Review Film KINGSMAN: THE SECRET SERVICE (2015)

"Kingsman: The Secret Service (2015)" movie review by Glen Tripollo
Mari lupakan James Bond series sejenak untuk fokus menilai film ini. Sama-sama bertemakan secret agent, sama-sama berlatarkan Inggris, sama-sama punya peralatan canggih, dan sama-sama bergaya gentleman. Tapi, ada sesuatu yang bikin film ini luar biasa, bahkan gue bersedia mendorong mundur peringkat film "Skyfall (2012)" untuk digantikan film ini. Apa yah kira-kira yang bikin film ini punya cita rasa lebih dibandingkan film-film bergenre sejenis? Yuk, terusin baca review film Kingsman: The Secret Service (2015) ala gue ini.

"Kingsman: The Secret Service" menceritakan tentang organisasi mata-mata rahasia bernama Kingsman. Setiap personilnya selalu berpenampilan elegan. Markasnya ada jauh di ujung kota, namun aksesnya nggak ada yang menyangka karena disamarkan sebagai kios khusus penjahit baju-baju resmi cowok. Ceritanya ada agen Kingsman bernama Harry Hart aka Galahad yang hobi banget ngerekrutin remaja 17 tahunan berpotensi untuk dijadikan calon-calon penerus. Di awal cerita digambarkan kalau Harry kehilangan rekanannya dalam misi di Timur Tengah. Rekanannya ini ternyata punya anak yang masih kecil bernama Eggsy. Di sanalah awal pertemuan mereka, karena tak disangka-sangka belasan tahun kemudian, Eggsy telah tumbuh jadi remaja pembuat onar dengan potensi luar biasa yang nggak terduga: mencuri, nyetir, dan parkour. Harry pun berminat buat ngerekrut Eggsy sebagai calon penerus Kingsman dan memasukkannya ke dalam tahap pelatihan plus ujian kelayakan calon agen. Di saat yang bersamaan, ada seorang penjahat cerdas bernama Valentine yang merencanakan pembentukan dunia baru dengan memanfaatkan teknologi yang dia ciptakan. Berupa sim card khusus yang bisa digunakan untuk mentransfer gelombang elektromagnetis yang bisa mempengaruhi otak hingga membuat penggunanya seperti terhipnotis. Di sisi lain, orang-orang penting yang dipilih oleh Valentine, dipasangkan chip khusus di bagian belakang telinganya untuk menangkal gelombang tersebut. Nah, demi mencegah rencana busuk Valentine menguasai dunia, Harry harus memburu Valentine bagaimana pun caranya. Hingga suatu ketika nyawanya terenggut, Eggsy yang udah terlanjur sayang sama Harry memutuskan untuk meneruskan perjuangannya bersama dengan rekan seangkatannya dan juga Merlin, mantan pelatihnya.


The plot is simple, the execution is outstanding
Yep, untuk urusan plot, karena ini diangkat dari komik, which is so pasti comical dan lebih gampang dicerna sama remaja, tergolong sederhana dengan penyisipan plot twist yang biasa aja dan gampang ditebak. Cuman kekuatan utamanya terletak pada cara eksekusinya. Ini bukan sekedar film secret agent mengejar pelaku kejahatan, tapi juga bagaimana penonton diperkenalkan dengan cukup gamblang cara kerja dari secret agent itu sendiri. Bukan cuma disuguhin adegan laga yang wow, tapi juga ketegangan-ketegangan di luar itu, terutama saat Eggsy menjalani ujian demi ujian di markas Kingsman. Satu lagi, komedi. Yep, unsur komedi di film membuat film elegan ini bernilai lebih dan nggak bikin boring sama sekali.

Penggunaan durasi untuk pematangan karakter pun gue bilang udah pas porsinya. Penonton diajak bersimpati pada karakter Harry Hart yang agak kaku, dan merasa kehilangan ketika dia tiada. Begitu pula dengan karakter Eggsy yang awalnya adalah remaja nakal yang hobi bikin onar. Makin ke sini, rule of cool diterapkan, bikin penonton terkagum-kagum dengan aksinya yang spontan.

