[West-Movie Review] Neighbors (2014)

"Neighbors (2014)" movie review by Wildan Hariz
Hubungan antar tetangga memang tidak asing untuk dieksploitasi dalam cerita dengan genre komedi. Sebut saja sitkom TV "Tetangga Masa Gitu" yang tayang di Indonesia sebagai contoh. Walaupun cukup klasik mengambil tema hubungan tetangga yang tidak sehat, film Neighbors yang dirilis secara internasional sebagai "Bad Neighbors" ini ternyata dapat menghadirkan konflik konyol yang erat kaitannya dengan pencitraan, privasi dan bahkan dendam dalam bertetangga dengan kemasan yang cukup segar.

Content warning: Sebelumnya gue peringatkan dulu di awal kalo film ini ditujukan untuk penonton dewasa. Nudity dan swear words menjadi bagian yang mendukung komedinya. Jadi, kalau pembaca yang budiman masih belum cukup umur, jangan tonton film ini tanpa bimbingan orangtua, ya! >:3

Untuk yang sudah dewasa juga mungkin sebaiknya skip-skip saat ada adegan yang kurang berkenan. Cukup vulgar, tapi jangan khawatir. Intensitasnya nggak banyak ini, kok. Untung aja pas Ramadhan gini gue nontonnya nggak siang-siang. *benerin kerah*

Kisah dimulai saat sepasang suami-istri berjiwa muda yang baru mempunyai anak, Mac dan Kelly (Seth Rogen dan Rose Byrne), tinggal di lingkungan baru sebagai orangtua. Beberapa menit pertama pun cukup konyol karena dibuka dengan kelakuan tidak biasa dari pasangan suami-istri ini dilihat oleh anaknya yang notabene masih bayi.

Kemudian, mereka melihat bahwa ada beberapa anak muda yang baru pindah dan menjadi tetangga mereka. Awalnya, walaupun mereka kahawatir anak-anak muda itu akan berisik nantinya, pasangan ini berusaha menghadirkan impresi awal yang baik pada mereka, bahkan dengan mulai ikut berpesta dengan mereka. Namun, seiring berjalannya cerita, para anak muda yang menamakan diri mereka Delta Psi itu seing sekali berpesta dengan bunyi yang terlalu berisik.

Mac dan Kellyi akhirnya tidak tahan dengan ini dan memanggil pihak kepolisian. Akan tetapi, laporan suami-istri itu dianggap main-main karena mereka pernah ikut berpesta dengan Delta Psi. Akhirnya, Delta Psi pun membenci Mac dan Kelly. Mereka mulai melakukan teror. Tidak jarang privasi Mac dan Kelly terganggu karena ulah anak-anak Delta Psi ini.

Memang, hal ini acapkali digambarkan dengan konyol. Tapi lama-kelamaan timbul juga rasa risih dari kedua suami-istri itu. Karena pihak-pihak yang berwenang tidak dapat menyelesaikan masalah ini, maka dijalankanlah rencana balas dendam pada para anak muda itu dengan mengadu domba sang pemimpin, Teddy (Zac Efron) dan sahabatnya, Pete (Dave Franco). Berbagai perseteruan pun berlanjut setelah itu, dan lagi-lagi ini digambarkan dengan konyol dan cukup menghibur.

Gue nggak akan komentar banyak tentang aspek sinematografi untuk film ini. Kebanyakan gambar yang ditampilkan adalah close-up pada si suami-istri. Mungkin untuk lebih menekankan dialog antar keduanya. Kecemasan dan berbagai macam ekspresi lainnya di dalam kubu internal Mac dan Kelly bisa kelihatan jelas dengan ini.

Terlepas dari berapa take yang mereka ambil untuk adengan-adengan kedua suami-istri itu, salut patut diberikan untuk akting Rose sebagai istri (CMIIW, dia mungkin wanita yang sama kayak yang main di "Insidious". Mirip, sih. Gue males kalo harus mengkonfirmasi hal ini. :p) yang tidak terkesan kaku walaupun dia kebanyakan berinteraksi dengan laki-laki selama film. Belum lagi dia harus ngeluarin macam-macam kata-kata kasar. Salut juga berlaku untuk Seth sebagai suami. Dia adalah mood maker selama film dengan komentar-komentarnya yang jenaka. Kekonyolan orang ini nggak diragukan lagi.

Zac Efron juga sangat karismatik sebagai pemimpin Delta Psi. Dia digambarkan sangat berani dan menyukai hal-hal gila, seperti Mac. Jadi berkesan sayang sekali mengingat mereka harus berseteru, padahal mereka begitu mirip. Oleh karena hal-hal di atas, bisa gue simpulkan kalo pemilihan cast dan penyutradaraan yang dilakukan Nicholas Stoller patut diacungi jempol.

Dari segi alur, yang menurut gue kurang masuk akal adalah ketidakberdayaan pihak berwenang di awal cerita. Yah, gue nggak terlalu tau hukum tentang kemasyarakatan atau kenakalan remaja di Amerika. Tapi menurut gue tetep aneh kalo protes yang dilakukan Mac dan Kelly dianggap nggak serius, meskipun ini ngedukung reaksi mereka yang uring-uringan untuk efek lebih komikal.

Dibalik itu, gue pikir Andrew J. Cohen dan Brendan O'Brien sebagai penulis sudah sukses membawakan sentuhan baru pada tema dasar yang klasik untuk film ini. Terbukti dengan budget $18.000.000, Neighbors dapat meraup untung surplus $242.495.000. Ajegile.

Gue nggak punya kutipan favorit di film ini. Tapi Neighbors ini lumayan juga untuk ditonton. Walaupun gue sempet liat sebuah review yang menyatakan film ini luar biasa, tapi gue pribadi nggak bisa bilang ini seluarbiasa itu, sih. Mungkin pembaca punya pendapat lain? Kalau penasaran, coba aja tonton filmnya sendiri, deh. =]

My favorite scene: Pertarungan Pesta terakhir yang keadaannya bisa dibilang cukup sinting.

Rating: 7,8/10

Share on Google Plus

Review by Wildan Hariz

2 komentar:

  1. Rose Byrne emang yang jadi istrinya si Patrick Wilson di Insidious mas :p

    BalasHapus
  2. Naaah, kan. Udah dikonfirmasi sekarang. Thanks Bro Kinudang. XD

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team