Review Film OMG KHUN PHI CHUAY -OH MY GHOST!- (2013)

OMG KHUN PHI CHUAY -OH MY GHOST!- (2013) movie review by Glen Tripollo
Ini salah satu film Thailand yang udah lama tersimpan di antara koleksi film yang gue punya tapi baru bisa nyempatin diri buat nonton. Yah, berhubung udah lama gue nggak bahas film dari negeri gajah ini, makanya gue sempetin buat nonton.

Terus kenapa kok gue milih film ini? Sederhana sih alesannya. Pertama, karena gue inget banget koplaknya penampilan Sudarat "Thukki" Butrprom jadi guru di film CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE (2010). So, gue yakin banget kalo film ini pasti bakalan gokil. Kedua, ada aktris favorit gue di samping Pimchanok Leuwisetpaiboon (atau yang lebih sering dipanggil Baifern), yaitu Sirin "Cris" Horwang yang film sebelumnya juga udah pernah gue bahas di sini, yaitu BANGKOK TRAFFIC (LOVE) STORY (2009).

Yeah, nama orang Thailand emang agak susah dihapal dan dilafalkan, so daripada nanti jadi penasaran, langsung copy aja nama yang gue tulis di atas, terus paste di Google Image Search biar jelas tampangnya (kalo penasaran aja sih). She's beautiful, guys! Especially when she's smiling, karena matanya ikutan ilang dan warna mukanya tuh mirip banget orang Korea. Hehe. Alright, back to the topic! Yuk, simak review film OMG KHUN PHI CHUAY -OH MY GHOST!- (2013) ala gue berikut ini!


OMG KHUN PHI CHUAY -OH MY GHOST!- (2013) bagi gue adalah sebuah kisah manis nan kocak yang bisa dikatakan sangat orisinil dalam pembawaannya. Cerita berfokus pada Kitty (Sudarat "Thukki" Butrprom) yang memiliki satu ambisi dalam hidupnya, namun tak pernah bisa tercapai, yaitu masuk TV, dan membuat bangga orang tuanya di kampung halaman. Adapun alasan kegagalannya adalah karena dia tidak memiliki bakat khusus dan kurang didukung sama penampilan fisik yang menarik di bandingkan teman-teman di lingkungan sekitarnya. Nah, pada suatu hari, demi meningkatkan penampilannya, Kitty melakukan permak terhadap rambutnya. Ia membeli rambut palsu yang tak ia ketahui terbuat dari rambut asli dari seorang gadis yang mengalami kecelakaan. Sejak saat itu, Kitty dihantui sesosok hantu pemilik rambut yang diketahui bernama Bee (Sirin "Cris" Horwang). Awalnya Kitty ketakutan setengah mati, tapi tidak ketika akhirnya ia mengenal sosok Bee yang sesungguhnya. Bee adalah arwah penasaran dari seorang wanita yang memiliki keinginan untuk mengatakan sesuatu kepada kekasihnya yang bernama Khon, seorang produser iklan yang tampan dan kaya. Bee berjanji akan membantu Kitty menggapai mimpinya asalkan ia mau membantunya berbicara dengan Khon. Tentunya itu bukan perkara mudah, karena Khon yang serius ternyata tidak percaya hantu dan menganggap Kitty gila karena terus muncul di dalam kehidupannya. Gimana kelanjutannya? Bakal seru kalo kamu cek sendiri! Hehe.

First of all, this is not a romance story
Bercanda, film ini memang ada unsur romance, tapi tidak secara langsung. Karena sebetulnya yang lebih banyak disorot adalah persahabatan antara Kitty dan Bee yang berbeda dunia. Konflik terjadi ketika mereka memiliki ikatan janji untuk saling membantu, namun ternyata keadaan tidak seperti yang mereka duga sebelumnya. Sebuah masalah muncul dan kemudian menguji persahabatan mereka. Antara rela berkorban atau memilih mempertahankan ego masing-masing. Khusus untuk persahabatan di sini, gue bisa bilang konfliknya menarik dan cukup dalam untuk dirasakan sampe bisa bikin penonton merasa teriris-iris. Tapi tenang aja, semuanya akan berakhir dengan jalan yang terbaik (gue nggak bilang kalo filmnya bakal berakhir dengan bahagia atau sedih, ending-nya adalah yang terbaik bagi kedua tokoh utama kisah ini. Haha).

Arwah gentayangan yang cute banget, menampakkan diri sambil pose.

Peralihan adegan demi adegan yang rapi dengan perubahan genre yang begitu mengalir
Kalimat di atas mungkin agak sulit dipahami. Untuk peralihan adegan demi adegan yang rapi, ini masih bisa dipahami. Intinya script writer film ini kerasa banget begitu rapi dan memikirkan dengan matang setiap adegan yang bakal dieksekusi sama sutradara. Alurnya maju (dengan sedikit cuplikan masa lalu Bee sebagai penjelas konflik) dengan begitu lembut. Nggak kerasa lambat ataupun cepat. Intinya pas banget dan durasinya juga pas banget. Kamu bisa ikut tenggelam dalam perkembangan persahabatan mereka dan ikut merasakan kegalauan mereka ketika konfliknya mulai muncul.

