Review Film BIG HERO 6 (2014)

"Big Hero 6 (2014)" movie review by Glen Tripollo
Mungkin merupakan film animasi terbaik di tahun 2014 ini, bersanding ketat dengan "HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 (2014)". Satu hal yang awalnya gue nggak tahu adalah ternyata film ini diangkat dari komik terbitan Marvel. Well, sorry kalo gue kudet, tapi gue emang pada dasarnya nggak terlalu update sama komik Marvel selain versi Cinematic Universe-nya.

Lahir dari studio yang sama dengan pembuatan WRECK-IT RALPH (2012) dan FROZEN (2013), nggak heran kalo film animasi ini menyajikan gambaran adegan yang sangat halus, pergerakan yang real, dan juga desain karakter yang unik. Kelebihan lainnya adalah plot yang sebenernya sederhana, dibalut unsur science fiction yang kental, komedi yang segar sesuai porsinya, serta plot twist yang sangat baik, nyaris nggak ketebak karena clue baru muncul di 2/3 bagian cerita. Film ini memiliki karismanya sendiri sampai-sampai gue nggak bakalan bosen untuk nonton film ini dua kali, tiga kali, dan seterusnya. Nggak bakal rugi pokoknya kalo ada yang mau beli versi BluRay-nya kalo udah rilis nanti. Dan yang paling penting, yang selalu gue tekankan bagaimana seharusnya sebuah cerita animasi itu dibuat adalah adanya pesan moral yang disampaikan secara tersirat dan nggak berarti menggurui penonton. It's really a BIG movie! Ngebikin kisah POWER RANGERS seolah nggak ada apa-apanya.

Gue nonton film ini bareng adik sepupu gue yang masih kecil, dan gue perhatikan dia terpukau sepanjang film. Yap, sepanjang film! Adik sepupu gue yang biasanya nggak bisa diem dan banyak ngomong, kali ini memarkirkan pantatnya dengan baik dan membelalak takjub ke arah layar bioskop tanpa ba bi bu nanya ini itu sama gue. Which means ada dua arti: BIG HERO 6 (2014) memang kaya akan adegan-adegan menarik; jalan ceritanya mudah diikuti oleh anak-anak sekalipun. Film yang dipastikan sangat cocok ditonton bareng keluarga.



BIG HERO 6 (2014) menceritakan tentang anak jenius bernama Hiro Hamada yang menciptakan micro-robots--ratusan partikel logam yang dapat saling susun membentuk objek hanya dengan kendali pikiran--demi diterima masuk akademi teknologi tempat kakaknya, Tadashi, dan empat temannya yang luar biasa, Gogo Tamago, Wasabi, Honey Lemon, dan Fred berada. Namun, micro-robot itu dicuri oleh seseorang ketika sebuah ledakan terjaid di gedung pameran yang menewaskan Tadashi. Si pelaku menggunakan micro-robot untuk membalas dendam dan menimbulkan kekacauan kota. Hiro, Gogo, Wasabi, Honey Lemon, Fred, dan robot balon gendut peninggalan kakaknya yang disebut Baymax akhirnya bersatu padu memanfaatkan teknologi ciptaan mereka untuk menghentikan rencana jahat si pencuri micro-robot tersebut. Intinya, sekumpulan remaja jenius dan juga robot (yang terlihat lucu) bermain-main menjadi pahlawan super menggunakan otak mereka. Well, biar lebih asik gue kenalin juga satu per satu karakternya.

Hiro Hamada
Di umurnya yang masih 13 tahun, dia udah lulus SMA. Otaknya jenius dan suka segala hal tentang robot. Dia punya hobi adu robot sebelum kakaknya, Tadashi, menunjukkan bahwa tempat terbaik bagi dirinya bukanlah di sudut jalan gelap untuk bertarung robot, melainkan mengembangkan ilmunya dengan bersekolah di akademi teknologi San Fransokyo. Untuk bisa masuk, dia menciptakan teknologi baru bernama micro-robots, yaitu ratusan partikel logam yang dapat saling susun secara otomatis membentuk objek yang dikontrol menggunakan pikiran. Nah, somehow, saat pameran berlangsung, terjadi ledakan parah yang menewaskan kakaknya dan menghancurkan micro-robot buatannya. Selanjutnya, diketahui bahwa micro-robot tidaklah rusak, melainkan dicuri oleh seseorang.


