[West-Movie Review] Godzilla (2014)


Kalian pasti kenal Godzilla, bukan? Monster khas Jepang yang terkenal dengan wujud raksasa dan mirip-reptilnya itu serta teror yang ia timbulkan jika ia muncul, pasti jarang ada orang yang bisa melupakan Godzilla, baik pernah benar-benar menonton film terdahulunya maupun tidak.

Dan, kali ini, film monster satu ini kembali muncul ke permukaan yang, hebatnya, dengan pembawaan yang berbeda daripada sebelumnya, dengan desain yang tetap sama dengan yang buatan Jepang, namun diberi sentuhan modern. Menarik, bukan?

Film yang telah menarik kami karena pembaruan sang Godzilla ini bermula dengan kemunculan makhluk yang lahir karena arogansi sains manusia yang mengancam, yang disebut dengan MUTO. Makhluk ini besar, berkaki banyak, memiliki sayap, dan menghancurkan apa saja. Diceritakan bahwa Ford (Aaron Taylor-Johnson) yang telah kehilangan ibunya ketika ia masih tinggal di Jepang kini kembali bertemu sang ayah yang masih dilanda penasaran atas kebocoran di pabrik nuklir yang menyebabkan kematian sang ibu. Sang ayah pun mengajak Ford untuk kembali ke rumah lama mereka untuk mengambil data. Mereka kemudian sukses mengambil datanya namun terpaksa terperangkap di fasilitas rahasia dekat puing-puing pabrik. Di situlah mereka menjadi saksi mata kemunculan MUTO. Ayah Ford pun terluka dan wafat karena kerusakan yang dibuat MUTO. Kemudian Ford, yang menjadi saksi satu-satunya, diajak oleh US Navy dan para ilmuwan yang dipimpin Dr. Serizawa untuk mencari MUTO yang telah terbang melarikan diri. Saat itulah, mereka mulai membahas Godzilla dan Ford memberi tahu temuan ayahnya mengenai MUTO yang berkomunikasi entah dengan apa.

Latar belakang yang panjang itu memang sangat membuai, sampai membuat kami ingin tidur dengan nyenyak. Dan agak membosankan, ya. Tapi itu adalah penjelasan film paling detail dan paling "menjelaskan" yang pernah kami tonton. Karakter-karakter yang ada di film ini tidak begitu kuat, kurang menimbulkan kesan. Ayah Ford, Joe, sebetulnya cukup menarik dengan kekeraskepalaan ilmiahnya mengenai MUTO, tapi beliau disingkirkan di pertengahan film. Dr. Serizawa juga lumayan berkesan berkat teorinya agar membiarkan Godzilla melawan MUTO. Akan tetapi, adegan yang menampilkan dirinya sedikit. Lebih banyak adegan Ford, karena dia sang peran utama, namun dia tidak menonjolkan sifat yang mengesankan. Nampaknya satu-satunya yang paling berkesan hanya bagaimana Godzilla diceritakan.

CGI dan efek animasinya boleh dibilang lumayan. Penggambaran Godzilla dan MUTO terlihat baik, terutama ketika keduanya bertarung, meskipun kami jadi teringat adegan pertarungan Ultraman. Musik pengiringnya juga cukup baik mengiringi, terlebih lagi soung effect-nya yang mumpuni.

Oh, dan film fiksi ilmiah ini baiknya ditonton oleh yang berusia remaja ke atas, karena temanya cukup berat untuk dicerna.

Favorite Quote:
Ford Brody: Why can't you just let her rest?
Joe Brody: Because I sent her down there

Rating: 6/10


Share on Google Plus

Review by Mysti Adelliza

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team