Review Film ANT-MAN (2015)

"Ant-Man (2015)" movie review by Glen Tripollo
Sebelumnya, gue mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, buat temen-temen semua yang merayakannya. Gue mewakili seluruh jajaran admin MovGeeks ngucapin mohon maaf lahir dan batin.

And now, let's get back to the topic!

Jadi, ceritanya udah cukup lama gue nggak ngasih makan blog MovGeeks dengan review-review ala gue. Ada "It Follows (2015)" dan "Terminator Genisys (2015)" yang sebenernya udah setengah jadi di jajaran draft yang menunggu buat diselesaikan. Yah, gue bakal posting nanti setelah gue bahas film terbaru Disney's Marvel yang juga merupakan "anak baru" dalam perluasan Marvel Cinematic Universe. So, langsung aja yuk simak sama-sama review film Ant-Man (2015) ala gue berikut ini.

"Ant-Man (2015)" diperankan oleh Paul Rudd sebagai Scott Lang, seorang mantan narapidana kasus "maling" sebuah perusahaan yang terkenal dengan sistem sekuriti luar biasa. Rupanya, bakat Scott ini sudah lama tercium oleh Hank Pym (Michael Douglas) pencipta teknologi Ant-Man, dan juga mantan anggota SHIELD yang kini telah menua. Konflik masa lalu Pym dengan perusahaan yang dia bangun, dan melihat perkembangannya pada masa sekarang--yang kini dipimpin oleh Cross (nantinya memakai kostum Yellowjacket)--yang makin dirasa mengarah pada sesuatu yang berbahaya membuatnya berpikir untuk melakukan upaya pencegahan. Salah satunya adalah dengan mencari calon penerus Ant-Man. Scott Lang yang berhasil menarik perhatian Hank Pym dengan sengaja dijebak hanya untuk menguji "bakat" malingnya. Kemampuannya terbukti, dan Hank Pym langsung datang menyambangi Scott Lang, mengajaknya menjadi Ant-Man. Kebetulan pada saat itu Scott sedang galau, baru keluar dari penjara, pengen tobat, tapi mesti mengalami masa-masa sulit dengan mantan istri (yang udah nikah lagi sama police officer) dan juga anak gadisnya yang masih kecil. Well, menjadi Ant-Man mungkin merupakan pilihan terbaik, dari penjahat jadi pahlawan, yang bakal menyelamatkan dunia, seenggaknya bisa memperbaiki image-nya di mata anak gadis semata wayangnya. Motivasi itulah yang akhirnya membuat Scott setuju menjadi Ant-Man dengan sepenuh hatinya. Lalu, setelah latihan panjang demi penyesuaian kemampuan dengan kostum yang mampu membuat tubuhnya mengecil itu, dimulailah petualangan Scott Lang sebagai Ant-Man.


Abis itu muncul pertanyaan standar: Apakah film ini worth it buat ditonton? Mungkin karena nama Ant-Man sebagai superhero belum banyak dikenal sama orang awam atau non penggemar Marvel Comic, jadi banyak yang skeptis sama karakter yang satu ini. Gue juga sempet sih baca komentar orang di social media yang nyeletuk "superhero kok kekuatannya mengecil? nggak guna amat.". Nah, khusus buat yang berkomentar pesimis soal kemampuan Ant-Man, sebenernya di film ini udah dijelaskan secara gamblang keuntungan-keuntungan dari memiliki kemampuan seperti itu, dijamin rasa pesimis dan skeptisnya menghilang dalam sekejap. Terus menjawab pertanyaan, apakah film ini worth it untuk ditonton? Kalo kamu termasuk penikmat Marvel Cinematic Universe walaupun nggak pernah ngikutin versi komiknya, maka gue bilang film ini worth it berkat beberapa keterhubungan langsung dengan film-film Marvel yang akan datang. "The Avengers 3" misalnya, atau yang waktu rilisnya paling deket, "Captain America: Civil War (2016)". Di dalam film ini bahkan dibuat satu scene khusus pertemuan awal Ant-Man dengan salah satu anggota New Avengers, Falcon (Anthony Mackie) yang nantinya bakal jadi tiket bagi Ant-Man bergabung ke dalam Avengers. Jadi, nanti pas nonton "Captain America 3: Civil War (2016)" kalian ngga perlu pusing lagi kenapa bisa ada Ant-Man di sana.

