Review Film DOCTOR STRANGE (2016)

DOCTOR STRANGE (2016) movie review by Glen Tripollo
Setelah ANT-MAN (2015), sebagai superhero baru yang diperkenalkan Marvel Studio sukses dalam debut pertamanya, kali ini Marvel Studio kembali memperkenalkan superhero baru ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Tentunya bagi seorang hardcore fans of Marvel Comic, karakter ini udah nggak asing lagi. Tapi bagi fans yang tahu Marvel lewat film-filmnya, kemungkinan besar masih merasa asing dengan karakter yang satu ini. Terlebih superhero yang ini memiliki kisah dan kemampuan yang agak berbeda dengan superhero lainnya, sekilas jadi nggak keliatan atau terkesan kalau karakter ini juga bagian dari Marvel's Superheroes. Emang siapa sih? Yuk, simak terus review film DOCTOR STRANGE (2016) ala gue berikut ini.

DOCTOR STRANGE (2016) berfokus pada kehidupan Dr. Stephen Strange (Benedict Cumberbatch), seorang ahli bedah yang narsis dan arogan karena memiliki kemampuan luar biasa dalam bidangnya, ditambah kecerdasan, daya tanggap cepat, dan daya ingat yang luar biasa, menjadikan Strange merasa semakin berada di atas angin dengan kehidupannya yang begitu mudah dan bergelimang harta melimpah. Namun, keadaan tersebut ternyata harus berubah drastis karena kecerobohannya membuat ia mengalami kecelakaan parah yang mengakibatkan kedua tangannya tak dapat berfungsi dengan normal lagi. Sambil depresi, Strange berusaha mencari jalan mengembalikan kedua tangannya (yang mana menjadi aset paling penting dalam karir kedokterannya). Dengan biaya yang tak murah, perlahan Strange pun kehilangan kekayaannya. Nyaris putus asa, Strange mendapatkan informasi dari seorang pria yang dulu pernah dinyatakan lumpuh namun ternyata mampu kembali berjalan dengan normal, mengenai keberadaan The Ancient One (Tilda Swinton), seorang guru spiritual yang tinggal di Kamar-Taj, Nepal. Strange pun nekat pergi ke Kamar-Taj untuk berguru pada Ancient One yang ternyata memiliki kemampuan jauh dari apa yang dibayangkan Strange. Niat Strange yang mengikuti pengajaran Ancient One hanya demi kesembuhan tangannya pun akhirnya terpaksa terlibat dalam suatu masalah yang lebih besar, yang berkaitan dengan melindungi umat manusia dari kehancuran yang direncanakan oleh Kaecilius dan pengikutnya, mantan murid Ancient One yang berambisi mengejar keabadian dan membangkitkan Dormammu. Sanggupkan Doctor Strange yang belum lama mendapatkan kemampuannya menyelamatkan dunia dari kehancuran? Tonton filmnya ya jangan lupa! Hehe.

Let's talk about the characters
Gue sendiri sebenernya amat-sangat pemula dalam dunia per-Marvel Comic-an. So, jujur, gue juga belom pernah denger soal Doctor Strange sebelum berita tentang pembuatan filmnya diumumkan. Gue langsung cari references dari berbagai sumber termasuk baca komiknya demi mengenal karakter yang satu ini. Satu hal yang bisa gue ucapin buat Doctor Strange adalah sesuai dengan namanya "strange" but "unique". Bener-bener membawa nuansa dan rasa baru di dunia per-superhero-an. Setelah diperkenalkan karakter Scarlet Witch di THE AVENGERS: AGE OF ULTRON (2015) yang memiliki kemampuan sihir, kali ini Doctor Strange memberikan pertunjukan kemampuan sihir yang jauh lebih beragam dan kompleks. Udah nyaris kayak Harry Potter wizardly world di dunia Marvel. Kecuali, di sini nggak pakai embel-embel tongkat sihir. Murni mengandalkan energi dalam tubuh (kalo di Naruto disebutnya cakra) dan ya, Harry Potter nggak bakal ada apa-apanya sama kemampuan sihir yang bisa memanipulasi ruang dan waktu ala Doctor Strange. Penggambaran kemampuan di versi movie ini sedikit banyak mengingatkan gue sama film INCEPTION (2010), bedanya Doctor Strange memanipulasi dimensi di alam nyata tanpa mempengaruhi kehidupan di sekitarnya, hingga dapat membuat portal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Soal kemampuan lengkapnya mungkin mesti kalian lihat sendiri di film agar lebih kerasa kerennya.


