[West-Movie Review] +1 (2013)

Judul tak biasa untuk film dengan ide cerita yang juga tidak biasa. Sayangnya, mutunya tergambar jelas dari posternya yang seronok itu.



Film Sci-Fi Thriller yang menurut kami sebenarnya sangat 'Drama' ini menceritakan tentang tiga sahabat yang menginginkan tiga hal; cinta, seks dan teman. David, peran utamanya, memulai film ini dengan konflik dimana dia tengah memikirkan untuk mendapatkan kekasihnya kembali, yang pergi darinya setelah memergokinya berciuman dengan wanita lain. David dan kedua temannya datang ke sebuah pesta malam itu  dengan tekad memperoleh keinginan masing-masing--tiga hal yang tadi disebutkan di awal. Namun demikian, semua kacau karena sebuah kejadian misterius. Sebuah meteor jatuh, lalu tiap orang yang ada di pesta itu harus terkejut ketika menemukan replika diri mereka bermunculan, dengan situasi yang sama persis seperti yang mereka alami beberapa menit sebelumnya. Kejadian tersebut terjadi secara berulang hingga kemudian mulai menimbulkan histeria yang menggila.

Ide cerita yang tidak biasa, bukan? Akan tetapi, seperti yang telah kami ungkit sedikit di atas, sayangnya, film ini menjabarkan ide cerita unik tersebut dengan cara yang di bawah rata-rata. Dengan kata lain, buruk. Banyak hal yang kurang dijelaskan dengan baik dan masih membuat kami bertanya-tanya ketika filmnya berakhir. Seperti mengapa bisa terdapat fenomena replika tiba-tiba tersebut, mengapa replikanya harus hilang-muncul beberapa menit sekali kemudian lenyap begitu saja ketika sang peran utama mendapatkan kekasihnya kembali, dan yang paling mengusik adalah mengapa orang-orang di pesta itu harus berpikiran kalau para replika itu mengancam nyawa mereka--padahal para replika itu pun tidak menyerang mereka sama sekali. Benar-benar permulaan konflik yang tidak masuk akal. Untuk alur ceritanya, sebetulnya masih dapat ditolerir, karena tidak cepat sekali maupun lambat sekali, namun karena banyaknya detail yang tidak signifikan dengan inti utama cerita membuat alurnya terasa acak dan bikin berkerut kening. Untuk karakter-karakternya, sebenarnya kami menemukan tokoh-tokoh berbeda dari film remaja barat kebanyakan. Tokoh David, contohnya, yang kaku dan introvert,  sebenarnya berpotensi untuk menjadi tokoh yang menarik. Sayangnya, sekali lagi, pengelolaan ceritanya buruk, termasuk tindakan-tindakan yang diambil oleh David di cerita ini. Tokoh Teddy, teman David, yang sok dan banyak tingkah, tipikal sidekick  di film-film remaja, juga bisa menjadi seru jika saja dia diberikan aksi yang lebih penting daripada hanya merayu wanita atau menghebohkan suasana pesta. Ia sempat dibuat bertindak jauh lebih baik dengan memperingati teman-temannya, namun karena efeknya tidak ada, dan setelah itu dia kembali menjadi dirinya yang kurang aksi, ia tetap tak dapat dibilang menimbulkan efek menarik. Yang paling buruk adalah ending-nya. Setelah mendapati ending-nya itulah sebenarnya yang membuat kami bertanya-tanya kalau film ini sebenarnya intinya apa.

Di luar semua keburukan itu, film ini masih memiliki kelebihan. Setidaknya, adegan pesta yang ditampilkan nampak nyata seperti pesta-pesta remaja barat yang biasa ada di film kebanyakan. Akting para pemain yang semuanya masih muda di film ini pun lumayan, dan cukup total.

Oh, ya, untuk kategorinya, film ini berkategorikan R, dan terdapat banyak sekali nudity, adegan seks dan penggunaan kata-kata kasar. Terdapat sedikit penggunaan alkohol juga tindak kekerasan, namun tidak sebanyak dan separah tiga hal yang sudah kami sebutkan sebelumnya.

Terakhir, kami sebetulnya tidak merekomendasikan film ini, namun jika kalian tetap penasaran, kami tak bisa berkata apa-apa.

Rating: 3/10
Share on Google Plus

Review by Mysti Adelliza

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team