Review Film MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015)

MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015) movie review by Glen Tripollo
It's been a while since the last time I write a review in this movie blog. Kebetulan emang akhir-akhir ini gue lagi jarang dapet kesempatan duduk santai di bioskop buat nonton film-film pilihan yang sebelumnya udah gue rencanain. Sebut aja FANTASTIC FOUR (2015), THE MAN FROM U.N.C.L.E (2015), dan PIXELS (2015) yang pada akhirnya gue lewatin gitu aja. Yah terpaksa nanti gue lakuin sedikit tindakan tak terpuji demi menonton film-film di atas itu. If you know what I mean. LOL.

Dari semua film yang lagi tayang di bioskop, gue pilih film ini karena satu alasan: Gue udah nonton film pertamanya dan suka banget (bahkan sampe gue kasih skor sempurna). Kalo belum baca review gue soal film pertamanya, silahkan klik review film THE MAZE RUNNER (2014). Kalo udah pernah baca, ya udah langsung lanjut aja baca tulisan ini. And now, without too much cuap-cuap, yuk simak review terbaru gue soal film MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015) berikut ini.

MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015), masih melanjutkan kisah petualangan Thomas (Dylan O'Brien), Newt (Thomas Brodie-Sangster), Minho (Ki Hong Lee) dan Teresa (Kaya Scodelario) yang sebelumnya berhasil melarikan diri dari The Glades, sebuah areal luas yang dikelilingi labirin raksasa mutakhir di mana terdapat banyak makhluk buatan bernama Grievers yang berkeliaran di dalamnya. Nah, nyatanya setelah mereka mati-matian untuk berhasil keluar dari labirin, bukan berarti langsung menyelesaikan masalah mereka begitu saja, melainkan menjadi awal mula dari masalah yang sesungguhnya. Dunia tempat mereka berada sudah hancur. Semua akibat wabah penyakit aneh yang terjadi bertahun-tahun silam. Menjadikan sebagian besar manusia sosok makhluk seperti zombie yang disebut Crank.

Nah, satu hal yang harus diketahui adalah Thomas dan kawan-kawan berada di dalam labirin selama ini dalam keadaan lupa ingatan. Sedangkan, WCKD adalah nama semacam organisasi ilmuwan yang mengirimkan mereka semua ke dalam labirin. Sejak Thomas perlahan-lahan mendapatkan kembali ingatannya dan segala yang berhubungan dengan WCKD, dia langsung memimpin teman-temannya untuk lari dari labirin. Keadaan ini ternyata diketahui oleh WCKD yang segera melakukan drama untuk menjebak Thomas dan teman-temannya. Yaitu, membuat laboratorium pengawasan labirin seolah habis diserang oleh pasukan organisasi-yang-kita-sebut-saja-anti-WCKD. Thomas dan teman-temannya pun dibawa oleh beberapa tentara (yang kelihatannya berada di pihak baik) menuju suatu tempat yang dikatakan sebagai Safe Zone bagi mereka.


Sebetulnya penonton udah menebak dari ending film pertamanya kalau ke manapun tujuan Thomas dan teman-temannya dibawa, pastinya masih berada dalam kuasa WCKD, so, gue nggak ngasih spoiler di sini, karena JELAS sekali kalo Safe Zone yang dimaksud adalah WCKD. Thomas segera mengetahui hal tersebut berkat bantuan Aris, seorang penyintas dari labirin yang berbeda dengan labirin Thomas. Sebelum semuanya terlambat, mereka pun kabur dari sana dan berkelana menuju pegunungan yang konon katanya (Thomas mencuri-dengar) ada sekelompok komunitas yang disebut Right Arm, yang sepertinya komunitas anti-WICKED yang sesungguhnya. Petualangan Thomas dan teman-temannya tak akan mudah karena ancaman dari para Crank dan pertemuan mereka dengan banyak sekali pihak-pihak yang tidak jelas baik atau jahatnya. Bagaimana selanjutnya? Silahkan ditonton sendiri yak, masih tayang kok di bioskop-bioskop langganan kalian.


