Review Film PENGUINS OF MADAGASCAR (2014)

"Penguins of Madagascar (2014)" movie review by Glen Tripollo
Siapa yang nggak tahu empat sekawan yang sangat ikonik ini? Pertama kali muncul dalam film animasi 3D "Madagascar", kehadiran mereka nyatanya sangat disukai oleh khalayak ramai, hingga akhirnya studio tersebut membuat film animasi seri khusus dengan mereka berempat sebagai tokoh utamanya. Yep, "Penguins of Madagascar (2014)", yang menurut gue sebenernya semacam parodi dari "The A Team". Yuk, kita simak sama-sama review film Penguins of Madagascar (2014) berikut ini.

Nggak puas kalo cuma berkeliaran di silver screen, akhirnya dibuatlah film layar lebar. Dengan mengangkat tema yang sebenernya biasa, pembalasan dendam dan secret agents stuff, main plot-nya nggak jauh beda sama animasi-animasi petualangan lainnya. Standar namun unsur komedi yang dibangun sangat kental dan segar di sepanjang film. Gue juga kalo ngga salah udah ketawa ngakak sejak opening hingga menjelang ending, bener-bener bikin pegel rahang. Tapi, kalo ditanya puas atau nggak gue nonton film ini, jawabannya puas. Gue sangat puas bisa berhasil ketawa lepas menikmati setiap adegan kocak yang ditampilkan.

"Penguins of Madagascar" mengambil setting waktu setelah kejadian di film "Madagascar 3: Europe's Most Wanted (2012)" tepatnya saat para tokoh Madagascar sedang asik berpesta, empat sekawan penguin ini melakukan perjalanan lagi guna menyenangkan Private (penguin termuda di antara mereka) di malam ulang tahunnya. Perjalanan mereka sampai di sebuah brankas penyimpanan emas. Dengan gaya menerobos layaknya secret agent profesional mereka ternyata datang bukan karena mengincar emas batangan yang jumlahnya melimpah itu, melainkan snack Cheese Dibbles yang mesin penjual otomatisnya berdiri megah di ujung ruang brankas. Absurd? Namanya juga animasi. Selalu menyimpan kejutan besar memanfaatkan twist yang super menjuntai. Well, singkat kata, kejadian itu mempertemukan mereka dengan seekor gurita pendendam bernama Octavius yang tengah bereksperimen membuat zat khusus untuk mengubah para penguin di seluruh dunia menjadi monster liar. Motifnya sederhana, Octavius pernah dibuat sakit hati tanpa sengaja oleh para penguin. Penguin lebih disukai oleh pengunjung kebun binatang dibandingkan dirinya.


Yes, it's all about taking revenge terhadap target yang bahkan nggak tahu pernah bikin dirinya sakit hati. Selain masalah pembalasan dendam, dari kubu para penguin juga disajikan konflik ringan masalah persahabatan dan kepercayaan. Bagaimana Skipper yang berperan sebagai ketua sebenarnya sangat menyayangi Private yang masih muda, malah memberikan kesan kalau Skipper terlalu meremehkan kemampuan Private yang ingin sekali dianggap sebagai bagian penting dalam tim. Beda dengan Rico dan Kowalski yang memang seumuran dengan Skipper dan punya segudang skill yang bermanfaat bagi tim, Private masih belum matang dan agak sembrono. Walau begitu dialah yang paling peduli dengan orang lain (dan paling lucu).



Skipper, Kowalski, Rico, and Private berurusan dengan Octavius dengan cara yang terbilang keren, sampe menarik perhatian agen rahasia beneran bernama Classified (not his real name, cuma Skipper aja salah paham sama maksud Classified (rahasia) di sana). Akhirnya, alih-alih bekerja sama buat ngehentiin perbuatan Octavius, tim penguin dan tim classified malah nggak pernah akur. Tim penguin yang lebih mengandalkan intuisi, pola aksi bebas tanpa perencanaan yang lebay dan penggunaan alat-alat sederhana, sangat bertolak belakang dengan cara kerja para agen yang terlalu mengandalkan teknologi dan spekulasi.

Pada intinya, ada tiga kubu di film ini yang akan saling bertabrakan. Untuk ukuran film animasi anak, isi ceritanya lumayan rumit, tapi bagi remaja menengah ke atas, ini film yang epik luar biasa. Kalo berniat menghabiskan beberapa jam waktu luang untuk tertawa dan menyegarkan pikiran, "Penguins of Madagascar" adalah pilihan yang sangat tepat.

My favorite scene:
Semua adegan yang berfokus pada Rico (penguin gagu yang perutnya udah kayak kantong Doraemon).

Score: 9,3/10
Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team