Review Film GOOSEBUMPS (2015)

GOOSEBUMPS (2015) movie review by Glen Tripollo
Sebagai orang yang melewati masa remajanya dengan membaca buku-buku horor karya R.L. Stine, kehadiran film ini tentunya bikin gue jadi ngerasa excited. Nyaris semua bukunya udah pernah gue baca. Nah, setelah dulu sempat diadaptasi dari buku ke format TV series yang sepertinya kurang begitu sukses, kali ini versi movie membawa tema yang lebih menantang, di mana semua makhluk dalam buku-buku R.L. Stine dikeluarkan secara bersamaan di dalam satu film. Gimana sih serunya? Yuk, simak review film GOOSEBUMPS (2015) ala gue berikut ini.

GOOSEBUMPS (2015) nggak seperti versi TV Series yang setiap episodenya merupakan murni hasil adaptasi dari buku. Pada versi movie-nya ini, tersebutlah R.L. Stine (Jack Black) from another world (anggap aja begitu), yang mana Stine ini adalah seorang penulis kisah horor bertemakan monster best-seller yang ternyata secara aneh hasil imajinasinya itu bisa benar-benar muncul di dunia nyata. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, setiap manuskrip karya yang telah dibukukan itu dia kunci rapat dan disimpan dalam rak buku tanpa pernah dibuka kembali. Stine punya anak cewek bernama Hannah (Odeya Rush), yang selalu hidup dalam kekangannya, tidak boleh bergaul, bahkan sampe disekolahkan secara home-schooling dengan alasan proteksi diri. Hal tersebut membuat rumah Stine beserta isinya cukup misterius dan mengundang rasa penasaran orang-orang yang ada di sekitarnya.

Stine baru aja kedatangan tetangga baru, seorang single parent, Gale Cooper (Amy Ryan) bersama anak laki-lakinya, Zach Cooper (Dylan Minnete). Zach juga memiliki seorang bibi yang diam-diam tertarik dengan Stine, bernama Lorraine Cooper (Jillian Bell). Mrs. Gale dan Zach ternyata mengajar dan sekolah di sekolah yang sama. Di sekolah barunya, Zach langsung mendapat teman pertamanya yang super aneh dan kocak, bernama Champ (Ryan Lee) yang sering diejek oleh temannya menjadi Chump (payah). But, since Champ ini orangnya kocak dan nggak peduli sama perlakuan teman-temannya, so dia santai aja. Nah, kebetulan sekolah baru Zach akan mengadakan semacam pesta dansa, berhubung belum kenal gadis manapun, dan Champ juga jelas nampak sekali seperti jones, akhirnya mereka janjian untuk ke pesta dansa bersama. Sayangnya, rencana mereka ke pesta dansa batal, karena Zach (yang sebelumnya sudah berkenalan dengan Hannah dan curiga bahwa Stine memperlakukan dirinya dengan kasar) mengajak Champ untuk menyelinap masuk ke rumah Stine yang ternyata terkesan horor, untuk mencari tahu keadaan Hannah. Well, secara ngga sengaja Zach dan Champ menemukan rak buku penuh manuskrip karya Stine dan nggak sengaja membukanya. Menyebabkan makhluk-makhluk menyeramkan dari hasil imajinasi Stine keluar dan memporakporandakan kota. Di sinilah petualangan seru khas remaja dimulai. Mau tau kelanjutannya mendingan nonton aja yak!


Let's start with the characters
Semua karakter di dalam film ini diperankan sama orang-orang yang cukup gue kenal lewat film-film sebelum ini. Seperti Dylan Minette yang sebelumnya gue tau dari TV Series MARVEL'S AGENTS OF SHIELD (2013) yang berperan sebagai remaja dengan kemampuan membekukan. Lalu ada Ryan Lee yang gue tau dia masih bocah di film SUPER 8 (2011), terus Odeya Rush di THE GIVER (2014). Nggak lupa juga Jillian Bell yang jadi tokoh jahat di 22 JUMP STREET (2014), dan Jack Black sendiri pastinya yang udah terkenal dengan banyak banget film-film komedi anti-mainstream-nya. This movie terkesan awesome dengan karakterisasi yang luar biasa. Setiap aktor dan artisnya berhasil berakting dengan sangat luwes dan mendalami karakternya masing-masing. Justru gue harus acungin jempol setinggi-tingginya buat Ryan Lee yang berhasil memerankan karakter Champ yang koplak abis dengan sangat-sangat baik. Yah, Jack Black juga berhasil menyajikan gaya komedinya yang biasa dia lakuin, tapi dengan sisi yang sedikit terkesan lebih dark. Bagi gue sih ini menarik, walau sebenernya di film ini dia (rasanya) bukan menjadi sorotan utamanya, melainkan Dylan Minette dan Odeya Rush.

