Review Film THE SHRINE (2010)

"The Shrine (2010)" movie review by Glen Tripollo
Kalo soal kejadian horor, kadangkala penyebabnya nggak jauh-jauh dari ulah nakal remaja yang serba ingin tahu, sampe akhirnya terjebak dalam kejadian mengerikan yang mempertaruhkan hidup dan mati mereka sendiri. "The Shrine" bukan soal remaja yang nakal sih, er, maksud gue nakal dan rasa penuh ingin tahunya iya, tapi cuma satu di antara yang lainnya, dan dia pun bukan remaja, tapi tante muda. Bentar, ini gue ngomongin apaan sih?

Oke, serius! Pertama-tama gue nggak inget apakah film ini sempet tayang di bioskop Indonesia atau nggak. Kebetulan gue juga jarang update film horor di bioskop (kecuali "The Conjuring (2013)". Tapi, ada yang unik dari film horor yang satu ini. Uniknya apa? Sayangnya kalo gue kasih tahu di mana uniknya, pastilah jadi spoiler dan kalian nggak bakalan penasaran lagi. Jadi, gue kasih inti cerita secara garis besarnya aja.

Guys, "The Shrine" ini menceritakan tentang seorang tante muda wartawati yang terobsesi nulis artikel berita kontroversial. Nah, sampe suatu hari dia nemu artikel koran soal orang hilang di negara Polandia yang dinilai nggak wajar. So, tanpa izin dari atasan, dengan modal muka melas, idung kembang-kempis, mulut megap-megap memohon sama pacarnya yang kebetulan seorang fotografer, ditambah ngiming-ngimingin juniornya yang masih magang, berangkat deh mereka bertiga ke Polandia.Well, dari sini kita jadi tahu kalo sifat si wartawati ini penuh rasa ingin tahu, keras kepala, dan ngegemesin, bikin si pacar pusing.

Dengan modal buku harian peninggalan orang hilang itu, yang ngegambarin keadaan sebuah desa, mereka pun akhirnya sampai di desa terpencil dengan penduduk yang sangat tertutup dan bersikap dingin. Sejak awal kedatangan, mereka langsung diserang sama pandangan-pandangan tajam (mirip pandangan ibu-ibu muda waktu ngeliat papan diskon jelang lebaran). Beberapa kali mereka juga malah disuruh pergi dari sana. Mereka jalan terus sampai mendekati hutan dan ngeliat sebuah gereja aneh (aneh karena lambang salibnya beda), bikin mereka ragu agama apa yang sebenernya dianut sama penduduk desa, terlebih pemuka agamanya pakai baju agak nyentrik kayak di sekte-sekte sesat.


Perhatian mereka pun teralihkan lagi sama fenomena munculnya kabut yang cuma ada di tengah hutan, ngga bergerak, nggak menyebar sampe ke desa, diem di sana dan abadi. Mereka sempet ditahan sama penduduk desa biar nggak pergi ke tempat berkabut itu. Mereka nurut, tapi sebagaimana klisenya film horor, di tengah jalan pergi, mereka memutuskan untuk balik lagi, tapi dengan jalur yang beda biar nggak ketahuan penduduk desa. Guys, ini ulah si wartawati yang sok tahu. Gue nonton di bagian ini agak-agak kesel gimana gitu, pengen nyakar. :3 

Mereka pun sampai tanpa masalah ke area berkabut itu. Wartawati dan junior-nya masuk ke dalam kabut, sedangkan si fotografer memutuskan nunggu mereka sambil harap-harap cemas. Kejadian mencekam pun mulai terasa sejak adegan ini. Ketika akhirnya mereka berhasil keluar dari kabut, mereka dikejar-kejar sama penduduk desa yang seolah menggila. Oke, gue nggak bakal terusin ceritanya. Pokoknya intense dan ketegangan bakal mulai mewarnai film ini hingga menjelang ending. Gue cuma bisa bilang kalo ritualnya serem banget, kayak pemujaan setan. But, hey, bersiaplah untuk sebuah twist yang lumayan bikin tercengang (walau di satu sisi gue ngerasa kayak rada dipaksain sih) tapi lumayan.

