Review Film NON-STOP (2014)

"Non-Stop (2014)" movie review by Glen Tripollo
Nama Liam Neeson mungkin sudah membahana sejak dirinya jadi pengisi suara karakter legendaris dalam film fantasy "Narnia", yap, Aslan! Tapi, di luar dari film tersebut, Liam Neeson lebih banyak berperan menjadi seorang ex-secret agent yang warm sama keluarganya, ramah sama tetangganya, tapi kejam dan to the point kalo lagi ngejalanin misi. Liat aja perannya dalam film "Taken (2008)" dan "Taken 2 (2012)" kalo nggak percaya. Genre film yang dimainkan Liam Neeson bahkan sampai mendapat kategori khusus, yaitu Neeson's Thriller karena thriller-nya lebih terkesan unik di mata para penonton dibandingkan dengan film-film thriller lainnya.

Nah, di film terbarunya ini, Liam Neeson berperan sebagai seorang Air Marshal bernama Bill Marks (semacam polisi yang tugasnya khusus mengawasi, menjaga keamanan, dan mencegah tindak terorisme di dalam pesawat terbang umum, termasuk di dalamnya menyelamatkan penumpang dari kemungkinan pembajakan pesawat). Bill ini digambarkan sebagai orang yang lagi galau setelah kematian anaknya, dan sering menghabiskan waktu-waktunya sebelum mulai bertugas dengan minum minuman keras. Catatan buruk dalam kehidupannya ini tanpa disangka-sangka telah diawasi oleh beberapa orang jahat yang berniat membajak pesawat dan mengancam para penumpang dengan bom.

Setting film dari sejak menit ke-5 hingga menjelang ending dilakukan di pesawat terbang penumpang yang bertolak dari New York ke London. Yap, jadi bisa dibilang film ini memakai budget yang terbilang sedikit. Hasilnya? Nah, ini mau gue bahas.

Awalnya, gue sempet ngira film ini bakalan sama aja kayak film-film Liam Neeson yang lainnya, tapi ternyata gue salah besar. Gue salah besar sodara-sodara! Film ini, intense, menegangkan, dan bikin pusing agak pusing sama ceritanya (di awal).


Bill Marks yang lagi santai di dalam pesawat (sebelahnya ada cewek cakep bernama Jen Summers yang diperankan Julianne Moore, lagi bobo) tiba-tiba nerima SMS dari seseorang nggak dikenal. Karena penasaran, Bill ngebales SMS tersebut hingga akhirnya dia tahu pengirimnya adalah seorang teroris yang mengancam akan mulai ngebunuhin satu persatu penumpang di dalam pesawat setiap 20 menit kalau pihak bandara nggak transfer US $150 juta ke rekening yang anehnya dibuat atas nama Bill Marks sendiri.

Di sini kejadian mulai menegangkan (walaupun nggak ada hantunya atau adegan bag big bug langsung di awal cerita). Bill Marks tahu betul teroris itu lagi sembunyi di antara penumpang, maka dia pun secara diam-diam ngasih tahu pramugari dan pilot pesawat untuk waspada. Tapi, Guys! Di awal cerita kita disuguhin sama adegan Bill Marks yang kesannya kecanduan minuman keras, bikin kepala kita jadi mikir (awalnya), mungkinkah Bill Marks sebenarnya sedang mabuk dan berhalusinasi sendiri soal adanya teroris. Atau ada juga kemungkinan bahwa sebetulnya si teroris adalah dirinya sendiri. Pokoknya cara penyampaian tiap adegannya mantap banget.

Contohnya, ketika Bill Marks diancam bakalan ada satu orang mati dalam 20 menit, dia berusaha keras mengamati gerak-gerik tiap penumpang, hingga tepat di menit ke-20 (secara kebetulan) dia bermasalah sama salah satu penumpang, berantem di WC, hingga berakhir dengan kematian orang tersebut. Secara nggak langsung, si teroris bener. Ada satu orang yang mati, hanya saja yang ngebunuh bukan si teroris melainkan Bill Marks sendiri. Ngejelimet dan puter otak. Berasa kayak nonton Detektif Conan. Sementara semakin ke belakang, semakin menegangkan, apalagi ketika Bill Marks menyadari bahwa korbannya yang pertama ternyata semacam kurir yang dijebak untuk memasukkan bom waktu ke pesawat.

Keadaan pun udah gak bisa diajak kompromi. Di saat Bill Marks nggak dipercaya sama pihak bandara perihal pembajakan (pihak bandara menganggap Bill ini bermasalah), dia juga harus berlomba dengan waktu mengungkap pelakunya. Satu clue buat yang belum nonton, pada akhirnya bom tersebut meledak saat pesawat masih mengudara. Tapi, bagaimana kelanjutannya gue rasa bakal lebih seru kalo ditonton langsung.

Mengingat film ini hanya disorot pada satu setting saja, bisa membuat penonton merasakan ketegangan itu udah keren banget. Nggak ada rasa bosan nonton ini, yang ada pertanyaan dan pertanyaan tentang siapa sebenarnya pelaku yang mengirim SMS teror tersebut. Ini ngingetin gue sama film-film serupa dengan setting yang lebih ekstrim lagi kayak "Phone Booth (2002)", "127 Hours (2010)", "Buried (2010)", dan lain-lain.

Karakterisasi setiap tokohnya bagus. Gue bisa banget ngerasain tekanan yang dirasakan Bill Marks di balik wajahnya yang serius. Gue bisa banget ketipu tampang-tampang innocent yang ternyata bisa jadi dialah pelakunya. Memang ada plothole, misalnya bagaimana si pelaku bisa ngirim SMS ke Bill Marks tanpa terdeteksi pergerakannya, but, it's okay! Really!

Film yang cocok ditonton sama semua kalangan dengan bimbingan orangtua tentunya. Adegan aksi memang nggak begitu banyak, tapi cara Bill Marks deal with the terrorist ini patut diacungin jempol. Bukan termasuk film yang luar biasa sampe muntah pelangi sih, namun sangat unik kemasannya dan nggak rugi untuk dinikmati. Cobain deh! :)

My favorite quote:
Adegan ketika Bill Marks memberitahukan David (pihak bandara) untuk memeriksa rekening penerima uang yang dikasih sama teroris.
David McMillan: "Agent Marks, the account number you gave us is in your name."
Bill Marks: "What? That doesn't make any sense."
Dan di sinilah penonton akan bertanya-tanya, BAGAIMANA BISA?! O_O

Score: 7,8/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Ditonton, Bro biar gak penasaran lagi. :)

      Hapus
  2. Udah lihat dan emang keren.... Kalau menurutku yang ngirim SMS itu adalah penumpang yang sempat mengutak - atik HP dari Bill Marks untuk mengetahui posisi dari teroris tersebut, dan ternyata itu adalah jebakan yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang dia kok. Kan menjelang ending dia ngasih tahu. :D

      Hapus
  3. Duh jangan dibahas semuanya dong, langsung ke ganool ah buat download dan mecahin misterinya *halah

    BalasHapus
  4. muntah pelangi tuh gimana modelnya? hahaha.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha... ekspresi lebay aja itu. Muntah saking terpukaunya... :))

      Hapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team