Review Film GUARDIANS OF THE GALAXY (2014)

Guardians of the Galaxy (2014) movie review by Glen Tripollo
Pertama, pas gue ngeliat setting film ini yang bergerak dinamis dari satu planet ke planet lain dengan pemandangan khas yang sebenernya nggak jauh beda sama Bumi, bikin gue teringat sama film STAR TREK. Gue juga menyimpulkan kalo "Guardians of the Galaxy (2014)" bukanlah film superhero walaupun komiknya merupakan produksi Marvel. Ok, they are heroes for sure, but not that super.

Daripada dibilang superhero, film ini hanya menceritakan tentang sekelompok makhluk hidup yang berasal dari berbagai planet dalam galaksi dengan ciri khas kemampuan masing-masing yang bertualang bersama demi suatu tujuan. Nggak ada tokoh yang super di sini, karena alami sesuai dengan jati diri mereka masing-masing. Ibarat kita buat sebuah grup yang terdiri dari kucing, bebek, berang-berang, dan kura-kura, maka wajar banget kalo si kucing ahli menyakar dan lincah dalam bergerak, si bebek bisa terbang, berang-berang jago berenang dan membuat pertahanan, sedangkan si kura-kura sendiri sudah terlahir kuat dengan tempurungnya tersebut. Intinya, masing-masing karakter masih normal bila dibandingkan dengan latar belakangnya.

GUARDIANS OF THE GALAXY (2014) menceritakan tentang seorang manusia bumi, Peter Quill, yang waktu kecil diculik Yondu dan dibesarkan hingga menjadi pencuri kelas culun dengan codename Star-Lord. Quill mencuri batu dari sebuah planet yang ternyata memiliki kekuatan super setara Tesseract (batu sakti yang nongol di CAPTAIN AMERICA: THE FIRST AVENGER (2011) dan THE AVENGERS (2012), tanpa dia ketahui batu tersebut diincar juga sama pemimpin bangsa Kree bernama Ronan yang terobsesi sama kekuatan untuk menguasai seluruh galaksi. Ronan punya dua orang kepercayaan, yang satu namanya Gamora, cewek berkulit hijau yang lincah, dan cewek botak yang gak kalah lincahnya, Nebula. Gamora nawarin diri pada Ronan untuk ngerebut batu tersebut dari tangan Peter Quill, yang ujung-ujungnya malah menciptakan keributan di kota Nova karena keterlibatan duo bounty hunter yang unik. Satunya berbentuk raccoon bernama Rocket, satunya makhluk menyerupai pohon yang cuma bisa mengatakan "I am Groot" setiap kali ada kesempatan.


Akhirnya, mereka berempat pun masuk penjara khusus antar-galaksi. Di dalam penjara mereka bertemu Drax the Destroyer, seorang makhluk bertubuh besar yang punya dendam pribadi terhadap Ronan karena telah membunuh keluarganya. Kejadian demi kejadian pun terungkap, ada satu tujuan yang bermuara pada Ronan, membuat mereka bekerja sama untuk melarikan diri dari penjara dan mencari Ronan. Kurang lebih itulah kisah yang diceritakan dalam film perdana "Guardians of the Galaxy" ini, menyatukan makhluk-makhluk yang berbeda latar belakang dan membentuk kelompok kompak yang berjuang menjaga kedamaian antar-galaksi.


Kurang lebih itulah kisah yang diangkat dalam tayangan ini. Secara plot sebenernya yaaa tipikal film superhero pada umumnya dan klise. Tapi, ada beberapa poin yang menurut gue jadi kekuatan film ini. Pertama, yang paling jelas adalah karakterisasi setiap tokoh yang menarik dan berkembang dengan baik. Ada beberapa permainan karakter yang menurut gue kocak di sini. Ketika biasanya kita disuguhin tokoh cewek mellow dan tukang galau, di sini ternyata tukang galaunya adalah Drax the Destroyer yang badannya gede. Kocak liatnya. Belum lagi karakter Rocket yang kecil-kecil cabe rawit dan nyalinya gede, walau pada awalnya dia terkesan sombong dan nggak mau melakukan sesuatu yang menurutnya nggak ada untungnya buat dia. Dan tokoh pemimpin mereka, Peter Quill alias Star-Lord yang cukup narsis dan timpang dengan keculunannya, sedikit banyak ngingetin gue sama tokoh Monkey D. Luffy di animasi Jepang "One Piece". Terakhir tentu saja "I am Groot" dalam beberapa scene sangat mengundang tawa. Gue sampe heran kira-kira Vin Diesel dibayar berapa yak cuma buat ngisi suara Groot yang gitu-gitu doang? :))


Hal selanjutnya yang menurut gue jadi kekuatan film ini adalah komedi yang mengalir, fresh, dan mild. Ada beberapa kali kelucuan terjadi saat Peter Quill mau ngucapin FUCK, tapi dengan sengaja tertahan di FFFFFF...! That's funny ditambah ekspresi Quill yang terkadang lebay. Ada beberapa detail yang menurut gue semacam parody scene dari mainstream-nya film superhero. Misalnya saat adegan mereka satu persatu muncul dengan pose keren ditambah slow motion. Di bagian akhir malah dijadikan lelucon dengan menampilkan Rocket yang garuk-garuk selangkangan karena celananya terlalu ketat, dan Gamora yang tiba-tiba menguap. INI KOCAK SUMPAH!


Nggak ada keraguan bagi gue dalam script-nya, semuanya well-made dan mengalir. Hanya saja, jangan terlalu menganggap film ini bakal seepik THE AVENGERS (2012) dalam hal adegan pertempuran, karena jumlah aksi dalam film ini sangat sedikit, lebih banyak bermain strategi perang dan aksi gebuk-gebukan yang standar. Malah untuk menghadapi hal yang serius, digunakan cara-cara yang sangat komedi. Apa pula strategi Quill mengalihkan perhatian Ronan dengan menari-nari geje di depan dia. Bikin gue nggak bisa berenti ngakak.


Satu hal yang menjadi kelemahan dalam film ini adalah efek CG yang menurut gue jauh banget di bawah kualitas "Star Trek". Beberapa background terlihat sekali kesan "buatan"nya, dan bentuk pesawat yang seolah-olah kurang nge-blend sama background jadi terkesan kayak mainan. Ya, tapi emang nggak separah pesawat di film Jepang "Ultraman" sih. :v

Terakhir adalah durasi yang menurut gue agak kurang panjang. Eksekusi final battle yang gue rasa terburu-buru dan kurang memunculkan potensi pertarungan epiknya. Gue cukup terhibur dengan film ini, walaupun film ini bagi gue masih di bawah kualitas film CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER (2014) dan THE AVENGERS (2012). Tapi, gue maklum karena ini film perdana, terkadang aksi awal itu emang biasa aja. Gue masih berharap akan ada suatu hal yang lebih dari film ini di sekuelnya.

Most favorite scene:
Kocak juga nama Kevin Bacon beberapa kali disebut karena Quill mengatakan pada Gamora, bahwa Bacon adalah seorang hero di Bumi karena jago menari dalam film "Footloose". Tentu saja Gamora salah paham mengenai maksud dari Quill ini.

Score: 8,1/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

1 komentar:

  1. Udah nonton ini :) kemarin dapet beli di priceza.co.id. Vin Diesel dari dulu emang melejit yak. Dulu cuma suara, sekarang udah terus nongol di FF dan keeeece!

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team