Review Film MR. PEABODY & SHERMAN (2014)

"Mr. Peabody & Sherman (2014)" movie review by Glen Tripollo
Manusia mengadopsi anak anjing untuk kemudian dipelihara adalah hal yang wajar, tapi bagaimana dengan seekor anjing yang mengadopsi anak manusia? Haha, ide sederhana dengan memutarbalikkan logika umum inilah yang menciptakan lahirnya dua karakter yang cukup fenomenal di TV Series US sana, "Mr. Peabody & Sherman" namanya.

Sang ayah adalah seekor anjing yang dulunya memiliki masa kecil yang kelam, nggak ada satu pun manusia yang mau mengadopsi dan memeliharanya. Nah, daripada tenggelam dalam kegalauan, anjing itu pun menghabiskan waktu dan perhatiannya pada ilmu pengetahuan. Belajar bahasa manusia, sekolah sampai meraih gelar S3 (oke, gue merasa ditindas anjing), kemudian tiba-tiba saja anjing ini menciptakan banyak sekali penemuan dalam bidang teknologi, patennya tersebar, dan parahnya lagi sampai hal-hal di luar bidangnya pun dia bisa lakukan, kayak misalnya jadi bartender, koki, dan sebagainya.

Suatu ketika, Mr. Peabody (begitu nama anjing tersebut) menemukan anak bayi dalam kardus. Teringat akan masa lalunya, akhirnya Mr. Peabody membawa anak itu ke pengadilan demi mendapatkan hak asuh. Yap, demikianlah waktu berlalu, hingga anak itu (yang diberi nama Sherman) tumbuh besar dan mulai bersekolah, tentu saja di sekolah manusia.

Hubungan ayah-anak yang bener-bener absurd ini pun makin lama makin luar biasa. Apalagi ternyata Mr. Peabody bisa menciptakan mesin waktu dan memakainya buat bertualang bareng sang anak, mulai dari Perancis abad pertengahan, ketemuan sama Da Vinci, ke Mesir jaman Pharaoh, dan sebagainya. Nah, suatu ketika Sherman dapet masalah di sekolahnya karena ngegigit anak cewek temen sekelasnya yang ngejek Sherman kalo bokapnya anjing. Diadakanlah pertemuan keluarga di rumah Mr. Peabody dengan orangtua cewek tersebut. Hingga akhirnya, Sherman yang udah baikan sama si cewek secara nakal mengakses mesin waktu. Ngebikin Mr. Peabody dan Sherman kelimpungan dan berusaha menyelamatkan si cewek. Bagaimana petualangan seru ini berlanjut, sebaiknya kalian tonton sendiri.


Gue baru liat suatu animasi dengan inti kisah sederhana dan sangat total dalam menampilkan keabsurdannya, menjadikan cerita terasa unique and fresh. Film ini juga sempet digembor-gemborkan bakal menyaingi kesuksesan "The Lego Movie (2014)", walau pada kenyataannya sih film ini belum berhasil sampai ke arah sana. Tapi, suer terkewer-kewer kalo film ini rame banget. Kamu harus nonton ini.

"Mr. Peabody & Sherman" ini awalnya adalah film 2 dimensi yang biasa ditayangkan di jam acara anak-anak. Yah, setara lah kayak "Tom & Jerry", "Droopy", dan lain-lainnya. Terus diangkat ke layar lebar dengan menggunakan versi 3D. Hasilnya? Menurut gue bakal jauh lebih memorable versi 3D-nya. Tapi, Guys, karena pihak produser pengen sekalian memperkenalkan dua tokoh ini ke dunia, maka beberapa komedi yang dipakai di versi movie-nya ini merupakan pencampuran dan penggabungan beberapa komedi klasik khas mereka yang pernah ditampilkan di film animasi 2D-nya.

Masalah pesan moral, nggak usah diragukan lagi. Setiap film animasi keluaran DreamWorks atau Pixar yang menggunakan rating semua umur, pasti menyimpan banyak sekali pesan moral di balik ceritanya. Selain itu juga, gue nonton ini pas jam sepuluh malem, di saat gue udah mulai ngantuk banget, tapi, kegokilan yang mengejutkan di tiap-tiap adegannya bikin gue jadi melek lagi. Awesome!

Film yang sangat cocok ditonton sama keluarga. Dengan catatan, orangtuanya kagak kolot dan tertutup sama film anak-anak begini. #curhat Di sini juga terdapat unsur drama yang menyentuh, hubungan ayah-anak. Gue berharap banget film ini bakal dibikin sequel-nya. :)

My favorite scene:
Ketika Mr. Peabody ngeluarin semangka raksasa, kemudian pake pisau bergaya tebas sana-sini, mendadak semangkanya terbuka dengan bentuk yang detail kampret. Lebay sumpah. Tapi, justru itulah kocaknya.

Score: 8,2/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team