[West-Movie Review] Noah (2014)

"Noah (2014)" movie review by Kinudang Bagaskoro
Jangan tanya, gimana caranya saya bisa nonton film yang gak lulus sensor ini. Awalnya saya bingung kenapa film kaya gini gak lulus sensor, setelah nonton filmnya saya tau kenapa bisa gak lulus sensor.

Mau tau?
Yakin?
Ah Masa?

*kemudian ditimpuk pembaca*

Ya udah deh, yuk ah, capcus!

Sekedar pemberitahuan kalau film Noah (2014) ini beda dengan film biopiknya Nazriel Ilham alias Ariel Ex Peterpan sekaligus Ex Luna Maya. Oke lupakan soal mereka dan video-videonya, sekarang kita lagi membahas film biopik Noah dengan trailernya yang 'wah' dan sangat kontroversial, ditambah aktor-aktrisnya yang sangat berkelas, bintang 5 dan melegenda.

Sebelumnya, saya gak akan membandingkan versi Alkitab dan Al-Qur'an, apalagi sampai membahas penelitian Pak Darren itu dari agama apa saja. Saya hanya ingin netral dan tidak menimbulkan SARA--bukan berarti saya atheis loh ya.

Udahan yuk!

Ada kisah sebelum saya nonton film ini, saya tanya sama teman : apakah aman ditonton pas bulan ramadhan, jawabnya aman. Dan bodohnya saya langsung yakin gitu aja. Ternyata, film ini enggak aman. Tapi karena nanggung, saya hanya menghindari dengan menunduk dan melanjutkan filmnya.

Kelebihan film ini terletak pada : 

Satu, efek nya sangat mulus, dipenuhi oleh timelapse, menjadi daya tarik tersendiri bagi film ini. Bagi kamu penyuka fotografi, cocok untuk nonton film ini, karena sinematografinya itu sangat-sangat tidak biasa. Dua, chemistry antar para tokohnya juga dibangun sangat apik, apalagi Russel Crowe dan Emma Watson. Ketiga, Epic battle film ini gak kalah sama film action lain, padahal film ini tergolong pada genre Sci-Fi dan drama. Dimana kadar aksi film drama itu gak mungkin satu tingkat dibawah The Raid (2010). Ini benar-benar biasa di luar!

Kekurangannya adalah, film drama biopik ini semakin ke sana semakin serem, mungkin karena faktor sutradara, Darren Aronofsky terkenal lewat film drama-thrillernya, yakni Black Swan (2010). Noah digambarkan sangat protektif dan terobsebsi dengan perintah Tuhan, ini mengakibatkan dia salah mengartikan perintah dari Tuhan dan dia tidak menyelamatkan satu pun manusia bahkan berniat bahwa anaknya harus mati di Taman Firdaus yang baru. Setelah menyadari semua perbuatannya, dia menjadi sedikit--maaf--gila karena menyesali kecerobohannnya. Di beberapa scene ada yang masih keliatan 'tempelan'. Ada efek bosan karena sebagian besar filmnya hanya berkutat di kapal. Gambaran Noah yang seperti itu, terkadang bikin jengkel dan secara otomatis LSF tidak meloloskanya.

Memorable Quote 
Burung-burung datang berpasangan.
Kau punya Ibu
Shem punya Ila
Aku ....

~Ham

Memorable Scene
Epic battle antara Noah serta anak-anaknya melawan Suku Cain yang jumlahnya banyak sekali.

Rating: 5/10

Share on Google Plus

Review by Kinudang Bagaskoro

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team