[Thai-Movie Review] Love at Four Size/Love Julinsee (2011)

"Love at Four Size (2011)" movie review by Nazmysti Nm
Film tahun 2011 yang bernama lain 'Love Julinsee' ini mengandung empat cerita berbeda yang dihubungkan ke satu peristiwa yang sama, sebuah konser.

Cerita pertama mengenai seorang gadis populer, yang cantik dan bertubuh seksi. Sekumpulan lelaki yang mengenalnya kemudian bertaruh siapa yang dapat mengajaknya berkencan, kemudian salah satu pemuda, yang paling percaya diri namun agak bodoh, pun berhasil. Mereka pergi naik mobil berdua. Semua terasa begitu lancar hingga sang gadis yang awalnya sangat menggoda, mendadak meninggalkan sang pemuda yang sedang membuka baju--mengira mereka akan melanjutkan lebih jauh--di tengah semak-semak.

Cerita kedua mengenai seorang gadis yang mengira kekasihnya sudah tidak menyukainya lagi. Dan sang gadis merasa harus bertindak, dengan cara membuatnya cemburu, tapi itu tak memberi pengaruh apa-apa pada kekasihnya.

Cerita ketiga adalah tentang seorang gadis yang memiliki pacar pertamanya. Tak lama berhubungan, sang pemuda kemudian berkata dia harus pergi ke luar negeri. Sang gadis menunggu menunggu, tak menyadari bahwa sebenarnya sang pemuda sudah kembali dan telah memiliki pacar yang lain.

Cerita keempat adalah tentang sepasang sahabat yang kemudian menjadi kekasih. Ketika mereka melakukan ciuman pertama mereka, mereka sadar bahwa hubungan kekasih kurang cocok untuk mereka, namun mereka juga cemburu melihat ada orang lain menggoda satu sama lain.

Menurut kami, film yang satu ini memiliki ide-ide cerita standar, yang sudah sering dialami banyak orang. Sebetulnya kalau ide-ide cerita klise diolah dan dikemas dengan baik, dengan alur dan tempo pas, mungkin bisa menarik. Tapi, sayangnya, film ini tidak. Alur dan temponya terlalu cepat, seperti di-skip. Dialognya juga tanpa isi, sama sekali tidak intens dan berkesan, juga tidak menguatkan pesan yang mungkin ada di dalam tiap ceritanya. Karakterisasi tiap tokoh juga tak menampilkan sesuatu yang baru, sifat tiap tokoh lebih cenderung mendramatisir keadaan yang biasa-biasa saja, yang menyebabkan kami teringat sinetron karenanya--atau mungkin lebih buruk. Akting para pemainnya juga tidak menguras emosi apa pun. Latar tempat di film ini pun bukan sesuatu yang menjadi kelebihan, karena menampilkan tempat-tempat umum yang biasa terlihat. Barangkali satu-satunya kelebihan di film ini adalah seni tari yang mirip bela diri, budaya khas negara tersebut, yang ditampilkan di cerita kedua.

Oh, dan, bagaimanapun, kami cukup menikmati cerita pertama. Karena, entah bagaimana, cerita yang satu itu paling mengandung unsur komedi, meski cerita yang satu itu juga tetap memiliki kekurangan yang telah kami jabarkan di atas.

Film ini kami rekomendasikan, bagi yang penasaran terhadap cerita-cerita romansa remaja khas Thailand.


Rating: 4/10

Share on Google Plus

Review by Mysti Adelliza

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team