Review Film THE TALL MAN (2012)

"The Tall Man (2012)" movie review by Glen Tripollo
Film ini sempet bikin gue terperangah sama perkembangan ceritanya. Bener-bener di luar dugaan dan menyimpan plot twist di bagian tengah yang bener-bener mengubah segalanya menjadi seratus delapan puluh derajat. Guys, it ain't horror movie-flick. It's just a mild level of thriller meets some kind of dark family drama. Penasaran maksud gue? Yuk, lanjutin baca review film THE TALL MAN (2012) berikut ini!

THE TALL MAN (2012) bercerita tentang Julia (Jessica Biel) yang berprofesi sebagai perawat dan tetap menjalani pekerjaannya itu setelah beberapa tahun yang lalu ditinggal mati suaminya yang merupakan seorang dokter. Julia melayani penduduk miskin di daerah Cold Rock yang rawan. Nah, kebetulan akhir-akhir ini di Cold Rock banyak kejadian anak-anak yang hilang secara misterius. Penduduk setempat meyakini adanya makhluk supernatural yang suka menculik anak-anak, mereka menyebutnya Tall Man. Suatu ketika, Julia yang pulang ke rumahnya mendadak disambangi seseorang memakai tudung dan membawa pergi anaknya. Dengan naluri keibuannya, sekuat tenaga dia mengejar sosok tersebut hingga membawanya ke sebuah konflik yang lebih rumit. Perlahan-lahan rahasianya pun terungkap, demikian juga dengan pelaku penculikan di Cold Rock, alias The Tall Man yang dimaksud.

First thing to remember, gue menyampaikan blurb film yang sifatnya bisa berubah drastis setelah kalian tonton. Yep, gue saranin kalian tonton sendiri supaya bisa merasakan shocking soda seperti yang gue rasain ketika menemukan rahasia di balik kisah ini. Asli, siapa pun yang membuat cerita ini, pantas diacungin jempol. Pembawaannya halus dan briliant. Tapi, hey, ada sedikit tapinya yang perlu diwaspadai sebelum menonton film ini. Satu di antaranya adalah film ini butuh kepekaan untuk dapat dimengerti keseluruhan isi ceritanya. Jiwa analisis dan kepiawaian kalian menarik suatu kesimpulan sangat dibutuhkan. Karena apa? Karena walau sedemikian rumitnya, film ini tidak memberikan jawaban jelas mengenai maksud ceritanya. Penonton dituntut untuk menyimpulkannya sendiri setelah melihat adegan demi adegannya.

Yang perlu diketahui dan gue tekankan sebelum kalian salah paham: Film ini bukanlah horor yang mengandung unsur mistis dan setan-setanan. Nggak, karena sampe akhir nggak ada yang namanya setan ditampakin di sini. The Tall Man hanyalah legenda, dan nama tersebut (di film ini) hanya sejauh kepercayaan masyarakat Cold Rock aja. Karena, sesungguhnya pelaku penculikannya adalah manusia, hanya saja tujuannya apa, mendingan kalian tonton biar tahu lebih jelasnya.

The Tall Man sendiri ternyata dipakai sebagai ganti nama makhluk legenda Slender Man. Pergantian nama dilakukan karena ternyata Slender Man bukanlah makhluk legenda yang hak ciptanya dipegang publik, melainkan perseorangan. Untuk menghindari terjadinya konflik masalah hak cipta, dipakai deh The Tall Man. Toh, konteksnya sama aja. Sama-sama tinggi dan punya kebiasaan menculik anak-anak.

I've said that this movie is kind of dark family drama. Yes, it's dark! Di sini sebetulnya berisikan ironi. Yang mana orang-orang/ keluarga di desa miskin macam Cold Rock ini dianggap nggak bakalan bisa memberikan penerus mereka (anak-anak mereka) kehidupan yang layak di masa depan. Nah, alasan The Tall Man melakukan aksinya--menculik anak-anak desa--pun berkaitan dengan keadaan tersebut.

Dalam film ini, kita bakal kesulitan menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik, karena semua karakternya punya alasan kuat kenapa melakukan tindakan yang dikehendakinya. There's no psycho. Like I said before, this is just a mild thriller. Nyaris nggak ada adegan jump scar, dan aura suspense pun sebenernya nggak banyak. Cuma di tiga puluh menit pertama aja, selanjutnya suspense hilang, namun justru membuat ceritanya berkembang ke arah yang luar biasa.

Ah ya, buat kalian yang mau nonton film ini, pastikan dulu dalam keadaan yang seger, biar bisa fokus mencerna isinya. Belum lagi penyajian film ini yang agak-agak slow pace. Tapi, gue acungin jempol untuk akting Jessica Biel dalam menghidupkan karakter Julia yang incredible.

Film ini aman, artinya bisa dinikmati oleh seluruh keluarga namun tetap dengan bimbingan orangtua. Akhirnya, ending film ini juga berupa pertanyaan bagi para orangtua untuk lebih aware lagi sama anak-anak mereka dan memastika kehidupan dan masa depan yang baik bagi mereka.

NB:
Pertama gue nonton ini, gue juga butuh waktu agak lama buat ngerti keseluruhan ceritanya. Tapi, begitu kalian bisa menemukan dan paham betul sama maksudnya, film ini menjadi pengalaman baru yang luar biasa. Sangat tidak mainstream. This movie is not everyone's cup of tea, tapi kalo ada waktu cobain aja nonton, siapa tau kamu termasuk yang suka sama film jenis begini.

Score: 7,7/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team