Nah, bagaimana dengan maksud dari perubahan genre yang mengalir? Film ini sebenernya dibuka dengan adegan komedi tentang latar belakang Kitty yang pernah mengikuti beragam audisi kontes bakat, namun tak ada satupun yang mau menerimanya, menjadikan Kitty terlihat sebagai pribadi yang benar-benar menyedihkan. Walau seriously, adegan di awal-awal ini kocak parah. Penonton juga bisa termotivasi dengan sikap Kitty yang tetap optimis dan pantang menyerah sekalipun beragam penolakan sudah ia terima. Kemudian semua berubah ketika Kitty mengubah rambutnya, di sinilah perubahan genre begitu terasa. Dari yang semula pure comedy, berubah menjadi horror. Yes, horror di sini walaupun sebetulnya komikal, tapi tetep aja terasa ciri khas film horror Thailand. Jadi, guys, ketika kita belum kenal siapa itu Bee, adegan Kitty dihantui itu greget abis. Setelah kita kenal sama Bee, langsung aja kita lupakan soal horor. Karena ke depannya genre berubah lagi jadi pure comedy ditambah dengan elemen dramatis yang bisa bikin kamu meringis atau nangis. Yup, gue masih nggak mau bilang ending-nya bahagia atau nggak, yang jelas tetep ada adegan yang bakal bikin kamu ngerasa pengen mewek. Ngeselin kan gue? Hehe.

Tiga cewek karakter sampingan di film ini yang bakal bikin kamu ngerasa
jijik sama cewek yang cantik fisik tapi ngga ada otaknya

Ada sedikit sindiran buat para cewek di film ini
Gue ngga tau sih apa emang disengaja ada elemen-elemen seperti ini di dalam penyajian cerita, tapi yang bisa gue tangkep, film ini emang menyisipkan beberapa hal yang bisa dianggap sebagai sindiran buat kaum Hawa. Misalnya lewat tokoh sampingan bernama Wan (yang pake baju pink), Nam (yang montok), dan Mota (yang paling tinggi). Sindiran di sini adalah kepada para cewek yang hobi dandan abis-abisan se-glamour mungkin buat narik perhatian, tapi sama sekali nggak ngedandanin otaknya. Jadinya... well, gue sih liatnya ilfeel banget sama ketiga tokoh ini. Terus lewat karakter Kitty yang serba berkekurangan, namun semangatnya tinggi, ini seolah menyindir para cewek sok kecakepan yang punya hobi ngerendahin sesamanya hanya karena tampang mereka yang pas-pasan. Sementara dari sisi konflik, nanti kalian akan lihat bagaimana suatu malapetaka terjadi pada Bee hanya karena sikapnya yang kekanak-kanakan, yang sebetulnya cukup banyak digandrungi sama cewek-cewek ABG masa kini. Ini cuma pemikiran gue sendiri sih, mungkin kalo kamu nonton, kamu bakal punya perspektif dan kesimpulan sendiri yang berbeda dari gue.

Yang paling penting, film ini mengajarkan kita hal yang positif, terutama soal persahabatan dan bagaimana kita mesti bisa menghargai orang lain kapan pun, dan di manapun, serta tidak memendam dendam. Semua bentuk sindiran dan pesan-pesan positif di dalam film ini disajikan dengan apik, halus, dan sangat menarik.

So, the conclusion is ...
Film ini gue rekomendasikan buat kalian penikmat film yang pengen rasain pengalaman baru di luar nonton film Hollywood atau lokal. Komedi di sini amat sangat menghibur walau beberapa formulanya ada yang old school joke namun tetap terasa banget lucunya karena sangat pas dibawakannya. Adegan horor cuma sekitar lima belas menitan, jadi buat yang penakut gak perlu cemas. Nikmatin aja ceritanya. Hehe. Terus untuk anak-anak, sebetulnya nggak masalah nonton ini asalkan dengan bimbingan orangtua. Karena ada beberapa hal yang pastinya bakal kena sensor KPI kalo ditayangkan di TV, seperti belahan dada, pakaian seksi, dan sedikit adegan mild kissing yang sebetulnya juga bagian dari lawakan.

NB: Ada satu karakter yang bakal bikin kalian ngakak puas, yaitu Yan yang diperankan sama Kohtee Aramboy. Tapi mesti sabar karena dia baru muncul sekitar pertengahan cerita.

My Favorite Scene:
Pertemuan Kitty dan Bee dengan Yan pertama kalinya, yang sok misterius, sok serem, tapi kacaw...

Score: 7,9/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

0 komentar:

Posting Komentar

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team