Cek koleksi poster lainnya di MovGeeks Poster Database

Lebih seru dari "Avengers 2: Age of Ultron (2015)", lebih kocak daripada "Guardians of the Galaxy (2014)"
Film ini emang bagus dari segala sisi sebenernya, termasuk di dalamnya karakterisasi Scott Lang yang cukup nendang, sebagai "maling" tobat yang cerdas tapi juga sedikit clumsy. Adegan aksinya bagus, baik dari pengambilan gambar, maupun koreografi yang dipakai. Nah, beberapa adegan aksi ini tersaji dengan sangat koplak ketika disorot dalam dua model sudut pandang. Pertama seru banget karena Ant-Man yang sedang mengecil disorot dengan detail dari sudut pandang sebesar ukurannya, dan berubah jadi koplak begitu sorotan kamera diubah ke sudut pandang sebesar orang normal. Efek yang semula terlihat gila (sebut aja gerbong kereta yang terlempar), lalu dengan peralihan ke sudut pandang manusia normal, ternyata cuma gerbong mainan yang terlempar begitu saja tanpa efek "sekeras" yang dibayangkan sebelumnya. Mungkin generasi jadul bakal teringat sama film berjudul "Honey, I Shrunk the Kids (1989)", kecuali dari segi special effect yang jelas-jelas udah jauh lebih canggih di sini (yaiyalah). Gaya bertarung Ant-Man yang pakai otak dan megkombinasikan gerakan membesar dan mengecil dengan cepat, ngebikin siapapun yang jadi lawannya kewalahan. Lagi-lagi gue harus kasih apresiasi luar biasa untuk special effect yang digunakan. Kekurangannya mungkin karena pada dasarnya orang yang jadi korban tonjokan Ant-Man mini berakting pura-pura ditonjok saat shooting, beberapa gerakan "kena tonjokan" terlihat kurang natural. But it's okay kok, karena sebagian besar pertarungan memang terjadi begitu cepat. Satu adegan di mana pertarungan bisa apik banget dicampur dengan komedi adalah saat Ant-Man bertarung dengan Falcon di area fasilitas rahasia Avengers.


Nggak perlu melibatkan banyak superhero untuk membuat adegan battle menjadi epic. That's why dalam segi aksi, Ant-Man jauh lebih baik ketimbang "Avengers 2: Age of Ultron (2015)" yang kentara banget pada rebutan screen time.

Seperti film-film marvel pada umumnya, unsur komedi memang bisa jadi kelebihan karena rata-rata selalu berhasil menyajikan komedi yang fresh dan sesuai banget eksekusinya. Cuma, menurut gue Ant-Man emang lebih berat di komedi ketimbang aksi. Komedinya nyaris di sepanjang cerita bahkan di dalam adegan paling menegangkan sekalipun. Menurut gue sih eksekusi unsur komedinya masih setingkat lebih baik daripada "Guardians of the Galaxy (2014)". Coba deh nonton sendiri dan temuin berbagai macam kelucuan yang bakalan bikin kita menikmati keseluruhan isi film. Mulai dari tingkah Scott Lang yang suka rada clumsy, tingkah para semut, tokoh pendukung bernama Luis yang bisa secara 100% detail menceritakan kembali pengalamannya, dan permainan sudut pandang kamera. Penonton juga bakal dimanjakan sama sinematografi mikro yang mengagumkan. Ada beberapa pengetahuan baru soal semut juga yang bisa kita dapatkan dari film ini.

Film ini cocok banget dinikmati rame-rame sama sanak keluarga, kalo perlu sekampung ajak aja nonton bareng film fresh yang luar biasa fun banget buat ditonton. Aman kok. Sama sekali nggak ada adegan yang menjurus ke arah "dewasa".

Dari segi plot cerita, sebenernya sih sederhana dan masih banyak mengandung plot hole. Misalnya, adegan Cross memakai baju Yellowjacket yang rasanya mustahil banget dia pakai dalam waktu cepat, semut-semut yang bener-bener bisa ada di mana saja ketika dibutuhkan, dan kisah romansa Scott dan Hope yang bener-bener off screen. Tapi, semuanya dimaklumi karena tertutupi dengan baik dengan nilai-nilai positif lainnya yang bisa kita nikmati di film ini.

NB: Evangeline Lilly di sini masih kalah hot ketimbang perannya sebagai Tauriel di "The Hobbit", yah walau gue masih lebih suka dia di "Real Steel" sih. Oh ya, penggemar MCU pasti nggak bakal beranjak dari tempat duduk bioskop sampai akhir kredit, karena bakal ada bonus middle-credit scene dan post-credit scene yang berhubungan langsung dengan "Captain America: Civil War" yang bakal datang tahun depan.

Most Favorite Scene:
Pertarungan final antara Ant-Man dan Yellowjacket di area kereta api mainan anaknya. Beneran seru tapi kocak di saat yang bersamaan. Ditambah adegan semut yang membesar kemudian dipelihara dengan wajar layaknya anjing juga bikin gregetan. Damn lah, pokoknya it's a must watch!

Score: 9,3/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team