Baymax
Robot perawat buatan Tadashi ini sangat canggih, namun berkekurangan dari segi mobilitasnya. Saat Tadashi tewas, Baymax menjadi teman yang membangkitkan kembali semangat hidup Hiro Hamada. Ketika Hiro dan Baymax mengetahui kenyataan bahwa micro-robot telah dicuri dan diproduksi secara ilegal sebagai alat balas dendam dan mengacaukan kota, Hiro membuat beberapa pengembangan dalam chip Baymax, menjadikannya berpenampilan lebih garang dan keren, memiliki kemampuan tempur dan terbang.

Gogo Tamago
Mahasiswi San Fransokyo, teman Tadashi yang memiliki keahlian khusus dalam mengembangkan alat yang berhubungan dengan teknologi elektromagnetis. Penampilannya yang funky, dan sikapnya yang cool, sedikit belagu, namun baik hati ini juga selalu memberi Hiro semangat. Ketika bergabung sebagai Big Hero 6, dia memakai armor berwarna kuning dengan persenjataan berupa cakram magnetis yang bergerak seperti boomerang dan juga kaki yang dilengkapi roda membuatnya bisa meluncur di bidang apa pun dengan sangat cepat.

Wasabi
Mahasiswa berkulit hitam yang sedang mengembangkan teknologi laser sebagai alat pemotong. Tinggi besar, namun kalem. Ketika bergabung dalam Big Hero 6, memakai armor warna biru muda dan bersenjatakan sepasang pisau laser besar.

Honey Lemon
Mahasiswi yang tengah mengembangkan bola-bola yang bila dilemparkan akan menciptakan reaksi tertentu dengan hasil berwarna-warni serupa jelly, entah apa namanya, gue ngga begitu memperhatikan. Yang jelas kemampuannya sangat unik.

Fred
Yang ini bukan mahasiswa (katanya), hanya maskot (sering pake kostum maskot kampus) yang kebetulan menyukai hal-hal berbau science. Impiannya adalah menjadi semacam godzilla penyembur api. Good for him, saat bergabung dalam Big Hero 6, Hiro membuatkannya kostum monster penyembur api yang dia sebut sebagai Fredzilla. Yep, penampilannya paling nyentrik dibanding yang lainnya. Sifatnya yang santai, easy going, dan tukang ngelawak ini ternyata juga anak orang kaya. Nggak bakal terlihat kalau cuma menilai dari penampilan luarnya yang serupa mahasiswa tak terurus.

Kalo gue bandingin sama versi komik Marvel-nya, ada beberapa perubahan yang terjadi di sini, terutama penamaan karakter Hiro, kalo di versi komik bernama Hiro Takachiho, di versi animasinya jadi Hiro Hamada. Dan rasanya kemampuan yang dimiliki Honey Lemon versi animasi beda dengan versi komik. Untuk desain karakter sudah pasti dirombak secara habis-habisan untuk mengedepankan unsur lucu, unik, dan keren sekaligus, yang mana bisa menarik perhatian anak-anak lebih banyak.

Unsur komedinya sangat pas porsinya. Begitu juga adegan penuh tekanan dan rasa haru, bisa tersampaikan dengan sangat baik kepada penonton walaupun nggak sampe jadi tear-jerker.

Setiap adegan digambarkan dengan bagus, beberapa adegan mungkin akan sangat terasa kalo ditonton dengan format 3D, sayangnya di kota gue nggak tersedia versi 3D. Yah, nggak bakalan rugi deh nonton ini. Gue malah berharap banget film ini segera dibuatkan sequel. By the way, nama San Fransokyo jelas banget yah pelsetan dari San Fransisco dan Tokyo. LOL.

My favorite scene:
Adegan adu robot saat pembukaan, itu keren banget! Tapi sebenernya semua adegan battle dalam film ini epic banget sih.

NB: Kalo masuk bioskop lebih awal, penonton bakal disuguhin animasi pendek mengenai anjing yang hobi makan. Kisahnya menarik dan mengharukan. Sungguh suguhan yang pas sebagai pemanasan sebelum menyaksikan film utamanya.

Rating: 9,5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

2 komentar:

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team