Review Film XXX: RETURN OF XANDER CAGE (2017)

XXX: RETURN OF XANDER CAGE (2017) movie review by Glen Tripollo
Film ini menjadi film rilisan 2017 perdana yang gue review di MovGeeks. Dibuat sebagai sequel dari film XXX (2002) dan XXX: STATE OF THE UNION (2005), film aksi petualangan yang memiliki ciri khas penggabungan antara aksi dengan serangkaian extreme stunts. Well, it's been 12 years dan film sequel ini baru kepikiran untuk dibuat. Gue pribadi merasa film ini ngga bakalan pernah dibuat kalo bukan karena Vin Diesel yang (mungkin dia merasanya saat ini) lagi kembali naik daun berkat film FAST & FURIOUS 7 (2015). Sebelumnya beliau menolak bermain di film XXX: STATE OF THE UNION (2005) karena merasa script-nya ngga menarik dan kurang berciri khas XXX, hingga akhirnya tokoh utama film tersebut digantikan oleh Ice Cube dengan karakternya yang bernama Darius Stone.

Nah, script yang jelek menjadi alasan Vin Diesel waktu itu meninggalkan XXX 2, namun kali ini dia memutuskan untuk kembali. Harusnya sih kalau Vin Diesel sebegitu idealisnya dalam menentukan film yang pengen dibintanginya, seenggaknya film ini bakal layak untuk dinantikan dan disaksikan karena kemungkinan besar akan mengikuti selera atau pemikiran beliau (standar bagus versi beliau) mengenai bagaimana film XXX seharusnya dibuat. Apakah film ini berhasil? Yuk, simak terus review film XXX: RETURN OF XANDER CAGE (2017) berikut ini.

XXX: RETURN OF XANDER CAGE (2017) menceritakan Xander Cage yang selama belasan tahun diceritakan telah tewas, ternyata masih asyik melenggang di sudut terpencil Amerika Selatan. Selama ini ia sibuk berkeliling dunia untuk sekedar berpetualang dan melakukan hal-hal ekstrim tanpa terikat lagi dengan identitasnya sebagai agen XXX. Nah, suatu ketika di Amerika, ada sebuah benda milik NSA bernama Pandora's Box yang dapat digunakan untuk menjatuhkan satelit. Sayangnya, sekelompok ekstrimis dengan kemampuan bertarung yang mengerikan, dipimpin oleh Xiang (Donnie Yen), berhasil merebutnya ketika Pandora's Box sedang menjadi topik perbincangan dalam sebuah rapat rahasia. Xiang, bersama dengan Serena (Deepika Padukone), Hawk (Michael Bisping) dan Talon (Tony Jaa) merebut Pandora's Box karena sebuah tujuan rahasia. Merasa terancam dengan bahaya yang akan datang, agen Jane Marke (Toni Collette) mencari keberadaan Xander Cage untuk membantu dirinya merebut kembali Pandora's Box. Kali ini Xander tidak bekerja sendirian, beberapa orang teman ia rekrut, seperti Adele (Ruby Rose), Tennyson (Rory McCann), dan Nicks (Kris Wu). Namun, usaha Xander dan temannya dalam merebut Pandora's Box hanya menjadi jalan terungkapnya sebuah rahasia yang membuat dirinya terjebak dan harus jeli dalam menentukan siapa lawan mereka yang sesungguhnya. Gue sengaja ngga nulis jelas ceritanya biar nggak jadi spoiler. So, jangan lupa tonton sendiri filmnya supaya tau kisah lengkapnya ya!



Mainstream action movie story, with an awful presentation
Kali ini gue nulis dengan penuh semangat saking nggak sabarnya membagikan pengalaman buruk setelah ngecek film ini. Yeah, Geeks, film ini bener-bener jelek banget sampe-sampe gue ngga ngerti sama perasaan campur aduk yang gue rasain ketika melihat adegan demi adegan yang disajikan. Satu-satunya hal positif yang bisa membangkitkan rasa penasaran penonton buat ngecek film ini adalah sederet bintang film yang sedang naik daun di negara asalnya, seperti Donnie Yen, Tony Jaa, Deepika Padukone, dan Kris Wu (gue bisa denger beberapa cewek yang nonton film ini kegirangan pas liat Kris muncul, mungkin mereka EXO-L). Ditambah aksi ekstrim nan lebay (jauh lebih lebay ketimbang film-film pendahulunya) yang dilakukan oleh para stuntman. Untuk aksi ekstrim sebetulnya pada beberapa bagian masih bisa dikatakan seru, cuma penggarapannya itu loh yang luar biasa kacau. Body double Vin Diesel beneran kentara, khususnya di adegan-adegan awal. Please lah, Vin Diesel udah keliatan tua untuk bisa melakukan aksi-aksi tersebut sungguhan kayak di film pertamanya. Lagipula adegan ekstrim di film ini ngga banyak. Sebagian besar dari yang jumlahnya sedikit itu malah terasa banget CGI effect-nya, menjadikan film ini ngga seseru yang ditampakkan di film pertamanya. Selebihnya ya adegan berantem yang ditunjukkan Donnie Yen. Jujur ya, bagi gue aksi Donnie Yen adalah satu-satunya penyelamat di film ini. Bahkan Tony Jaa nggak banyak melakukan aksi selain cuma muncul sesekali sambil senyum lebar dan bertingkah pecicilan. Wait, kalo diinget-inget, film ini emang kebanyakan menyuguhkan karakter murah senyum, cengengesan, dan bertingkah laku pecicilan sih. Image Xander Cage yang dulu pun rasanya bener-bener ngilang di film ketiganya ini. Tapi tetep aja, film ini seolah kebanyakan karakter, penggambaran adegan aksi pun kurang greget karena kamera yang shaky abis. Terlalu cepat berganti-ganti sudut pandang saat pertarungan, bikin agak rushing dan capek rasanya. Please lah, film ini tentang Xander Cage the Great, namun yang nampak malah XXX Legacy, membuat Xander Cage menjadi less hero, less badass, karena butuh terlalu banyak backingan. You know what badass means? Tonton JOHN WICK (2015).

