[Indo-Movie Review] Hijrah Cinta (2014)

Hijrah Cinta (2014) movie review by Kinudang Bagaskoro
Fiiuuh, akhirnya saya bisa review film di blog ini lagi, terimakasih buat teman-teman seperjuangan yang mau memaklumi saya. Nah berhubung saya besok free tugas, saya mau nge-review film religi yang sampai sekarang masih bertengger di bioskop daerah saya dengan tenangnya.

Film ini mengisahkan tentang kehidupan Jeffri sebagai seorang artis sinetron yang pecandu narkoba. Padahal Jeffry adalah mantan dai kecil dan berasal dari keluarga yang religius. Semuanya berubah saat dia mengenal seorang wanita model bernama Pipik, tapi Gugun Gondrong sebenarnya juga tidak mau bahwa Pipik berhubungan dengan Jeffri yang pemakai. Lambat laun, terjalin pula cinta diantara Pipik dan Jeffri, Pipik pun karena cinta nya dengan Jeffry. Dia masih mau saja mendekati Jeffry, dan dia tetap tabah setelah dibentak oleh Jeffri, bahkan setelah menikah.

Pelan tapi pasti, Jeffry pun merubah perilakunya, diikuti dengan dukungan dari Pipik dan keluarga. Cerita terus bergulir hingga Jeffry dikenal sebagai Uje.

Well, setelah saya menonton film ini, maka kelebihannya saya rangkum dengan poin-poin sebagai berikut :
  1. Film biopik ini menceritakan kehidupan Uje secara lengkap banget, mulai dari tukang ojeknya, mbak-mbak SPG sama Pelayan cafe yang diberi sekotak rokok.
  2. Adegan komedi dan banyolan yang diperankan oleh Ananda Rusdiana alias Omesh itu sempet bikin ketawa.
  3. Chemistry antara Mas Alfie Alfandy--pemeran Uje--dengan Mbak Revalina S. Temat--pemeran Umi Pipik--itu cocok banget seperti di film Habibi & Ainun (2012).
  4. Mas Alfie Alfandy ini wajahnya hampir mirip dengan Uje, sampai gaya ngomongnya dan ekspresi Uje saat dakwah dapet banget.
  5. Alur-nya yang maju-mundur, walau berjalan beriringan tapi berhasil tertata dengan rapi, meski saya sempet ragu kalau itu hasil halusinasi gegara Uje konsumsi Narkoba. Namun halusinasinya itu entah kenapa ada nilai positifnya, anti mainstream banget.
  6. Akting Omesh--sebagai teman Uje sekaligus pengedar Narkoba--meski sering ngelucu, tapi saat diajak untuk bertaubat sama Uje, tiba-tiba jadi kaya psikopat, gue-nya sampai melongo.
  7. Adegan tambahan yang tujuannya mendramatisir film, sebenarnya gak lebai-lebai banget.
  8. Mbak Revalina S. Temat cantik banget pakai hijab! *oke, abaikan poin ini!*

Sementara kekurangannya juga saya rangkum dalam bentuk poin-poin sebagai berikut :
  1. Sponsor, mau gak mau, adanya sponsor itu nyebelin banget, untung kehadirannya gak bikin miss di logika cerita.
  2. Adegan sedih yang harusnya dimunculin buat bikin nangis, justru sirna karena beberapa hal. Contohnya, Background saat Uje merenung di atas jembatan, ibu-ibu yang ngeliat orang mau pelukan, kumpulan ibu-ibu jemaat yang bilang : "Astaghfirullah bajunya!" sama "Ya ampun pahanya mulus banget!" dan juga para pedagang yang melongo gegara liat Uje sama Pipik berantem. Walhasil, bukannya nangis tapi satu bioskop ketawa.
  3. Sinematografi masih standar, belum bisa mengalahkan Soraya.
  4. Perjalanan dakwahnya kurang banyak.

Memorable Quote:
"Pik, kamu mau kan jadi saksi perubahan hidupku?"
~Uje

Memorable Scene:
Saat Pipik menyiram Uje yang sedang sakau.

Rating: 9/10

Share on Google Plus

Review by Kinudang Bagaskoro

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team