[West-Movie Review] Hit & Run (2012)

"Hit & Run (2012)" movie review by Nazmysti Nm
Well, ini memang film yang harusnya dirilis dua tahun yang lalu, yang terasa kurang segar kalau dinikmati sekarang. Tapi ini ada di bioskop pada hari dimana kami berniat untuk menonton. Kami pun memilihnya hanya karena kelewatan jadwal "Deliver Us From Evil" dan tak ada film lain. Ditambah, kami menontonnya tanpa persiapan apa-apa, tidak cek review, tidak lihat rating, bahkan mengabaikan parental guide-nya. Jadi begitu memasuki teater lalu tiba-tiba melihat adegan yang cukup mengganggu mata, rasanya seperti: 'Duh, salah pilih film.' Namun, bagaimanapun juga, kami memutuskan untuk melanjutkan menontonnya sampai habis. 

Dan rupanya itu keputusan tepat. 

Film ini ternyata mengeluarkan pesonanya bukan di awal-awal. Pembawaan komedi, yang diusung menjadi genre utamanya, terasa menyegarkan kembali persepsi kami yang melempem di awal film ini bergulir tadi. Dan cerita yang dibawakan dikemas dengan menarik, meskipun bukan mengangkat suatu yang baru. Cerita seseorang yang memulai hidup baru tanpa sama sekali membuka masa lalunya itu sudah sering diangkat, bukan? Akan tetapi, film ini memiliki kelebihan tersendiri meski temanya sudah biasa, yakni pengolahan dan pengemasan tema tersebut dengan gaya yang hangat dan menyenangkan.

Bercerita tentang seorang pengemudi, yang dulu pernah menjadi kaki-tangan sekelompok perampok bank, Yul Perkins, memulai hidup barunya di sebuah kota kecil dan mengganti namanya menjadi Charles Bronson. Ia pun mulai menjalin hubungan cinta dengan Annie Bean, seorang pengajar, dan mulai hidup bersama. Yul berpikir dia tidak perlu mengungkap masa lalunya pada Annie dan hidup tenteram selamanya di kota tersebut, hingga Annie mendapatkan pekerjaan yang ia impikan di LA. Karena hal itu pun, Yul mengalami dilema; 1) mengikuti sang kekasih, kembali ke LA--ke kota dimana masa lalunya terjadi; atau 2) membiarkan sang kekasih dipecat karena telah menolak tawaran ini. Tak butuh lama, Yul pun segera memutuskan untuk memilih pilihan yang pertama. Dan di titik inilah perjalanan penuh kekonyolan dimulai. Di titik ini pula, hal-hal seru dan gila mulai bermunculan.

Secara keseluruhan, film ini memiliki daya tarik paling utama pada dialog-dialog yang disampaikan. Banyak sekali dialog-dialog yang secara tidak beraturannya bermunculan namun mengundang tawa. Chemistry kental Dax Shepard dan Kristen Bell, yang belakangan baru kami ketahui rupanya pasangan di kehidupan nyata, pun membantu menciptakan mood dan suasana ringan ala komedi serta penyampaian humor yang dinamis di film ini. Adegan-adegan yang ditampilkan juga, secara ajaib, membuat kami kelelahan karena tertawa. Meskipun bertempo cepat, dan tiga genrenya bercampur aduk dalam tiap adegannya, namun kami sangat menikmatinya. So much fun!

Peran-peran lain juga tak kalah menakjubkan. Bradley Cooper yang memerankan penjahat harus kehilangan karisma penjahatnya karena pengakuan atas apa yang terjadi pada masa penahanannya, yang mana disikapi oleh yang lain dengan cara yang sangat komikal. Serta peran Tom Arnold yang bertugas melindungi Dax Shepard sebagai saksi pun tak kalah kocak, selalu mendapatkan kesialan dan serangan panik yang kemudian membawanya menjadi pahlawan. Karakterisasi kuat yang dimiliki tiap tokoh, bahkan peran kecil pun, memengaruhi sebagian besar kejenakaan yang disajikan di film ini.

Hebatnya lagi, meski komedinya begitu intens, ada beberapa kata-kata mutiara yang menggugah, disampaikan secara manis di film ini.

Di sisi lain, kekurangan film ini adalah terlalu banyaknya membahas hal yang berbau seksualitas, yang mana sebenarnya kurang penting dan kurang berkaitan dengan inti cerita. Meskipun maksudnya adalah untuk bergurau, dimana itu merupakan hal penting di dalam film komedi, kami rasa tanpa terlalu banyak membahas hal yang tak ada kaitannya dengan cerita, plus menggelikan dalam artian negatif, bisa mengurangi daya tarik suatu film.

Oh, dan setelah akhirnya mengecek di IMDB, kami mengetahui bahwa film ini berkategorikan R, atau terbatas untuk penonton dewasa. Jadi lebih baik jika yang berumur 20 tahun ke ataslah yang menonton ini.

Adegan Favorit : Adegan dimana Charlie masih membahas pria asal mana yang membuat kenangan buruk terhadap Alex di penjara dan Annie, yang tadi melarangnya terus membahas, ikut membahas juga.

Kutipan Favorit : 
Annie Bean: [about his car] It sounds like it's gonna break.
Yul Perrkins a.k.a. Charles Bronson: No, it does not sound like it's gonna break. It sounds like is has 700 horsepower. All right? You're being a girl. Believe me, all dudes love how this car sounds.
Annie Bean: Whoa! Whoa! Whoa! I'm in a 700 horsepower dude lure?
Yul Perrkins a.k.a. Charles Bronson: That's right.
Annie Bean: Apologies. I had no idea.

Rating : 7/10

Share on Google Plus

Review by Mysti Adelliza

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team