Review Film JOHN WICK (2014)

"John Wick (2014)" movie review by Glen Tripollo
Jujur aja, gue nonton film ini karena dorongan beberapa teman yang bilang kalo film ini keren dan gue mesti nonton. Lebih aneh lagi pas mereka (yang notabene udah nonton duluan) nyuruh gue nulis review buat film ini. Biasanya sih gue nulis review buat memancing pembaca ikut nonton juga, bukan buat banding-bandingin masalah selera. But, it's okay. Mereka berhasil ngebujuk rayu gue dan akhirnya gue ngeluangin waktu di sela-sela kesibukan gue nulis novel buat nonton film ini. John Wick.

Let's start with the title, "John Wick". Wick artinya jahat, what a cliche name the main character have? Sebenernya gue nggak begitu suka sama penamaan tokoh yang terlalu sesuai sama karakteristik pribadinya, apalagi yang nadanya negatif. Seperti "Wick" ini. Emangnya orangtua mana yang menamakan anaknya sejak kecil dengan nama "Jahat" dan berharap ketika gede nanti anaknya jadi bener-bener jahat? Sama juga dengan jenis nama karakter yang disesuaikan dengan kemampuan atau pekerjaan, terkesan kurang sense of naming-nya. But, hey that's just my opinion. Nggak tahu gimana dengan yang lainnya. Kalo merasa nama John Wick ini keren, ya udah. Bagi gue sih cheesy. Baiklah, lupakan masalah judul kita langsung beralih ke beberapa topik penting yang perlu dibahas.

The Plot is SOOOO CLICHE
Untuk film berdurasi 97 menit ini, dengan inti cerita yang bener-bener sederhana dan sangat sering dipakai dalam film action, sebenernya layak diacungin jempol karena gue nggak bosen liatnya. It's all about revenge! Semua aktor film laga pasti pernah memerankan tokoh yang bergerak melawan penjahat atas dasar "pembalasan dendam" ini.


Ceritanya John Wick ini adalah mantan pembunuh bayaran yang tobat demi istrinya, tapi ternyata istrinya sakit dan meninggal. Nah, ternyata sebelum meninggal, sang istri sempat membeli anjing kecil sebagai hadiah bagi John Wick untuk dirawat dan disayang-sayang sehingga dia bisa melupakan masa-masa galau kehilangan istrinya. Tapi suatu malam, sekelompok orang Rusia dateng ke rumah John, ngegebukin dia, ngebunuh anjingnya, dan nyuri mobil antik kesayangannya. Marah, akhirnya dark side dari John Wick balik lagi. Dia pun merencanakan pembalasan dendam kepada pelakunya, Iosef, yang ternyata anak dari bos dunia hitam asal Rusia yang bernama Viggo. Dan selanjutnya, kalian bakal bisa tebak sendiri.

Gue cuma mau bilang kalau nggak selamanya penggunaan plot mainstream dan klise itu bakalan membosankan. Tergantung akting, jalan cerita keseluruhan, dan adegan-adegan yang disuguhkan. Lagipula alasan pembalasan dendam yang dilakukan John Wick di sini tergolong nggak biasa, dia membalas dendam atas nama anjingnya yang mati.

Badass Gun-fu fight!
Istilah ini gue temuin bersliweran di dunia maya. Gun-fu, perpaduan antara teknis pertarungan jarak dekat (kung-fu) dan penggunaan handgun yang indah mempesona. Sangat energik, bertenaga, dan pastinya membunuh lawan dengan lebih cepat daripada pertarungan tangan kosong. Biasanya adegan tembak-tembakan Hollywood dibuat standar sebagai pertempuran jarak jauh, sembunyi-sembunyi dan dalam keadaan terpaksa. Sementara apa yang dilakukan oleh John Wick menurut gue membawa gaya baru dalam adegan pertarungan. So, badass, dan gue membelalak setiap kali adegan aksi ini muncul. Mungkin satu hal yang masih kurang adalah pace-nya yang masih tergolong lambat. Coba seandainya John Wick ini punya gerakan yang gesit kayak aksinya Iko Uwais, maka adegan gun-fu ini bakalan lebih terasa bombastis! Tentu saja pemeran John Wick harus tetep Keanu Reeves, karena dia cocok banget sama perannya. Gerakan-gerakan ini gue yakin bakal jadi trend dalam film-film aksi Hollywood yang akan datang.

What's so funny?
Gue beberapa kali ketawa pas nonton ini. Pertama, karena mafia Rusia yang menjadi tokoh jahat malah dibikin cemen dan culun yang ketakutan ketika mendengar nama John Wick. Kedua, the whole story, the whole conflict between those Russians and John Wick is just a coincidence. Yep, sebenarnya semua hanya kebetulan saja, dan itu kocak.Kalo diinget-inget baru kali ini gue nonton film yang musuhnya terkesan sangat jauh lebih lemah dari tokoh jagoannya. Bagaikan kebakaran jenggot, mafia Rusia ini langsung mengerahkan segala cara buat menghabisi John Wick sebelum dia muncul di depan mukanya. Tapi tenang aja, tokoh utamanya memang ditakuti, tapi bukan berarti doi jadi Gary Stu (versi cowok dari Mary Sue) karena toh dia masih tetep bisa terluka dan mesti memakai rompi anti peluru sebelum menjalankan aksinya. Sumpah, gue sempet nyeletuk "Oh, jadi tetep butuh body protector, gue kira ngga perlu." Hehehe.

Bagian yang paling nggak gue suka dalam film ini adalah ending-nya, yang mana menurut gue agak terkesan dipanjang-panjangin dan kurang natural, seolah dibuat khusus karena si sutradara masih laper dan pengen nambahin porsi pertarungan dengan gaya yang beda di sana.

Film ini menyajikan unsur pertarungan dan kekejaman sepanjang cerita, sehingga kurang layak kalo ditonton sama anak-anak di bawah lima belas tahun. Sekalipun dengan bimbingan ortu, it's just too much. Please tonton film lain aja kalo mau sama anak-anak. No sexual content, hanya sekelompok orang Rusia bermain-main di klub malam dan bersenda gurau sama pelayan bar yang memakai bikini di dalam jacuzzi.

Oh ya, ngomong-ngomong gue suka banget sama efek suara yang terasa real dan nambah unsur ketegangan di dalam cerita, seperti suara tongkat bisbol yang ditabokin ke badan John Wick, suara pistol yang bersin-bersin ngeluarin peluru, hingga lain-lainnya. Soundtrack yang dipilih pun gue rasa cocok banget untuk menghidupkan suasana di dalam film.

So, apakah film ini worth untuk ditonton di bioskop? Gue rekomendasikan film ini. Not that amazing, tapi tetep bisa menjadi hiburan menyenangkan di sela-sela kepenatan. Kalo kamu penggemar film aksi sejati, kalian bakal suka film ini. Ofcourse, untuk adegan pertarungannya, bukan inti ceritanya yang biasa saja.

My favorite quote:
Viggo: "Why did you strike my son?" (nada mengancam secara halus di telepon)
Aureilo: "He stole John Wick's car and killed his dog." (balas dengan santai)
Viggo: "Oh." (dan telepon langsung ditutup, menyatakan kalo dirinya sangat takut sama John Wick)

Score: 8,3/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

1 komentar:

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team