Review Film KETIKA CINTA BERTASBIH (2009)

Film yang kabarnya berdasarkan novel national best-seller ini menarik perhatian kami dengan cepat ketika filmnya rilis tahun 2009 lalu. Meskipun begitu, kami harus dibuat kecewa. Ya, kecewa. Hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaan kami setelah menonton film ini. Bukan maksud kami ingin berkata kalau film ini jelek. Yah, justru sebaliknya, kami merasa Indonesia membutuhkan banyak film sejenis ini. Tapi, kami tetap kecewa.

Alasannya adalah pertama, ceritanya yang bagus itu dibuat jadi terburu-buru. Terasa sekali seperti dilongkap-longkap. Ceritanya mengenai seorang pemuda bernama Azzam yang mengambil kuliah di Mesir dan berjuang sendiri untuk membiayai kehidupannya, juga tentang seorang perempuan bernama Anna yang mencari suami idaman yang sepandangan dengannya. Plot yang sederhana namun realistik yang dapat diolah menjadi menarik, bukan? Akan tetapi, filmnya tidak melakukan hal yang sama dalam mengolahnya.

Alasan kedua, akting aktor-aktrisnya kurang bagus. Mereka membawakannnya datar. Sekalinya ada yang tidak datar, malah berlebihan dan membikin kami mengernyit. Dialog-dialog di film ini bagus dan berisi, dan itu seharusnya jadi nilai lebih, tapi karena pembawaan aktor-aktrisnya kurang pas, jadinya pesan yang disampaikan kurang mengena.

Alasan ketiga, cliffhanger-nya kentara sekali. Terasa betul ‘to be continued’-nya di akhir. Rasanya seperti habis menonton sinetron. Bukannya kami tidak menyukai film bersambung, tapi film satu ini perpotongan menuju sekuelnya itu sangat dipaksakan. Di luar itu semua, film ini masih memiliki cukup kelebihan, selain plot realis dan dialog bermaknanya. Musik pengiringnya bagus, terutama soundtrack-nya. Bukankah cukup tenar? 


Lantas, setting yang diambil pun unik. Bagaimanapun, mungkin ini film pertama Indonesia yang syuting di Kairo. Pemandangan berbeda yang menyegarkan dari negara lain dapat menjadi daya tarik dari film ini. Namun, ya, hanya sampai di situ saja kelebihannya.

Secara keseluruhan, kami dapat berkesimpulan film ini mengecewakan secara isi, namun berkelebihan secara atribut. Well, itu menurut pendapat kami. Mungkin kalian punya pendapat lain?

Oh, dan film ini berkategori aman. Dengan kata lain, anak-anak yang masih bisa menontonnya.

Score: 5/10

Share on Google Plus

Review by Mysti Adelliza

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team