Review Film THE NUT JOB (2014)

"The Nut Job (2014)" Movie Review by Glen Tripollo
In fact, gue nonton ini nggak di bioskop, soalnya versi bajakan dengan gambar sangat bagus udah beredar duluan di pasaran. Somehow, gue mesti bilang kalo gue beruntung nggak nunggu film ini sampe tayang di bioskop untuk nonton. Tahu kenapa? Ada beberapa hal yang bakal gue kasih tahu ke kalian semua soal animasi yang satu ini dan kalian mesti tahu sebelum nyesel beli tiket yang harganya terbilang nggak murah juga.

First thing for sure, film ini bener-bener menjanjikan banyak hal kalo kita lihat sekilas. Nggak lain dan nggak bukan karena jajaran nama artis yang jadi pengisi suaranya, ada nama Brendan Fraser, Liam Neeson, Will Arnett, Katherine Heigl, dan Stephen Lang di sana. Kesan pertama yang akan dirasakan calon penonton adalah animasi ini pasti bakal sangat berkelas dan epik. Sayangnya, itu hanya tipuan mata saja. Lihat sekilas doang udah pasti bakal ketipu, karena setelah gue tonton, animasi ini nggak ada lebihnya daripada film-film Hollywood kelas B yang berkesan murahan.

Well, not every B-class movie bakalan jelek, memang, sayangnya gue mesti bilang kalo animasi ini nggak berhasil membawakan kisahnya menjadi bagus. Kita disuguhin sama adegan-adegan yang seharusnya lucu, tapi karena terlalu pasaran atau not-so-original dalam kadar 'parah', bukan tawa yang akhirnya datang melainkan pandangan mata membelalak, mulut mangap sambil teriak dalem hati kayak banci Taman Lawang, "Iyuuuuhhh, so lame~"

Secara garis besar, kisah ini berawal dari kecelakaan yang ditimbulkan seekor tupai bernama Surly yang selalu melakukan perburuan kacang sendiri demi diri sendiri. Gara-gara doi, sebuah pohon besar sarang makanan bagi para hewan-hewan taman terbakar habis hingga akhirnya mereka stress karena nggak tahu nanti makan apaan. So, Surly disuruh tanggung jawab, bersama dengan Greyson (tupai sok keren), Andie (tupai betina yang sebel-tapi-suka sama Surly) dan tikus sahabat karib Surly, Buddy (tikus masochist karena biar disiksa kayak apapun sama Surly, he's still Surly's best friend!) pergi ke kota hingga menemukan toko kacang yang dengan garingnya mereka sebut, "The Lost City of NUT-LANTIS"~!

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah standar gambar untuk animasi ini jauh lebih buruk dari animasi mana pun yang beredar di tahun 2010 ke atas, cenderung kaku, dengan warna kontras yang bikin mata cepet ngantuk ngeliatnya. Durasi film ini cuma 85 menit, di bawah standar waktu untuk animasi yang biasanya 90 menit minimal, tapi baru sampe pertengahan cerita rasa kantuk susah sekali buat ditahan. Gue lumayan tersendat-sendat ngikutin cerita film ini, beberapa kali pause-and-play karena gue ngerasa butuh napas.

Animasi yang biasanya diwarnai dengan bumbu joke ringan yang ngalir, mudah dicerna anak-anak, sama sekali nggak ditemukan dalam film ini. Kebanyakan mereka melakukan lelucon berdasar tindakan yang agak-agak maksa. Misalnya meniru adegan absurd Mission Imposibble, dan well, siapa sih yang ketawa ngeliat adegan berang-berang gendut yang suka kentut? The comedy is so lame, garing sumpah, terkesan terlalu dibuat-buat, dan pastinya udah oldskool, sehingga nggak bakalan bikin kita ketawa karena kita rasanya pernah mengalami komedi yang sama sebelumnya.

Bagi pecinta Jason Statham, pasti bakal tahu kalo THE NUT JOB (2014) ini merupakan plesetan (dengan mengubah sudut pandang) dari film beliau yang berjudul THE BANK JOB (2008). Gue nggak tahu apa yang terlintas di pikiran pengarangnya, dan apa yang dipikirkan sama artis-artis papan atas yang mau menjadi pengisi suara film payah ini, yang jelas film ini bener-bener udah ngebuang-buang waktu gue banget.

Pesan moral? Sepertinya nggak ada, karena apa yang disaksikan sama anak-anak di sini adalah usaha Surly dan kawan-kawan mencuri kacang, serta adegan kasar di mana Surly seneng banget menyakiti hati teman tikusnya, Buddy. Bukan ketawa, gue malah sedih liatnya.

My Most Favorite Scene:
Seburuk-buruknya film ini, masih menyisakan satu adegan yang bikin gue senyum. Yaitu, tokoh anjing bulldog sangar yang ternyata pas ngomong suaranya cemen kayak kucing kejepit papan penggilesan.

NB: Please, jangan buang-buang waktu berharga anda bersama keluarga cuma buat nonton ini. Mendingan ajak nonton yang lain aja. :D

Score: 5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team