Awesome fighting scene with an contradictory backsound
Gue bilang, koreografer adegan pertarungan dalam film ini luar biasa cerdas. Bagaimana gerakan-gerakan Eggsy saat ngelawan puluhan tentara itu bener-bener bikin mata melek. Paduan slow motion yang menurut gue pas dan camera movement yang nggak bikin pusing, memberi efek ketagihan. Selain itu, tampaknya sang music director-nya juga berani ngambil resiko dengan memadukan adegan pertarungan seru dalam balutan backsound yang super kontradiktif. Sound-nya ceria dan disco-like-song, oh ya tentu kalian semua bakal tahu backsound yang digunakan lagu apa, karena lagunya cukup populer di masa lalu. Paduan semacam ini bikin gue teringat sama film "Guardians of The Galaxy (2014)" atau film seri "Helix". Intinya, paduan semacam ini ironically work better than other suspenseful backsound untuk menggambarkan adegan pertarungan.

Barusan gue nyebutin beberapa keunggulan film ini yang terlihat secara signifikan. Tapi, nothing's perfect, begitu juga dengan film ini. Ada beberapa kekurangan yang menurut gue cukup mengganggu, misalnya plothole di mana Eggsy mendadak jadi jago banget berantem. Rasanya di awal, dia cuma digambarkan jago parkour and agak slengean aja. Okelah, ada time skip saat si Eggsy dapat tugas ngerawat anjing Pug-nya yang dia kira anak anjing Bulldog, terus tiba-tiba si Pug (yang dia namain JB) udah gede. Mungkin di situ dia belajar beladiri juga, tapi seriously, sama sekali ngga disorot jadinya berasa tiba-tiba dia jadi jago.

Ada adegan di dalam gereja yang gue yakin itu dipotong abis. Mungkin karena terlalu sadis? Atau demi alasan durasi? Gue nggak tahu gimana yang sebenernyam, tapi adegan yang terpotong ini kabarnya ada di Youtube. So, kalo nggak puas and penasaran sama adegan tersebut, silahkan cari di Youtube.


Terakhir, bagian slowmotion di final battle yang agak keliatan boongannya. Mungkin bagian pemberian CG effect sedang lelah-lelahnya pas ngedit bagian sini, jadi malah berkesan kurang dibanding efek-efek sebelumnya. But, seriously, semua kekurangan tersebut bukan sesuatu yang fatal. Kalian tetep bisa menikmati film ini dengan mata melotot berharap film ini nggak segera tamat.


Well, kabarnya film ini udah langsung dipersiapkan sekuelnya dengan memboyong balik pemeran Harry Hart. Plotnya masih tanda tanya, nggak jelas apakah akan meneruskan perjuangan Eggsy, atau malah prequel ke awal-awal kisah Harry Hart jadi Kingsman. We will know that soon.


Kesimpulannya, film ini sangat pas banget dinikmati di layar lebar. Setiap adegannya tergambar seru, pace-nya sesuai, penggalian karakternya asik, penggambaran Kingsman-nya detail, unsur komedinya juga bikin ngakak lepas. Berasa nonton James Bond dengan balutan komedi tanpa mengurangi unsur keseriusan dari cerita utamanya. Selain itu penggemar gore dijamin puas sama film ini. Which means juga kurang cocok ditonton sama anak-anak. 15 tahun ke atas, it's okay. Jangan lupa bimbingan orangtuanya. Hehe.

Most favorite scene:
Semua adegan saat ujian Kingsman, seru dan menegangkan. Di sana juga kita langsung ngerti sama sifat dasar Eggsy. Juga adegan saat kepala demi kepala meledak menghasilkan pola indah kayak kembang api sambil diiringin musik ceria. What the f*ck!? But, I enjoy it so much... :)

Memorable Quote:
Arthur: [Talking about the dog] What's his name.
Gary 'Eggsy' Unwin: JB.
Arthur: As in James Bond.
Gary 'Eggsy' Unwin: No.
Arthur: Jason Bourne.
Gary 'Eggsy' Unwin: Jack Bauer.
Arthur: Oh.

Score: 9,8/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team