Nah, pemilihan aktor Benedict Cumberbatch sebagai Doctor Strange bagi gue pribadi udah merupakan langkah yang tepat. Yang mana gue bisa rasain ini karena perannya beneran nempel sama si aktor, nggak sekedar kayak aktor Hollywood yang lagi cosplay jadi superhero, tapi lebih memberikan kesan bahwa Cumberbatch is Doctor Strange. Gue belum pernah bener-bener merhatiin peran Cumberbatch di film lain, makanya kesan pertama gue ngeliat dia adalah orang berkepribadian serius, kaku, dan pemikir. Nggak nyangka dia bisa cocok juga bermain dalam film dengan sisipan komedi begini. Selain Cumberbatch, tokoh villain di sini, Kaecilius, pas banget diperankan sama Mads Mikkelsen, aktor yang gue favoritkan sejak perannya sebagai Hannibal Lecter di TV series HANNIBAL. Cuma ya, di sini kualitas aktingnya ngga terlalu di-expose karena memang tokohnya terbilang sederhana. As well as Tilda Swinton yang berperan sebagai Ancient One. Gue sempet denger kabar kalo Tilda sampe diprotes sama sebagian besar fans (sebelum filmnya rilis) karena seolah Marvel sedang melakukan "white-washing" dengan menggunakan Tilda sebagai karakter yang lebih cocok diperankan orang Asia. Well, kalo dari mata gue pribadi pas nonton, Tilda cocok banget sama perannya di sini. Lagipula tuduhan white-washing nggak sepenuhnya benar, karena pertama, Ancient One ini semacam julukan, ngga ada yang mewajibkan karakternya harus Asia. Kedua, kita tahu ada karakter bernama Wong yang diperankan orang Asia, Benedict Wong. Oh, shit, there's two Benedict in this movie. Plak! 

Tokoh-tokoh lainnya nggak ada yang jadi masalah sih, kecuali pemilihan Rachel McAdams sebagai Christine Palmer yang gue rasa agak kurang pas. Chemistry-nya sama Cumberbatch hampir nggak ada, bahkan nyaris aja gue ngerasa Palmer ini cuma tokoh sampingan yang nggak ada pentingnya. Tapi sepanjang film-film MCU dan film-film superhero lainnya, memang sih jarang banget yang tokoh cewek pasangan si superhero itu terlihat pas sama karakternya. Seringkali mengecewakan. Satu-satunya tokoh cewek pasangan superhero yang gue suka dan pas sama perannya baru Natalie Portman di film THOR.


Gue harap sih kalo sampe ada sequel-nya, seenggaknya tokoh dr. Palmer lebih diperkuat lagi keberadaannya, biar berasa jadi pasangan superhero-nya, bukan sekedar cewek numpang lewat yang muncul pas cuma lagi diperluin aja. Kasian kan! Kalo ngga bisa, maka mendingan gak usah dimunculin lagi.

Banyak banget adegan yang bikin gue tercengang
Yang ini agak subjektif, yaitu dari kacamata gue sendiri, gue ngerasa film ini penuh dengan adegan-adegan yang bikin tercengang kagum atau seolah terbawa banget sama suasana di dalam filmnya. Bikin gue nggak bisa lupain adegan-adegan tersebut dari kepala gue. Misalnya saat jiwa Strange keluar dari badannya pas digebuk Ancient One demi ngebuktiin kalau hal supernatural itu ada, terus semua battle scene yang ada di film ini gue anggap well-made, dengan koreografi yang luar biasa apiknya. Salut banget sama orang-orang behind the scene yang udah ngatur gerakan berantem tokoh-tokoh di dalam film ini. Walau kebanyakan pertarungan jarak jauh dengan saling memanipulasi dimensi, tapi yah, berasa banget keras dan ngerinya karena dibikin fast-pace dan didukung sama backsound yang mantap banget membangkitkan semangat buat nonton adegan tersebut. Kebetulan gue nonton film ini di studio dengan feature Dolby Atmos, jadi lumayan keluar banget suaranya.

Awesome CGI effect
Untuk yang satu ini, gue nggak bisa berkata-kata banyak selain cuma bilang amazing. Yep, gue rasa dari seluruh film-film MCU dan bahkan beberapa film lainnya, CGI effect yang disuguhkan di film ini paling luar biasa. Memang secara garis besar feel yang bisa dirasakan nggak jauh beda dengan film INCEPTION (2010), tapi karena teknologi udah lebih berkembang, CGI effect di sini membawa INCEPTION-like effect to the absolutely next level. Efek-efek perubahan ruang seperti nirmana di sekeliling para karakter yang sedang bertarung, membengkokkan gedung, mengubah arah gravitasi. Damn, gue ngerasa kayak naik roller-coaster cuma dengan ngeliat pergerakan mereka yang keren banget.


