Review Film THE LAST WITCH HUNTER (2015)

THE LAST WITCH HUNTER (2015) movie review by Glen Tripollo
Nonton ini karena gue kangen sama aksi Vin Diesel di film dengan genre yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Setelah FURIOUS 7 (2015), ini adalah film kedua Vin Diesel di tahun 2015 ini. Mengusung aksi yang dengan balutan fantasy. Suatu hal yang cukup lama nggak gue liat dari Vin Diesel sejak film THE CHRONICLE OF RIDDICK Saga. Gue jadi kepikiran buat re-watch dari awal terus nulis review-nya di sini. Nanti aja deh. Sekarang kita fokus dulu sama review film THE LAST WITCH HUNTER (2015) berikut ini.

THE LAST WITCH HUNTER (2015), sebenernya secara judul, judulnya tergolong mainstream kisah fantasy. Yang mana dari judul aja sebenernya gue ngga ngasih ekspektasi apa-apa secara berlebihan. Gue nonton murni karena kangen aja sama aksi Vin Diesel di genre-genre seperti ini. Tapi, pada akhirnya apakah film ini berhasil memuaskan gue sebagai penikmat film? Let's see~!

Film ini menceritakan tentang Kaulder (Vin Diesel) seorang pemburu penyihir dari abad pertengahan. Tadinya, Kaulder punya pasukan sendiri, namun misi untuk membunuh sang Ratu Penyihir telah membuat semuanya binasa hingga menyisakan Kaulder sendiri yang berhasil mengalahkan Sang Ratu. Sayangnya, sesaat sebelum kematiannya, Kaulder dikutuk untuk hidup abadi. Hingga akhirnya setting berubah ke masa kini, dunia di mana manusia mengakui adanya sihir dan penyihir di tengah-tengah kehidupan mereka. Namun, perlakuan terhadap para penyihir ini sudah berbeda dengan jaman dulu. Tidak ada penyihir yang sembarang ditangkap dan dihukum mati, selama penyihir-penyihir itu memegang teguh aturan untuk tidak menggunakan sihirnya langsung kepada manusia sebagai objeknya. Nah, tapi emang dasar sebuah aturan itu ada untuk dilanggar oleh orang-orang bandel, ada seorang penyihir hitam bernama Belial yang berusaha mencari cara untuk membangkitkan kembali Sang Ratu Penyihir. Bersama dengan Chloe (Rose Leslie) yang merupakan seorang penyihir dari golongan Dream Walker (penjelajah mimpi), dan Dolan--semacam asisten dari kubu gereja yang bertugas menjaga Kaulder--ke-37 (Elijah Wood), Kaulder berusaha mencegah kebangkitan kembali Ratu Penyihir. Berhasilkah dia? Selengkapnya, silahkan cek sendiri ya!


The plot is too mainstream, but it's okay I guess... (+7)
Gue cukup sering nemu cerita bergenre dark fantasy yang punya main plot kurang lebih sama, yaitu tokoh utama seorang manusia biasa yang berjuang buat mengalahkan dark lord. Bedanya, di sini Kaulder bukanlah tokoh yang secara obvious menjadi seorang the choosen one, melainkan takdir atau dalam hal ini bisa dibilang sebagai keapesan nasibnya dia menjadi abadi dan hidup hingga kini untuk mengontrol dan memburu para pengguna sihir hitam. It's not because he's special, tapi karena secara kebetulan dialah yang berhasil bertahan hidup dan menghentikan sang Ratu Jahat di awal kisah, membuatnya terkena kutukan hidup abadi. Kisah ini juga terasa lebih fresh karena setting yang dipakai adalah masa kini, dan di luar ekspektasi ternyata punya basic world building yang cukup matang, termasuk penentuan berbagai macam tipe penyihir serta penamaan masing-masing tipenya. Jempol ke atas lainnya khusus untuk berbagai referensi yang dipakai di dalam film. Gue sampe tercengang ngeliat percakapan Kaulder dan Dolan ke-37 mengenai dark arts, bahan-bahan yang dipakai, serta istilah-istilah rumit lainnya yang berhubungan dengan dunia sihir yang terkesan seperti benar-benar ada alias believable. Entah ya, mungkin kalo kamu seorang occult mania bisa lebih paham soal ini dan mungkin juga bahasan tentang dunia sihir di film ini masih belum menyentuh kategori wow bagi kalian. Karena gue awam soal sihir-sihiran, so, gue udah ngerasa cukup puas dengan apa yang diangkat di sini.


