Review Film MIDNIGHT SPECIAL (2016)

MIDNIGHT SPECIAL (2016) movie review by Glen Tripollo
Ngeliat trailer, ngeliat poster, gue merasa kalo film ini layak buat ditonton karena sedikit banyak ngingetin gue sama film-film science fiction ala tahun 80-90an kayak misalnya film E.T THE EXTRA-TERRESTRIAL (1982), yang mana menjadi salah satu film fenomenal karya Steven Spielberg yang menitikberatkan konflik utamanya pada sisi drama hubungan seorang anak kecil dengan alien yang berasal dari planet lain. Dramanya bikin baper banget. Nah, terus gimana dengan film ini? Beneran nggak jauh beda sama perkiraan awal? Layak tonton gak sih film yang dibintangi Michael Shannon sang nominator Oscar ini? Supaya tau, yuk, simak dulu review film MIDNIGHT SPECIAL (2016) ala gue berikut.

MIDNIGHT SPECIAL (2016) menceritakan seorang anak bernama Alton Meyer (Jaeden Lieberher) yang sedang dalam pelarian bersama orangtuanya, Roy Tomlin (Michael Shannon) dan Sarah Tomlin (Kirsten Dunst), serta seorang polisi lokal yang senantiasa membantu mereka di saat-saat sulit, Lucas (Joel Edgerton). Kenapa melarikan diri? Nah, ternyata di awal kisah udah langsung diungkap alasannya, yaitu karena Alton punya kemampuan yang aneh, salah satunya memancarkan cahaya menyilaukan dari kedua matanya. Kemampuan tersebut membuat Alton dicari-cari oleh dua kelompok orang dengan kepentingannya masing-masing. Kubu pertama adalah pemerintah yang mengirimkan agen-agen lapangan untuk menangkap Alton. Mereka yang curiga dengan jati diri Alton ingin menginterogasi dan menelitinya. Sedangkan kubu lainnya adalah sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah sekte yang menjadikan Alton sebagai "nabi" mereka yang dipercaya kehadirannya mampu menjaga dan melindungi mereka dari kehancuran dunia. Kebetulan sekte sesat tersebut dikepalai oleh ayah angkat Alton, Calvin Meyer (Sam Shepard). Lantas apa sih sebetulnya rahasia di balik kemampuan Alton ini? Tonton aja sendiri ya versi lengkapnya. Hehe. Kebetulan gue nonton ini di bioskop dan cukup lama juga ketunda menulis review ini. So, buat yang belom nonton mungkin bisa beli DVD-nya.

Elemen menegangkan yang ditonjolkan sejak awal film
Gue nyaris ngga ada ide awalnya filmnya ini bakal nyeritain tentang apa. Karena tau-tau adegan pembukanya langsung disuguhin sama berita tentang kasus penculikan seorang anak bernama Alton Meyer, oleh dua orang pria yang diketahui bernama Roy Tomlin dan sahabatnya, Lucas. Tak lama kemudian, kamera menyorot bagian dalam sebuah motel yang ternyata menjadi tempat persembunyian si penculik. Di sini kita jadi tau kalo ternyata yang menculik adalah ayahnya Alton sendiri, dan orang yang melaporkan penculikan tersebut adalah ayah angkat Alton yang juga seorang kepala sekte. Selidik punya selidik, ternyata Alton bukanlah anak biasa. Dia harus selalu mengenakan kacamata hitam yang berbentuk seperti kacamata renang, kalau nggak, he will going Cyclops-like, menyemburkan cahaya putih menyilaukan dari kedua matanya dan dapat menghancurkan benda-benda di sekitarnya. Di sini tone backsound yang dipakai nggak jauh beda sama klasik horror movie era 80an, yang mana bikin gue sempet ketipu kalo film ini sebetulnya film horor. Padahal bukan. Gue kasih apresiasi untuk hal ini, karena berkat elemen tegang di pembukaan film, gue sebagai penonton jadi terdorong sama rasa penasaran tentang misteri yang sebenarnya lagi dibahas di sini.

