Review Film BEFORE I GO TO SLEEP (2014)

BEFORE I GO TO SLEEP (2014) movie review by Glen Tripollo
Sebenernya agak senyum sih, mengingat pas gue liat-liat pemain di film ini, ternyata kedua tokoh pria utamanya sama-sama main di film KINGSMAN: THE SECRET SERVICE (2015). Atau lebih tepatnya, setelah main film ini sama-sama, mereka diajak main lagi sama-sama di film bertemakan secret agent tersebut. Colin Firth dan Mark Strong, yang kali ini mengelilingi tokoh sentral seorang aktris yang terbilang luar biasa dan juga cantik di usianya yang kepala empat (gue fans-nya), Nicole Kidman. Colin Firth sendiri ternyata udah beberapa kali main film bareng Nicole Kidman, hanya saja, sekarang bukan drama-dramaan, melainkan sebuah cerita suspense-mystery yang lumayan bikin mindblowing. Penasaran? Yuk, lanjut baca review film BEFORE I GO TO SLEEP (2014) ala gue berikut ini.

BEFORE I GO TO SLEEP (2014) menceritakan Christine Lucas (Nicole Kidman) yang mengidap anterograde amnesia, yaitu kelainan otak yang tak mampu menyimpan memori baru, pasca insiden berdarah dan traumatis yang terjadi di masa lalu. Christine akan selalu mengingat bahwa dirinya masih berusia 20 tahun, setiap kali dirinya terbangun dari tidur keesokan harinya. Nah, senantiasa berada di sisi Christine setiap kali dia terbangun adalah Ben (Colin Firth), yang tidak pernah bosan menjelaskan segala hal yang telah dilupakan Christine setiap harinya. Terus, Christine ini juga memiliki kenalan seorang terapis bernama dr. Nasch (Mark Strong) yang selalu menelpon Christine di saat Ben pergi bekerja. dr. Nasch meminta Christine membuat video diary untuk membantu dirinya mengingat sepotong demi sepotong memori di hari-hari sebelumnya, yang ternyata berhubungan dengan kegiatan penyelidikan kepolisian mengenai kasus yang menimpa dirinya. Christine di masa lalu mengalami kekerasan fisik yang parah hingga membuatnya seperti sekarang ini. Siapa yang melakukan hal keji tersbut pada dirinya, hanya Christine yang tahu, tapi dia harus mengingatnya. Lewat video diary, potongan demi potongan memori pun akhirnya terkumpul, membuat Christine shock dan kebingungan, karena mendadak orang-orang di sekitarnya berubah jadi mencurigakan.


Premis cerita yang menjanjikan
Film ini sebenernya punya premis kisah yang menarik dan menjanjikan untuk dinikmati. Seorang wanita yang mengalami lupa ingatan memori jangka pendek, hal ini bikin gue inget sama film romance Adam Sandler and Drew Barrymoore, 50 FIRST DATE (2004). Walaupun kali ini, penyakit serupa malah menjadi pusat dari cerita suspense mystery. Sepanjang perjalanan film, penonton akan dibuat mikir, curiga sama si A, curiga sama si B, lalu berubah lagi dan lagi hingga kita disambut oleh sebuah plot twist. Tapi premis cerita yang menjanjikan itu belum tentu bagus juga, tergantung bagaimana penggarapan filmnya. Bagaimana dengan film ini?