Sedikit banyak gue jadi inget sama film fantasy THE SORCERER'S APPRENTICE (2010) yang dibintangi oleh Nicholas Cage dan Jay Baruchel. Tapi, khusus dalam pendalaman materinya, THE LAST WITCH HUNTER (2015) masih satu tingkat lebih detail dan lebih menarik untuk disimak.

But ... the dialog was boring, the acting was cheesy (-2)
Hal yang gue sayangkan memang. Walau punya ide cerita yang mainstream, tapi kemasannya udah cukup mumpuni untuk menjadi bahan hiburan di kala senggang. Seru kok adegan aksinya, walau begitu film ini kurang didukung dengan dialog yang bagus. Ada sisipan joke di dalam dialog, tapi rasanya garing abis. Belum lagi dialog-dialog panjang yang bagi gue malah jadi kayak lagi kuliahin penonton sampe bikin gue nyaris ngantuk. Padahal pemain dalam film ini ngga sembarangan, tapi entah kenapa gue ngerasa mereka belum mengerahkan seratus persen kemampuan mereka untuk mendalami karakternya masing-masing. Kaulder berusaha kelihatan cool dengan gaya bicara kaku nan sok kerennya, tapi fail. Paling mengecewakan ya Michael Caine, aktor kawakan yang nggak kebagian peran yang cukup berarti di dalam film. Tapi, it's okay. Film ini masih bisa dinikmati untuk hiburan di saat senggang dan pikiran tenang. Bukan saat lagi bete atau mumet karena kemungkinan bakal terasa efek ngantuknya. (Yah, penggemar GAME OF THRONES pasti bakal semangat sih nonton ini, because of Rose Leslie yang imut--oops, not my type~!).


Clean and smooth CGI effect (+1), and nice "horror" feel (+1)
Syukurlah, di luar daripada dialog yang kurang menarik, dan juga pendalaman karakter yang kurang nendang, setidaknya setiap adegan aksi jadi berasa lebih ciamik dengan dukungan CGI effect yang lumayan bagus. Seenggaknya masih lebih bagus daripada movie Nicholas Cage yang gue sebut barusan di atas. Sebenernya sih ada satu adegan di mana Kaulder menunggangi makhluk gede yang terbuat dari bahan kayu, bergerak dengan kecepatan tinggi, keliatan banget kalo background-nya tempelan, kurang maksimal mungkin editing-nya. Mungkin bagian editor-nya udah lelah? Eh~

Selain itu, film ini mengusung genre dark fantasy yang emang secara kasarnya menggabungkan unsur fantasy dengan hal-hal berbau horror. And this movie unbelievably made it. Memunculkan nuansa horror di beberapa adegan dan lumayan berasa tegangnya. This part is awesome. Gue anggap sebagai salah satu alasan kenapa penyuka horror boleh juga nyicipin film yang satu ini.

Nah, terakhir, sekedar imbauan aja sih. Film ini sama sekali nggak mengandung elemen-elemen dewasa seperti adegan ranjang dan sebagainya, membuat film ini aman dikonsumsi oleh segala usia. Just beware of the dark tone, dialog yang nggak bakal dimengerti anak-anak, dan juga praktik sihir hitam yang digambarkan lumayan believable, menjadikan gue agak was-was kalo misalnya anak-anak nonton film ini tanpa bimbingan orang tua sama sekali. Untuk keamanan dalam penyajiannya ini, gue kasih skor tambahan 0,7.

Score: 7,7/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team