Review Film THE MAZE RUNNER (2014)

"The Maze Runner (2014)" movie review by Glen Tripollo
Film-film adaptasi novel memang semakin menjamur di Hollywood. Setelah keepikan dari THE HUNGER GAMES (2012), DIVERGENT (2014)", dan THE HOBBIT muncul lagi yang satu ini, THE MAZE RUNNER (2014). You know what? Gue belum pernah baca versi novel dari buku ini, jadi, kenapa gue nonton film yang satu ini karena dua alasan. Pertama, trailer-nya lumayan bikin penasaran, dan kedua, pemeran utamanya adalah Dylan O'Brien, yang mana gue tau akting kerennya sebagai ABG kutu buku yang mendadak populer karena sahabat karibnya menjadi manusia serigala, yap, apalagi kalo bukan TV series TEEN WOLF.

Awalnya, gue bakal ngira film ini punya cerita nggak jauh beda sama THE HUNGER GAMES (2012) and DIVERGENT (2014), nyatanya? Well, emang nggak jauh beda sih. Intinya dystopian style, hanya saja yang ini dikasih elemen-elemen suspense dan musuh-musuh yang lumayan bikin deg-degan. Iya, gue ngomong soal makhluk semacam serangga raksasa yang berkeliaran di dalem labirin.

"THE MAZE RUNNER (2014)" menceritakan tentang Thomas, seorang cowok dengan asal-usul nggak jelas, dikirim ke sebuah tempat terbuka berbentuk persegi yang dikelilingi sama tembok-tembok tinggi. Selidik punya selidik, ternyata di balik tembok adalah labirin raksasa yang senantiasa berubah bentuk pada waktu-waktu tertentu. Di dalam labirin berkeliaran makhluk serem bernama Griever. Sejak kemunculan Thomas yang nekat dan serba ingin tahu, keadaan yang awalnya terlihat baik-baik saja berubah jadi malapetaka. Akhirnya, mereka semua harus membuat keputusan rumit sepanjang hidup mereka di sana, tetep bertahan dibatasi dinding entah sampai kapan, atau nekat menelusuri labirin raksasa menghadapi segala rintangan demi mencari jalan keluar dan menikmati kebebasan.

Berikut ini beberapa elemen penting dalam film:


The Glades
Daerah di pusat labirin. Yang tinggal di sana semuanya cowok dari berbagai umur (anak-anak sampe ke young adult). Kita bakal diperkenalkan sama Alby, pemimpin komunitas yang merupakan orang pertama yang dikirim ke tempat tersebut. Seiring waktu, orang-orang di sana makin banyak dan mulai membagi tugas. Seperti misalnya ada bagian khusus seperti juru masak, perawat, tukang jagal, pembangun rumah, dan The Runner (pelari). Khusus untuk mereka yang menjadi The Runner, tugasnya lumayan berat. Yaitu, setiap subuh hingga menjelang gelap harus masuk ke dalam labirin yang kebetulan pakai sistem buka tutup setiap beberapa jam sekali, menjajal jalan demi jalan dan mencatatnya, untuk mencari kemungkinan jalan keluar dari tempat tersebut. Minho adalah pemimpin The Runner, udah 3 tahun dia berkeliling labirin mempelajari setiap sektor, tapi nggak sekalipun dia nemuin jalan keluar. The Glades ini cukup banyak ngingetin sama game-game kayak Clash of Clans, mereka membangun dan membangun, berusaha bertahan hidup di sana dengan sumber daya yang terbatas.

The Maze
Inilah labirin raksasa tempat misterius yang menjadi inti cerita THE MAZE RUNNER (2014). Thomas yang secara ajaib berhasil membunuh sosok Griever di dalam labirin ketika dirinya terjebak di sana semalaman bersama Minho dan Alby, membuatnya dipilih menjadi salah satu The Runner, menggantikan mereka yang telah tewas. Labirin ini terdiri dari tembok-tembok tinggi berengsel yang dapat berubah-ubah bentuk dan susunan dari waktu ke waktu, bikin rasanya sia-sia aja kalo cuma mengingat satu jalan, karena toh bakalan berubah lagi nantinya. Di dalam labirin, terdapat banyak rintangan, selain kemungkinan terjebak dan terjepit ketika labirin berubah susunan, juga makhluk mengerikan bernama Griever yang berkeliaran. Labirin terdiri dari 8 sektor yang menurut Minho memakai sistem akses bergantian. Misal minggu 1 terbuka sektor 3, maka minggu selanjutnya akan berganti sektor 5 dan atau lain-lainnya. Hanya saja pola tersebut tidak berubah.