Untuk tokoh-tokoh monsternya sendiri, film ini mengambil monster-monster yang paling terkenal di buku-buku R.L. Stine sebagai tokoh jahat utamanya. Misalnya, Slappy the Dummy (ventriloquist doll) yang muncul di buku "Night of the Living Dummy" dan beberapa buku lainnya. Slappy the Dummy jadi the main villain yang nantinya mengontrol semua monster yang keluar dari buku. Selain itu, beberapa setting di film juga mengambil setting seperti versi bukunya, misalnya keberadaan Horror Land setengah jadi di dalem hutan. Terus ada juga tokoh Yeti (The Abominable Snowman of Pasadena), Werewolf (The Werewolf of Fever Swamp), Giant Mantis (A Shocker on Shock Street), para Gnome (Revenge of The Lawn Gnomes), dan banyak lagi yang lainnya. Mungkin ngga semua tokoh villain bakal dikenali sama kalian yang nggak pernah baca buku-buku R.L. Stine, but it's okay, karena sama sekali ngga ada pengaruhnya kok udah baca atau belum. Lagipula penggambaran beberapa monster juga cukup berbeda dengan versi bukunya. Which is good for some viewers, tapi bagi penggemar Goosebumps garis keras pastinya bakal banyak protes. Khusus bagi gue, gue sih seneng-seneng aja, karena apapun modifikasinya, semua itu menjadi satu hal yang menguatkan film ini. Yang lebih bikin puas adalah CGI yang tergolong pas, nggak lebay tapi juga nggak keliatan terlalu bohongan.

Alternative poster of GOOSEBUMPS (2015)


What about the plot?
Tepat di akhir film, R.L Stine versi Jack Black ini mengatakan kalo yang namanya cerita itu ada 3 bagian: pembukaan, isi cerita, dan twist. Yep, plotnya cukup nge-twist di sana-sini. Walau sebenernya masih gampang ditebak sih twist-nya. But, twist is twist. Yang bikin film ini jadi menarik adalah pembawaan kisahnya yang jauh dari kata "seram serius", karena di sini genre-nya sedikit diubah jadi lebih ramah terhadap anak-anak. Daripada horror yang menegangkan, ini lebih terasa seperti petualangan keluarga yang penuh dengan keseruan, hal-hal konyol, dan juga hubungan antar karakter yang menarik buat disimak. Yes, di sini juga monster-monsternya mengalami beberapa modifikasi konyol, seperti werewolf yang mengenakan celana basket dan sepatu Converse, ditambah efek menggonggong layaknya anjing biasa sebelum melolong.

You can't stop laughing even in the most suspenseful scene
It's a comedy, indeed. Tapi bukan berarti bener-bener nggak ada adegan bikin tegang. Ada. Tapi ya gitu, selalu ditutup atau di-twist dengan hal-hal konyol yang bikin penonton langsung ketawa gelak-gelak. Misalnya, adegan Jack Black yang diserang sama segerombolan Gnome pake tali-temali yang adegannya jelas banget jadi semacam plesetan film dia yang lainnya, GULLIVER'S TRAVEL (2010), tapi tetep ada unsur tegangnya.

Pada akhirnya, gue ngga bisa bilang film ini luar biasa, karena film ini memang ngga sesuai ekspektasi awal gue. Tapi, alur, komedi, efek, dan juga karakterisasinya bener-bener colorful dan bikin nggak bosen mengikuti sepanjang jalannya cerita. It's enjoyable. Go bring your entire family members to watch this movie. It's worth to watch, trust me. Film yang bener-bener aman dikonsumsi semua kalangan.

Most favorite scene:
Adegan ketika trio Zach, Hannah, and Champ dikejar-kejar Yeti di dalem arena ice hockey. Champ yang dengan pedenya langsung naik ke mobil perata permukaan es, terus nyalain mesinnya like a boss, and after that teriak ke temen-temennya buat segera naik. Ternyata, mobil itu jalannya kayak siput. Bubarlah mereka dalam kepanikan. Dodol sumpah. Kalian mesti cek sendiri buat buktiin kekoplakannya.

Score: 8,8/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team