Review Film THE TORTURED (2010)

"The Tortured (2010)" movie review by Glen Tripollo
Bagi penyuka film bergenre torture porn, mungkin nggak bakal melewatkan film yang satu ini. Garapan produser yang sama dengan film "Saw (2004)", film ini mencoba mengangkat tema torture ke level konflik yang lebih tinggi lagi. Bukan sekedar psikopat gila main siksa, tapi juga ditambah dengan konflik batin dan lain-lainnya. Seperti apa sih film ini? Nah, cekidot aja dulu nih review film The Tortured (2010) ala gue berikut ini.

"The Tortured (2010)" menceritakan tentang sepasang suami istri yang memiliki anak kecil bernama Benjamin yang masih berumur 6 tahun. Suatu ketika sang istri, Elise Landry, pergi kerja dan menitipkan sang anak kepada ayahnya, Craig Landry. Craig yang lengah, membuat Benjamin tiba-tiba saja diculik sama orang asing. Di tengah-tengah kepanikan mereka mengetahui anaknya diculik, menyusul kabar kalau Benjamin telah meninggal dunia dengan cara disiksa sampai mati. Sementara si pelaku ditangkap dengan hukuman penjara 25 tahun. Elise nggak terima, dia pengen si pelaku dihukum mati atau setidaknya merasakan penderitaan yang dirasakan oleh anak mereka. Akhirnya, dengan sedikit banyak konflik antara keduanya, mereka sepakat untuk menjalankan rencana penculikan si pelaku dan membawanya ke rumah pondok terpencil untuk menyiksanya perlahan-lahan.

Selanjutnya, akan ada twist menarik di film ini, yang mana sempat jadi perdebatan di antara para penonton. Sebenernya kalo nonton dengan jeli, sama sekali nggak bikin bingung kok. Ending-nya obvious dan twist memang disajikan dengan cantik dan mulus. Intinya ini film lumayan mind-fuck. So, please be sure you watch it carefully and make sure you aren't missing something so important.


Nah, daripada gue terus-terusan ngomongin soal isi cerita nanti malah ngga sadar ngebongkar intinya, mendingan gue bahas sudut pandang lainnya mengenai film ini. Yaitu, hal yang utama dan paling penting dalam genrenya, torture scene. Seperti yang diketahui, film ini diproduserin sama produsernya film "Saw (2004)". Tapi, jangan jadikan itu sebagai patokan kalo film ini bakal sama sadis dan sama hebohnya dengan film tersebut.

"The Tortured" punya konflik yang lebih matang dan luas dibandingkan "Saw", bahkan torture-nya sendiri nggak dijadikan sorotan utama di sini, lebih ke prosesnya yang ditonjolin. Konflik yang ditemukan di sini justru bukanlah antara si pelaku dengan suami-isteri tokoh utama tersebut, melainkan lebih berat kepada hubungan si suani-istri itu saja. Bagaimana mereka yang berusaha menyiksa target karena dendam atas kematian anak mereka, tapi juga masih diliputi oleh keraguan dan rasa bersalah udah melakukannya. Menarik. Kita berasa disuguhin gimana sih proses kerja seorang yang semula biasa aja bisa berubah jadi psikopat karena suatu alasan.

Film ini berdurasi 79 menit saja. Waktu yang terbilang pendek, bahkan untuk film bergenre horor sekali pun. Biasanya kan kisaran 87 menit. Tapi, nggak apa-apa, karena durasi yang segitu bikin film ini bisa cepet to the point sama konflik utama. Kalo ini adaptasi, maka ini adalah adaptasi dari sebuah cerpen. Hehe.

Tentunya seperti review lainnya, gue selalu menghimbau agar batasan umur penonton disesuaikan sama tema. Film ini jelas-jelas bukan untuk anak-anak dan remaja, juga bukan untuk mereka yang lemah jantung karena beberapa adegan bakal berasa miris banget. Sekali lagi, get ready for the mind-fuck ending!

Di balik kesadisan film ini, tetep ada pesan moral yang hendak disampaikan sama si pembuat film, di antaranya adalah selalu jaga anak-anak di manapun berada, termasuk di pekarangan rumah sendiri, juga imbauan bahwa balas dendam itu tidak baik, hanya menunjukkan kalo diri kita sama buruknya dengan si pelaku kejahatan. Well, enjoy the film!

Score: 6/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

2 komentar:

  1. yang anehnya, si gila cuman seorang diri di mobil, eh pas kecelakaan, malah orangnya 4, dasar film ending nggak jelas

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team