Nah, mengingat nilai sempurna gue di film pertamanya, gue jadi mengharapkan sesuatu yang lebih di seri keduanya. Secara keseluruhan, film ini emang memuaskan ekspektasi gue, tapi entahlah, gue masih berasa ada sesuatu yang miss yang bikin gue nggak bisa kasih nilai 10 seperti sebelumnya. Mungkin karena beberapa adegan menjelang ending ada yang special effect-nya kurang nendang, atau karena cliff hanging ending-nya terasa kurang menegangkan dibandingkan serangkaian adegan-adegan di awal cerita. Beda dengan yang pertama, yang rasanya diakhiri dalam keadaan emosi gue yang gregetan ngeliat twist di sana. Di sini ... ada shocking twist, tapi kurang tereksekusi dengan baik. Atau, karena udah keluar dari labirin, kisah ini jadi berkesan kisah petualangan sambil bertahan hidup yang mainstream adanya? I'm not so sure about this.

But yeah, film ini tetep menjadi film adaptasi novel terbaik yang pernah gue tonton, bahkan melebihi THE DIVERGENT SERIES. Ada segudang alasan kenapa gue suka banget sama gaya penceritaan film MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015) ini. Misalnya, di film ini elemen ketegangan bener-bener dimunculkan sejak awal mula film ini ditayangkan. Film dimulai dengan sedikit flashback di dalam mimpi Thomas, yaitu di masa kecilnya, ketika ibunya menyerahkan dirinya kepada pasukan militer untuk kemudian bergabung dalam organisasi WCKD, lalu flashback bergerak ke adegan ketika Thomas dikirim ke dalam labirin yang disajikan dengan tegang, hingga akhirnya dia terbangun di dalam sebuah helikopter karena dibangunkan oleh Minho dan Newt. Turun dari helikopter dengan keadaan masih belum fokus, para Crank langsung diperlihatkan. Yep, ancaman mengerikan selain WCKD sudah ditampilkan. Membuat penonton jadi excited, bertanya-tanya kapan para tokoh utama ini berkonfrontasi langsung dengan mereka.

Point menarik lainnya adalah penggambaran adegan demi adegan yang efektif, alias nggak bertele-tele. Udah gitu nyaris setiap adegan dibumbui elemen tegang. Sebenernya pola begini bikin gue teringet sama WORLD WAR Z (2013) yang mana dari awal sampe akhir filmnya juga dipenuhi adegan-adegan menegangkan sampe rasanya capek banget nahan napas. Sama seperti film itu, cara penggambaran adegan yang cepat, menegangkan, dan nggak bertele-tele ini ngebikin film berdurasi 131 menit ini (lebih panjang 18 menit dari film pertamanya) nggak terasa panjang. Tau-tau udah selesai.


Not so-much-drama, menjadikan film ini lebih fokus pada perjuangan para tokoh utamanya dalam bertahan hidup dan berusaha menjatuhkan WCKD yang sampai saat ini masih terlihat jahat. Walau kita tau kalo di sini ada karakter Thomas yang digambarkan sebenernya punya hubungan khusus dengan Teresa, justru yang terasa lebih kuat adalah penggambaran hubungan asmara persahabatan Thomas dengan Minho sejak di labirin yang sepertinya kian serius hingga membuat para fujoshi girang.

Berhubung film ini diangkat dari novel trilogi, so, gue kasih tau kalo ending-nya bener-bener bersambung. Siap-siap aja teriak: "YAAAAAAH!!!" pas disuguhin ending yang menggantung tersebut. Disabar-sabarin aja yak sampe tahun 2017 untuk tahu kelanjutan kisahnya. Oh ya, beda dengan film pertamanya yang hanya ber-setting di dalam labirin, di sini setting lebih luas, dengan menampilkan banyak karakter-karakter baru. Jadi, berasa perubahan "aura" yang cukup signifikan. Apalagi kali ini sedikit disuguhin adegan kissing antara Thomas dan Brenda, . Walau begitu, gue bener-bener suka sama para tokoh yang dipaksa harus lari dan lari sepanjang waktu, sehingga julukan 'The Runner' masih nempel dengan erat pada image masing-masing tokohnya. Gue sampe bisa ngerasain capeknya jadi Thomas yang lari ke sana kemari sambil berusaha melindungi temen-temennya juga karena dia ngerasa bertanggung jawab udah ngegiring temen-temennya dalam masalah yang lebih dalam lagi. Ah ya, beware of the twist!

Most favorite scene:
Adegan awal ketika pertama kali dikejar-kejar Crank di dalem bangunan runtuh, dikejar-kejar Crank lagi di dalem lorong bawah tanah, kemudian dikejar-kejar Crank lagi dan dikejar-kejar lagi (sama petir yang menyambar). Intinya, setiap kali Thomas dan temen-temennya lari, di situ adegan beneran seru. Must watch it!

Score: 9,8/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team