Aktor dan aktris papan atas
Khusus Nicole Kidman, Colin Firth, dan Mark Strong, mereka memiliki kualitas akting yang luar biasa. Bagaimana karakter Christine yang penuh kebingungan dan seiring waktu berlalu pun semakin diliputi oleh perasaan cemas mengenai siapa dirinya dan siapa yang sebaiknya ia percayai, sangat berhasil dihidupkan oleh Nicole Kidman. Aktingnya ngalir. Yang terpenting sih sebenernya Nicole Kidman di sini pakai gaya rambut berponi yang bikin beliau terlihat sangat muda dan cantik warbiyasah! #plak. Nggak kalah aktingnya, Colin Firth, berhasil menghidupkan karakter Ben, orang yang mengaku sebagai suami Christine, namun semakin lama gelagatnya membuat penonton makin bertanya-tanya. Ditambah Mark Strong dengan ekspresi datarnya sebagai ahli terapis, di satu sisi dirinya pun membuat penonton jadi curiga. Walau ini film 2014, tapi berhubung gue baru nonton di tahun ini, gue rasa film ini berhasil menjadi film paling mindblowing yang pernah gue tonton di tahun 2015 ini. Sesuai deh sama tagline di posternya. Sayangnya ada beberapa hal yang bikin gue agak kecewa, misalnya yang bakal gue bahas selanjutnya.

Alternative poster untuk film
BEFORE I GO TO SLEEP (2014)
Too much plotholes
Yup, ini adalah satu dari beberapa hal yang paling bikin gue ngerasa terganggu, karena dari awal sampai akhir gue cari jawabannya, ternyata tetep aja nggak terjawab. Tapi bukan berarti film ini jadi berakhir cliffhanging sih, nggak kok. Ending-nya sangat jelas dengan plot twist yang lumayan walaupun sebenernya masih agak terbaca sejak awal. Film ini dimulai dengan adegan Christine yang mendadak terbangun di kamar, dipeluk sama seorang pria yang dia rasa tak dia kenal. Dia jalan ke kamar mandi, dan nemuin banyak foto-foto yang menggambarkan kalo dirinya udah menikah. Menikah dengan pria bernama Ben yang tidur dengannya itu. Ben nyeritain kondisi Christine, soal ingatannya yang terganggu. Sampai suatu waktu Christine dapet telepon dari dr. Nasch yang mengaku sebagai terapis pribadinya. Lalu, adegan pun flashback ke beberapa minggu yang lalu. Diceritakan bahwa dr. Nasch yang menyuruh Christine membuat video diary, namun sejak awal nggak dibahas bagaimana Christine yang selalu lupa kejadian sehari itu bisa tiba-tiba terhubung dengan dr. Nasch, terlebih pertemuan mereka sama sekali tidak diketahui Ben.

Ini cuma satu dari sekian banyak plothole yang bakal kalian temuin di dalam film ini. Berhubung lubang-lubang ini seperti sengaja dibiarkan terlihat jelas oleh penonton. Entah semacam strategi penyampaian kisah atau bukan, yang jelas ini bawa dampak kurang mengenakan setelah filmnya usai. Berasa ada yang mengganjal soalnya. Sekali lagi, maksud gue bukan cliffhanging yah~

Slow pace tapi pembangunan nuansa suspense-nya lumayan berasa
Alur lambat begini sebenernya cenderung bikin ngantuk, but again, setelah film THE GUEST (2014) dan THE DROP (2014), film ini termasuk salah satu film suspense ber-slow pace yang lumayan nggak bikin ngantuk. Karena perasaan penonton dicampur aduk, dengan pembangunan unsur ketegangan yang perlahan-lahan makin greget. Tapi sebetulnya kesimpulan akhirnya kurang begitu greget karena adanya plot hole itu tadi.

Nah, apakah secara keseluruhan film ini layak buat ditonton? Sangat layak dan sangat menghibur. Tapi, bukan tipe film yang ditunggu-tunggu dan wajib ditonton sih. Satu lagi, walaupun nggak ada adegan explicit, tapi film ini mengangkat tema dewasa yang mustahil juga bakal dingerti anak-anak. Jadi ya, buat yang udah pada dewasa, silahkan tonton sendiri aja, atau sama pasangannya.

NB: Penampilan Nicole Kidman di sini bener-bener bikin gue melotot. :)) Sumpah ya rambut poninya bikin gemes (pendapat subjektif, wkwkwk).

Score: 7,3/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

2 komentar:

  1. Gue belum pernah nonton film ini, tapi dari reviewnya kayaknya nggak bakal nyesel kalo beli DVD-nya ya. Hehehe.

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team