bener epik dan sekolosal film ini. Dulu gue nganggep "The Legend of Guardians" udah kolosal dalam adegan perang, ternyata yang ini udah kayak nonton perangnya "Narnia" dalam ukuran yang lebih besar lagi. Bener-bener mencengangkan.


Unsur di film ini lengkap banget, ketika lagi seru, seru banget sampe nahan napas, pas lagi sedih, bener-bener mengharukan, dan saatnya lagi komedi, hasilnya pun luar biasa bikin ngakak. Tapi unsur komedi di sini memang nggak sebanyak animasi lainnya sih. Semuanya disajikan secara pas dan ringan, anak-anak pasti ngerti. Drama, well, soal drama di sini bener-bener disajikan nggak nanggung-nanggung. Ada beberapa shocking moments yang bener-bener menguji persahabatan Hiccup dan naganya, serta sebuah perjalanan pengembangan diri hingga Hiccup siap menjadi seorang kepala suku yang baru dengan segala keterbatasannya.

Hal yang paling menarik dari film animasi adalah, plothole yang tidak benar-benar plothole karena bisa ditutupi dengan simpel dan tak perlu terlalu logis memikirkannya. Intinya, nggak usah banyak mikir untuk menikmati film animasi, semuanya akan mengalir merangsang urat ketawa penonton.


Grafiknya halus, detail, dan banyak banget desain naga baru yang unik-unik di sini. Walaupun naga es raksasa itu punya muka yang nggak jauh beda sama monster di "Wrath of the Titans", mungkin memang sengaja dibuat begitu, biar ada unsur parodinya. Terus juga mengingat Toothless yang mirip kucing, Cloudjumper yang mirip burung hantu, dan sebagainya.

Film yang sangat gue rekomendasikan untuk ditonton bersama keluarga. Sangat menghibur, sangat bernilai moral positif, dan sarat akan makna persahabatan sejati. Durasi film sangat pas, pembangunan karakter bagus, penyelesaian cerita pun bener-bener heartwarming, backsound yang dipakai pun menambah feel dalam penggambaran adegan dan suasana. Gue berharap bakal ada yang selanjutnya setelah ini. "How to Train Your Dragon" mungkin akan menjadi salah satu animasi yang melegenda nantinya.

My favorite scene:
Too many to show to y'all~!

Score: 9,5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

6 komentar:

  1. Wah gua belum sempet nih nonton film ini, karna saingan nya banyak banget, mulai dari Maleficent, Transfomers 4 dll. Ngeliat Trailer nya aja udah keren banget, jadi kepengen nonton. Semoga aja ini film di bulan puasa masih ada ya, Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton ini aja dulu Bro. Transformers durasinya panjang, cocok buat ngabuburit. LOL. :D

      Hapus
    2. Ngohaha, justru itu kan masih ada yg lain, ga enak rasanya nonton film sekeren Transformers ga nonton pas premiere nya :v

      Hapus
    3. LOL. Gaya hidup ya Bro... :D
      Kalo nggak nonton duluan kurang greget... >_<)//

      Hapus
  2. Gue udah nonton nih film. Keren banget. Gue suka jalan ceritanya. Unpredictable. Toothless-nya emang agak mirip sama kucing. Tapi menurut gue malah bagus karena toothless-nya ngegemesin wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, bener-bener unpredictable. Kasian banget waktu liat Toothless diusir sama Hiccup.

      Hapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team