The Grievers
Ini sosok makhluk raksasa seperti laba-laba dengan kaki-kaki besi. Dilengkapi alat penyengat di ekor mereka. Kalo sampe tersengat, perubahan bakal terjadi di dalam diri mereka. Biasanya mempengaruhi mereka secara emosi dan membuat gila perlahan-lahan hingga akhir berpenampakan mirip zombie. Thomas berhasil membunuh Griever untuk pertama kalinya, yang ternyata memberi petunjuk dari segala misteri yang terjadi di sana, dan juga bahwa masih ada harapan bagi mereka untuk bisa keluar dari dalam labirin raksasa tersebut.

Kejutan dalam film? Hampir dari awal sampe akhir, film ini menyajikan kejutan. Jalan cerita lumayan nggak bisa ditebak. Lebih misterius lagi ketika Thomas berhasil mendapatkan ingatannya kembali terus dia menjadi sosok penting yang ada hubungannya dengan alasan kenapa orang-orang itu bisa terjebak di dalam labirin. Makin parah ketika satu-satunya cewek dikirim juga ke Glades lengkap dengan surat bertuliskan "Ini yang terakhir kalinya ... selamanya.", lalu ternyata cewek ini kenal nama Thomas. Terus juga bagaimana si pemeran tokoh cewek ini ternyata hot banget bikin pengen meluk.


Pembangunan karakter dan perkembangan konflik pun menurut gue tersaji dengan rapi, sesuai porsi dan pas banget durasinya. Gue yakin semua yang nggak baca novelnya bisa memahami dengan baik isi dari kisah ini. Penonton akan dipaksa ikut berpetualangan, merasakan misteri demi misteri yang muncul beriringan, dan adegan-adegan seru penuh tekanan yang terus meningkat sampai akhirnya penonton harus menahan diri mereka menunggu kelanjutannya.

Film ini secara keseluruhan sangat aman ditonton oleh berbagai kalangan. Nggak ada adegan kissing, yaiyalah, sekitar setengah cerita nggak ada tokoh ceweknya, sedangkan penulis novel "The Maze Runner" adalah cowok, sehingga mustahil juga bakal ada adegan yaoi di sana. Yang penting sih tahan sama adegan-adegan yang menekan adrenalin aja. Satu hal lagi, special effect dalam film ini keren banget!


Well, gue nggak tau gimana dengan kalian, tapi menurut gue film ini layak untuk dikasih poin sempurna dari gue. Gue memang belum pernah baca novelnya, tapi habis nonton film ini, I know, I should read it.

My favorite scene:
Ketika untuk pertama kalinya Thomas terjebak dalam labirin bersama Alby dan Minho, adegan di sana bener-bener menegangkan to the max. Thomas lari-larian ke sana kemari dikejar-kejar Griever yang ujungnya berhasil dia take down dengan cara yang smart. Gue bahkan bisa ngerasain capeknya jadi The Runner yang kudu lari mengejar waktu dan mempelajari sebanyak-banyaknya kemungkinan jalan sebelum pintu masuk mereka tertutup saat malam menjelang.

My favorire quote:
Ada beberapa quote yang menurut gue keren buat dijadiin motivasi, seperti yang dikatakan karakter Newt ketika Thomas menceritakan siapa dia sebenarnya ketika ingatannya berhasil kembali perlahan-lahan. Newt bilang kalo "tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu, karena masa lalu sudah hilang (karena mereka semua lupa ingatan), yang terpenting adalah apa yang kita lakukan sekarang dan akan menjadi apa di masa depan."

Score: 10/10 (Gue perintahkan kepada kalian untuk segera nonton film keren ini)

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team