Just like another MCU movies, this, too, has a powerful comedic scenes
Udah jadi ciri khas bagi film-film MCU yang selalu menyelipkan elemen komedi di tengah-tengah adegan serius, menjadikan film-filmnya lebih fun to watch dibanding yang terlalu mengedepankan keseriusan dan terlalu menonjolkan rule-of-cool dari tokoh utamanya. Gue nggak lagi nyindir DCEU sih, karena DCEU pun tetep punya fans sendiri yang memang suka dengan style pembawaan cerita kayak gitu. Gue cuma mau bilang, fun to watch ala Marvel itu membuat filmnya lebih santai dan bisa dinikmati sama lebih banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Walau gue nggak ngerti kenapa di Indonesia film DOCTOR STRANGE (2016) malah dikasih rating dewasa, padahal di format aslinya masih masuk PG-13. Mungkin karena adegan awal yang terkesan agak disturbing pasca dr. Strange mengalami kecelakaan? Gue juga sempet ngerasa agak miris sih pas liat tangan dr. Strange disangga-sangga pake logam gitu. Ngilu banget rasanya.

Back to the comedy scene. Walaupun awalnya gue agak ragu kalo Benedict Cumberbatch bakal cocok berkomedi ria, maklum as I said before, gue belom pernah liat dia akting di film lain, dan kebetulan tampang dia terkesan kaku and serius, tapi nyatanya he nailed it perfectly. Muka serius and kakunya justru jadi kekuatan buat nampilin komedi. Komedi di sini ngga terasa dipaksakan dan ngalir gitu aja. Walau ngga bisa dikatakan fresh, tapi dibawakan dengan pas. Jadi yah, siap-siap aja ketawa di adegan-adegan yang mestinya serius banget, tegang, atau agak mengharu-biru. Memang nggak separah komedi di GUARDIANS OF THE GALAXY (2014), tapi pas banget lah. One of the most hillarious comedy scene is pas dr. Strange akhirnya diizinkan tinggal di Kamar-Taj, dia dikasih kertas bertuliskan Shamballa, yang dia duga itu semacam mantra. Padahal, cuma password Wi-Fi. Kampret emang, gue langsung ngakak. Selebihnya, bisa dicek sendiri di filmnya.

And the conclusion is ...
This is a must watch movie, baik bagi penggemar MCU, maupun yang belom pernah nikmatin MCU. Alur ceritanya asyik. Walaupun bagian dari MCU, tapi feel dan nuansa yang digambarkan di sini berasa seperti film yang berdiri sendiri. Ditambah memang easter eggs yang disajikan di film ini ngga sebanyak film-film MCU lainnya, jadi masa depan untuk film ini benar-benar belum bisa untuk benar-benar diperkirakan karena banyak sekali kemungkinan. Terutama soal timeline, kapankah sebenarnya peristiwa di film ini terjadi di MCU, belum ada yang bisa menjelaskannya dengan gamblang. Jadi, no worry, kalian pasti bisa nikmatin film ini tanpa perlu nonton film MCU lainnya terlebih dulu.

Khusus untuk alur cerita, karena begitu banyak time skip, jadi sedikit berasa rushing sih. Apalagi dr. Strange berasa terlalu singkat banget belajar kemampuan sihirnya, walaupun udah dijelaskan Strange memang jenius dan tipe yang cepat banget menyerap ilmu baru. Seriously, kalian bakal suka banget sama battle scene yang disugihin di sini. Ngga berasa tau-tau filmnya udah selesai. Terus selain adegan disturbing yang udah gue kasih tau di atas, sebetulnya film ini aman banget buat dikonsumsi semua umur. So, feel free buat ajak seluruh keluarga ngecek film ini sama-sama.

NB: Ada dua adegan end-credit di film ini. Jadi jangan buru-buru beranjak dari bangku penonton, karena ada sedikit hal yang bikin kalian excited nungguin film MCU selanjutnya, THOR: RAGNAROK (2017) dan juga kemungkinan ada karater baik yang berubah jadi jahat ke depannya. Terus buat yang suka nonton dalam format 3D, mungkin memang film ini bakal makin keren kalo dinikmati dalam format tersebut. Tapi gue pribadi ngalamin efek samping agak mual setelah nonton (bukan 3D) ngeliatin efek-efek bangunan bergerak, jadi gue ngerasa nonton 3D bakal ngasih efek 3 kali lipat buat perut gue. Shit, I'm so weak!

Score: 9,6/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

6 komentar:

  1. YES! I agree film ini pantes dikasih rating tinggi. Soalnya aku lagi bosen nonton film-film Marvel. Eh, yg ini terasa fresh banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Ini film MCU yang ngga begitu berasa masuk MCU, intinya bener-bener berdiri sendiri and ngasih warna baru... :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hayuk ditonton biar ga penasaran lagi. :)

      Hapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team