Review Film MINIONS (2015)

"Minions (2015)" movie review by Glen Tripollo
Mumpung masih masa-masa liburan sekolah, kalau para orang tua pengen senengin anaknya, kenapa ngga ajak mereka ke bioskop buat nonton film animasi yang satu ini. Setelah sukses dengan "Despicable Me (2010)" dan "Despicable Me 2 (2013)", hanya dua tahun berselang, Universal Studio dan studio animasi Illumination membuat film prekuelnya. Nah, yuk simak review film Minions (2015) berikut ini!

"Minions (2015)", like I said before, film ini merupakan prekuel yang berfokus pada petualangan makhluk kuning yang jumlahnya seabreg, kaki tangan Gru si bandit yang sudah kita kenal lewat dua film sebelumnya, bernama Minions. Nah, ternyata Minions ini udah ada sejak jaman purba. Dari yang semula berupa larva di laut dalam dan punya naluri untuk mengikuti makhluk-makhluk lain yang lebih kuat dari mereka, hingga akhirnya menjadi cukup besar dan hidup di darat (walau naluri untuk mencari seorang majikan tetep ada). Suatu ketika, Minions yang setia tapi agak-agak iin ini berkali-kali menemukan majikan hebat yang akhirnya harus mati akibat keteledoran mereka sendiri. Sampai pada akhirnya, mereka belum bisa lagi menemukan majikan dalam waktu yang lama dan terserang penyakit "bete" dan kehilangan semangat hidup. Muncullah Kevin yang visioner, mencanangkan niatnya untuk bertualang mencari majikan baru. Kevin memboyong Stuart yang hobi makan dan main musik, plus Bob yang masih kecil, penuh rasa ingin tahu, dan nggak bisa lepas dari boneka beruang kesayangannya. Trio yang agak kacau ini pada akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang dianggap sebagai super villain bernama, Scarlet Overkill dan suaminya, Herb Overkill. Scarlet menyuruh trio Minions ke Buckingham Palace untuk mencuri mahkota ratu Inggris. Berhasilkah mereka? Sudah ... cukup (pake gaya Iko Uwais) kalo pengen tau selebihnya silahkan cek sendiri filmnya.

Bikin ketawa bahkan sejak opening credit
Gue nggak bisa nggak bilang kalo film ini kocak banget bahkan dari sejak logo Universal Pictures nongol di awal film. Soalnya, jingle Universal yang biasanya pakai semacam band orkestra gitu suaranya, kali ini malah diganti suara-suara para Minions yang menyanyikan jingle tersebut. Sebenernya keren, udah kayak paduan suara. Tapi, pas ada salah satu Minion yang ternyata lebay ngambil suaranya, di situlah gue langsung ngakak puas.

Selebihnya, bisa dibilang 3/4 bagian film ini menyuguhkan komedi yang intens. Penggambaran para Minions menghadapi mantan-mantan majikan mereka bikin ngakak sampe capek. Tentu saja seperti yang kita semua tau, para Minions tidak berbicara menggunakan bahasa biasa, tapi polanya merupakan pencampuran berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Yep, gue sempet nangkep beberapa kata Bahasa Indonesia, seperti 'celana', 'kemari', 'terima kasih', dan 'si Stuart'. Sebenernya, mungkin ada banyak lagi kalo kalian teliti mendengarkan kata-kata nyeleneh trio Minions ini.


Plot cerita sederhana, namun tetep harus dengan bimbingan orang tua
Kalo butuh pembanding alur cerita dalam film ini, dan mempertimbangkan sifat-sifat karakternya, sebenernya film ini sangat pas kalo diadu sama "Penguins of Madagascar (2014)". Gue harus jujur, secara plot, kuartet Penguin pemenangnya, karena menyuguhkan kisah petualangan dan konflik yang lebih matang ketimbang kesederhanaan dalam cerita "Minions (2015)". Tapi, kalo mencari kesenangan dan komedi yang aduhai dan pengen mabok pisang, maka film ini wajib banget kamu tonton.

Oh ya, sebagai info, film ini ternyata memasukkan juga beberapa unsur parodi dari film-film Hollywood lainnya, nggak tau deh kalian bakalan merasakan hal serupa atau nggak. Tapi, gue pribadi menangkap beberapa adegan terkesan seperti parodi Dr. Octopus, villain Spider-Man di "Spider-Man 2 (2004)", terus ada juga adegan kejar-kejaran yang kalo gue perhatikan mirip adegan Wolverine diserang sama sekelompok ninja dari atap-atap rumah dalam film "The Wolverine (2013)".

Sandra Bullock mengisi suara Scarlet Overkill dengan sangat apik, sesuai banget sama kepribadian Scarlet yang agak-agak gokil. And, WTF with her husband? Mengingatkan gue sama karakter-karakter di film animasi "Ratatouille (2007)" yang tinggi dan over banget kurusnya sampe kayak lidi, tapi idungnya gede bingit.

Awesome animation, outstanding motion graphic, special effect, dan penggambaran tata kotanya yang indah. Membawa kita kembali ke era 60-an di Inggris dan Amerika, saat jembatan San Fransisco masih berupa rangka, dan ketika para Minions nyebrang jalan di zebra cross harus disibukkan sama kaki-kaki anggota band legendaris The Beatles. Yep, khusus yang ini, mungkin joke-nya justru cuma dimengerti sama orang-orang generasi tuir. #eh. Ditambah soundtrack dan adegan-adegan nyanyi yang diselipkan di dalamnya, membuat film ini jadi sangat hidup.

Nggak usah banyak komentar soal final battle-nya yang absurd, karena disitulah keunggulan Minions, absurd tapi nggak semenyebalkan "The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water (2015)".

Nah, himbauan buat para orang tua, walaupun film ini layak banget ditonton bareng-bareng sekeluarga, tetep aja butuh bimbingan orang tua. Karena tema yang diangkat kebanyakan soal crime, dan bagaimana para penjahat ini membanggakan diri mereka dengan perbuatannya, dan banyak lagi bentuk-bentuk "pesan negatif" yang ada dalam film ini. So, orang tua berperan penting untuk menjelaskan pada anak mereka untuk tidak terpengaruh sama karakter-karakter di dalamnya. Sekalipun ini isinya komedi, tetep aja yang namanya anak-anak, jangan dianggap remeh yak! Hehe.

Kesimpulan yang bisa gue ambil sama dengan yang udah gue sampaikan di pembuka postingan ini. This is recommended, mumpung liburan sekolah, tonton! Nggak bakal nyesel. Buat para orang tua juga ngga perlu skeptis sama film animasi, karena kadang-kadang kita semua butuh film begini untuk ngilangin stress. :))

Definitely, the best animation movie di tahun 2015 ini. Kita tunggu nanti ke depannya bakal ada yang ngalahin atau nggak. Gue rasa "Inside Out (2015)" yang bakal tayang kemudian bisa menyaingi film ini. Sementara itu, nikmati aja dulu yang ini.

My favorite scene:
Adegan di Villain-Con yang lebay banget. Ada banyak banget tokoh-tokoh villain yang dipertunjukkan, dan semuanya terbilang unik. Termasuk Si Pesuma bernama Dumo, dan orang barbar dengan sword and sandals ala Conan the Barbarian. Melihat ability masing-masing tokoh sampingan itu, terlihat kalo konsepnya niat banget.

NB: Kalo disuruh milih siapa yang paling gue favoritin di antara trio Minions, gue bakal jawab Bob! Same reason with why I like Private in "Penguins of Madagascar (2014)"

Score: 9/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

1 komentar:

  1. Penguins suffered from rehashed writing. I hope this one is better.

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team