Masalah sinematografi sebenarnya kualitas gambar setara sama "Oculus (2014)" kecuali pencahayaannya yang lebih soft dan agak-agak noir. Lumayan ngebangkitin feel horor ketika mencapai puncak cerita. Secara keseluruhan, ceritanya memang berpotensi, ngerubah keklisean menjadi sesuatu yang menarik buat disimak. Mungkin kekurangannya cuma ada di beberapa adegan yang mana si pemain kurang bisa memaksimalkan akting mereka.

Bagaimana dengan darah? Hantu? Yep, di film ini lumayan banyak darah berceceran, tapi gue rasa seandainya pihak produksi menekan biaya (mengurangi adegan gore) dan mengalihfungsikan dana buat memaksimalkan kostum sama dekorasi, film ini bakal jadi a lot better! Sedangkan masalah hantu, kamu nggak bakal nemu hantu kecuali adegan kerasukan sampai menggila, bertingkah kayak binatang, which is agak-agak disturbing. Kalo nggak kuat liat yang mukanya jelek, jangan nonton ini ya (tapi wartawatinya lumayan cantik kok, Broh!) :)

Oh ya, andalan film horor kan biasanya adegan-adegan ngagetin bikin jantung lompat. Di film ini, bisa dibilang berhasil ngebangkitin horor tanpa perlu adegan-adegan ngagetin. Semuanya ngalir lancar. Terus kerennya lagi, penduduk desa bicara Polish, nggak ada translate-nya, tapi memang nggak butuh translate. Penonton yang nggak ngerti omongan mereka sukses nambahin tekanan dan rasa penasaran. Ini film berpotensi luar biasa pokoknya. Sayang aja budget penggarapannya dikit. Seandainya mereka nemu produser gila yang berani ambil resiko gede.

Film ini termasuk horor terbaik di tahunnya. Gue saranin sih nonton beginian nggak usah bawa-bawa anak kecil karena mereka bisa jadi bakalan histeris sama adegan sadis ritual anehnya. Pokoknya poster film ini berhubungan sama ritual aneh tersebut. Kalo penasaran tinggal cari DVD-nya dan tonton sendiri. Gue jamin penggemar horor sejati bakal ngasih penilaian yang bagus buat film yang satu ini. "The Shrine" bisa jadi temen minum kopi yang bagus, tapi jangan sambil makan ya. :)

My favorite scene:
Satu adegan yang bikin gue mencelos adalah pas adegan di dalam kabut. Banyak hal nggak terduga di sini. Apa yang kita sangka terjadi ternyata nggak kejadian, bikin makin deg-degan aja.

NB: Ada tokoh penduduk desa yang badannya gede, keker, bawa-bawa piso babi. Kesannya badass banget. Tapi siapa sangka ternyata dialah penulis cerita di film ini. :))

Score: 7,5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

4 komentar:

  1. wah filmnya lumayan jadul ya, tapi saya belum nonton juga sih. Eh, tunggu, di sini jumpscarenya dikit? wah hebat dong berarti, biasanya jumpscare yang selalu menuhin film horror, mungkin saya bakal nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, ii wajib tonton. Nggak bakalan rugi. :)

      Hapus
  2. Gue ini pecinta film horror #inipenting dan gue udah lama gak nonton film, apalagi film horror karena kemaren-kemaren sibuk prepare buat sidang kuliah. Untung banget gue mampir ke blog ini dan kebetulan lagi bahas film horror, jadi pengin nonton karena penasaran banget :))

    Salam,
    ThrwBlog - Blognya Si @indrathrw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ayo, Bro ditonton. Nggak bakal ngecewain deh film ini. :)

      Hapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team