Review Film WHIPLASH (2014)

WHIPLASH (2014) movie review by Glen Tripollo
Drama tentang musik mungkin udah cukup banyak ya. Dan rata-rata kisahnya mainstream, bikin gue jarang banget begitu bernapsu menjajal film yang plotnya gue duga bakal selalu gitu-gitu aja, ditambah elemen romance yang khas anak muda, dan kenaifan bahwa meraih mimpi cuma modal semangat aja. Well, salah satu alasan kenapa gue baru ngecek film ini sekarang pun seperti itu. Gue menduga film ini ngga ada bedanya dengan film bergenre sejenis. Jadi gue tonton di mana gue lagi bener-bener butuh hiburan di sela-sela waktu senggang. Tapi, Guys, ternyata gue salah total. Yuk, simak review film WHIPLASH (2014) ala gue berikut ini!

WHIPLASH (2014) menceritakan tentang Andrew Newman (Miles Teller), seorang mahasiswa tingkat awal sekolah musik, bermimpi menjadi seorang pemain drum jazz profesional dan terbaik di bidangnya. Di tempatnya belajar, ada seorang instruktur bernama Terrence Fletcher (J.K. Simmons) yang terkenal karena kenarsisannya dan kerasnya tindakannya dalam menuntut sebuah kesempurnaan. Andrew yang sudah sejak kecil menyukai drum ini melakukan segala cara untuk dapat menarik perhatian Fletcher agar dirinya diajak bergabung ke dalam kelompok musik Fletcher. Andrew berhasil. Namun, pengajaran Fletcher tidak seperti yang pertama kali dibayangkan Andrew. Fletcher kejam dan hobi membentak. Namun, di saat yang bersamaan juga bisa memberikan motivasi dan pandangan-pandangan terhadap anak didiknya agar berusaha maksimal bahkan melebihi kapasitas yang diyakini dimiliki oleh mereka. But extreme is extreme, cara didik Fletcher yang luar biasa keras membuat Andrew terpengaruh secara psikis. Di sini kemampuan dan kuatnya hati Andrew diuji, apakah dia akan menyerah pada mimpinya, atau justru sikap keras Fletcher membuatnya bangkit dan menjadi sesuatu yang lebih? Sepertinya akhir nasib Andrew udah bisa ditebak ya? Tapi, film ini bener-bener ngasih pengalaman yang berbeda saat penontonnya. Berikut gue bahas kenapa film ini berasa luar biasa.


Ini BUKAN film permen nan ringan yang menggambarkan kalau meraih mimpi itu semudah happy-happy
Yes, to be honest, gue bener-bener terperangah sama bagaimana sebuah kisah "meraih impian" bisa jadi terasa sangat dark seperti ini. Perjuangan yang tak mudah, bukan sekedar menggambarkan mindset "do what you love and have fun" pasti akan berhasil, karena pada kenyataannya semakin kita menatap ke puncak, semakin keras perjuangan yang harus dilakukan. Hal tersebut karena semakin gilanya threat yang bermunculan menerjang. Pada akhirnya, udah bukan masalah have fun dalam melakukannya melainkan sekuat apa keteguhan hati yang kita miliki untuk memperjuangkan apa yang kita sukai dan impikan. Jujur aja, penggambaran ekstrim dari Andrew dan kerasnya perjuangan dia mastering teknik drum hingga tangannya bercucuran darah ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapapun yang melihatnya. This is about the true love. Andrew bleeding for what he love, literally. Pesan moral yang bisa dipetik dalam film ini cukup banyak. Walau nggak bernilai 100% positif. Bagaimana cara Fletcher mengajar itu bukan suatu hal yang patut dicontoh, karena sebenarnya masih banyak pendekatan lain yang bisa dilakukan dalam memacu semangat dan perkembangan kemampuan seseorang.

Karakterisasi yang sangat matang dan juga akting yang mencengangkan
Gue tau Miles Teller mulai dari film bergenre romantic comedy sampe yang sci-fi fantasy, tapi baru kali ini gue ngeliat permainan watak olehnya yang menurut gue sangat baik. Memerankan karakter Andrew Newman yang awalnya terkesan seperti seorang mahasiswa clumsy dan introvert yang perlahan-lahan mulai mengalami tekanan piskologis akibat kerasnya pengajaran yang diberikan Fletcher, namun di satu sisi juga sifatnya perlahan-lahan berubah dari yang semula cengeng, jadi pribadi yang suka memberontak. Terlebih menjadi emotional di saat sesuatu berjalan tidak seperti yang diharapkannya. Same thing goes to J.K Simmons. I think he was brilliant. Peran sebagai Fletcher tidaklah mudah. Emosi yang naik turun, peralihan sikap yang ekstrim, semula santai dan kalem, lalu mendadak jadi pemarah yang selalu berkata-kata kasar. Damn it, pokoknya karakter Fletcher jadi bener-bener hidup diperankan Simmons. Nggak salah memang beliau mendapatkan award best supporting actor untuk aksinya dalam film ini.

Intinya lupakan film-film permen soal tari-menari itu, atau mungkin nyanyi-menyanyi, yang mana cuma latihan random mendadak di ending scene-nya langsung tercipta formasi yang keren atau nyanyi yang bagus banget. Seolah semua terjadi secara instan dan malah lebih fokus ke cerita soal persahabatan dan cinta-cintaan. This movie, is different. Di sini bener-bener difokuskan menyorot sebuah perkembangan, sebuah proses penciptaan manusia berbakat baru dengan cara yang luar biasa ngga terbayangkan kerasnya. Menjadikan film ini so much realistic than other movie with the same genre. Tujuan akhir dari film ini pun nggak muluk-muluk. Masih dalam batasan yang wajar.

Oh yeah, ada Melissa Benoist di sini. Belum, dia belum jadi SUPERGIRL (2015)

This is musical drama with a mix of psychological and a lil bit suspense. Rasa yang hendak disampaikan oleh setiap adegan di film ini tercapai dengan sangat baik. Sinematografi yang dipakai juga apik. Beberapa adegan dimaksudkan untuk mendapatkan efek realistik dengan still camera. Begitu meyakinkannya permainan drum Miles Teller, sampe-sampe gue ngga bisa nebak itu bener-bener dia yang memainkannya atau musiknya sekedar rekaman. Yang jelas this movie is awesome.

Film ini juga menggunakanan alur lambat dengan banyak adegan-adegan yang didramatisir. Tapi, bisa gue jamin film ini jauh dari kata membosankan. Selain karena dialog superb yang emosional, juga lagu-lagu yang dipakai di film ini (jazz super jadul) tapi enak dan nyaman banget di kuping. Gue langsung nyari kumpulan soundtrack-nya loh. Entahlah bagaimana kalo kamu bukan penggemar Jazz, but at least kalo kamu suka drum, kamu bakal menikmati entakan demi entakan yang dibuat oleh Newman.

Nah, walau di sini ada Melissa Benoist (Nicole), yang jadi girl of interest-nya si tokoh utama, tapi film ini sama sekali ngga menyorot habis romansa di antara keduanya. Like I said before, this movie focus on character development, what they started and what they achieved. Sedikit romance, artinya ngga ada adegan vulgar yang menjadikan film ini cukup aman dinikmnati sama keluarga, but still harus dengan bimbingan penuh bagi anak-anak.

Satu kalimat sebagai kesimpulan: Kalau belum nonton film ini, give it a try~! It's the best musical drama I ever watched.

Score: 9,8/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team