Alur lambat yang agak menyiksa
Let's be honest, walaupun pembukaan film bisa dikatakan bagus dan langsung menegangkan, sayangnya sepanjang perjalanan kisahnya kita bakal disuguhkan adegan demi adegan dengan pace yang semakin lambat. Saking lambatnya sampai-sampai gue ngerasa ngantuk hingga ke 3/4 akhir film. Kalau nggak salah, tujuan sesungguhnya sang ayah membawa lari Alton baru benar-benar diketahui setengah jam menjelang ending. Jadi selama itu, kita ngga dikasih clue apa-apa tentang tujuan dari sang ayah, yang kita tahu sang ayah membawa lari Alton ke suatu tempat, entah tempat apa. Namun, ketika akhirnya kesimpulan akhir hendak disuguhkan, barulah kita yang semula kehilangan jejak akhirnya jadi ngerti dan excited menantikan apa yang bakal terjadi selanjutnya dengan Alton. Bahkan sang ayah yang membawa lari Alton nggak punya ide kenapa dia melakukan itu dan ke mana dia harus membawa Alton. Dia cuma merasa hal tersebut adalah yang paling benar untuk dilakukan.

Mata nyala itu kemampuan si Alton Meyer, bukan sensor ala KPI yak!

Intinya sih begini, setelah kita nonton, kita bakal disuruh menentukan sendiri apa dan siapa sebetulnya Alton. Apakah benar ia semacam utusan dewa? ataukah alien? ataukah fenomena alam lainnya? Bagian penutup film ini akan membuat kalian semua tercengang, tapi yah cuma di bagian ending aja. Di sini nggak ada plot twist, dan kisahnya tergolong sederhana walaupun dibuat membingungkan. Membingungkannya bukan karena twisted story, tapi karena penonton memang ngga dikasih clue yang memadai hingga ke akhir film. So is it good? Depends. Untuk gue pribadi, walau pertengahan film terasa begitu boring, tapi fenomena yang menjadi jawaban siapa Alton sebenarnya lumayan bikin membuka mata dan kembali bersemangat. Kok bisa begitu? Karena sebagian besar adegan film adalah malam hari, lalu di bagian akhir kalian akan disuguhkan sama cahaya-cahaya menyilaukan dari berbagai sisi. Lumayan sih, kalo kalian punya mata sensitif, mungkin siapkan kacamata hitam buat jaga-jaga.

FYI, film ini ditulis dan disutradarain langsung sama Jeff Nichols yang pernah menyutradarai dua film bagus, TAKE SHELTER (2011) dan MUD (2012), selain itu Jeff juga sering banget berkolaborasi dengan Michael Shannon. So, sebetulnya film ini seperti dua film sebelumnya, punya karakteristik unik dan berpotensi untuk menjadi bagus. Sayangnya dari segi eksekusi, rasanya masih kurang greget. Nice try by the way untuk konsepnya.

Terus apakah pada akhirnya film ini membawa kembali taste sci-fi tahun 80an? Gue rasa nyaris. Satu yang kurang dari film ini adalah unsur dramatis yang bisa mengundang rasa sedih penonton. Intinya, lumayan untuk dijadikan hiburan, kualitas CGI memang belum luar biasa, plus feel-nya yang belum bisa tersalurkan dengan baik ke penonton. Walau begitu, film ini cocok kok dijadikan tontonan keluarga, berhubung tema yang diangkat sederhana, memiliki tokoh sentral seorang anak-anak, dan bener-bener aman untuk dikonsumsi sama anak-anak di bawah umur. Tapi pastikan kalian siapin bantal, karena anak-anak kemungkinan besar bakal tertidur pulas di tengah-tengah film.

NB: Rasanya film ini juga udah tersedia di Youtube versi full-nya, silahkan main ke sana untuk mengeceknya~

Score: 6,5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team