Dari segi ceritanya yang kelewat mainstream, ditambah penggarapan yang terkesan ngasal, alur yang terlalu cepat, too much characters, gue jadi ngga ngerti maksud film ini apa. Oke, urusan mereka adalah merebut kembali Pandora's Box, tapi setelah kalian tonton, kalian akan melihat plot twist yang nggak semestinya dan terkesan bener-bener maksa. Mungkin maksudnya mau bikin cerita tricky alias mind fuck bagi para penonton, tapi pada akhirnya malah bikin penonton menyumpah "What the fuck?". Thanks to scriptwriter yang gue nggak ngerti kok bisa-bisanya bikin penonton sama sekali nggak terbawa masuk dalam ceritanya. Nyaris setiap dialog terkesan nggak penting dan sama sekali ngga kerasa asyik buat didengerin. Untuk film aksi dengan genre sejenis yang selama ini pernah gue tonton, film ini bisa gue masukin ke dalam jajaran script terburuk. Too much plothole, deus ex machina (kejadian tiba-tiba tanpa alasan jelas), dan maksa. Terus banyak dialog yang gue tau itu maksudnya mau ngelawak dengan ngasih semacam pun, tapi sama sekali ngga bisa bikin penonton ketawa. Sebetulnya berpotensi lucu kalau aja aktornya lebih cerdas dengan bagaimana cara mereka menyampaikannya.


Worst acting ... ever!
Gue sebelumnya menyebut kalo salah satu kelebihan film ini adalah banyaknya aktor-aktor terkenal dari berbagai belahan dunia, tapi pujiannya ya cuma sampai situ. Gue ngerasa produser film ini kece banget bisa menggaet banyak bintang dalam satu film, tapi banyaknya bintang-bintang menghiasi film ini tidak sebanding dengan kualitas yang mereka tunjukkan dalam hal akting. Singkat kata, gue benci banget sama gaya bicara Xander Cage di sini yang selalu diiringi senyum meremehkan. Senyuman ngeselin ini akhirnya bikin dampak ngga bagus terhadap keseluruhan film. Xander Cage di sini terlihat too much have fun, banyak ketawa, dan what the heck? Karakter lainnya pun sama. Not to mention Tony Collette di film ini sumpah kaku abis dan bikin gue gregetan pengen ngegaruk layar. Hampir semua tokoh tiap berbicara berasa masih ngapalin script atau kayak baca script yang ada di depannya. Dan apa tujuan ada Neymar Jr sebagai dirinya sendiri di sini? Gue nggak melihat ada hal penting yang bisa digali dari tokoh yang dipaksa nyempil ini. Gue jadi kasihan sama Neymar, baru mau iseng terjun ke dunia akting, eh dapetnya malah film pembunuh karir semacam ini.

Maybe it's some kind of parody... or joke... ah, maybe Vin Diesel was drunk?
Feel yang paling mendekati ketika gue nonton film ini adalah THE EXPENDABLES 2 (2012). Yap, nggak peduli kalo orang lain di luar sana mengatakan film ini masih terasa banget feel FURIOUS franchise-nya, bagi gue film ini nggak lebih baik dibandingkan THE EXPENDABLES 2 (2012). Begitu banyak aktor dan aktris terkenal dipaksakan menjadi satu tim dengan kemampuan khusus masing-masing dan melakukan aksi-aksi lebay. Ditambah sisipan adegan yang gue rasa sengaja dibuat buat parodiin atau sekedar pengingat ciri khas masing-masing aktor. Misalnya, Kris Wu bekas personil boyband EXO, memakai sarung tangan khusus yang dinamakan EXO-gloves. Adegan pertarungan sambil kejar-kejaran Donnie Yen dengan Vin Diesel di tengah-tengah jalan raya mengingatkan gue sama adegan di film Donnie Yen yang berjudul KUNG FU JUNGLE (2014). Kemunculan salah satu tokoh yang mendadak dan jadi penyelamat kayak Chuck Norris di THE EXPENDABLES 2 (2012), penampilan Samuel L. Jackson yang jelas banget kayak nunjukkin kalo doi adalah pemeran Nick Fury di THE AVENGERS (2012), dan bagaimana nasib karakter yang dia mainkan juga jadi mirip Nick Fury. Selain itu masih banyak banget yang bisa kalian temukan, gak bisa gue tulis semua di sini karena takut kepanjangan. Hehe.

Beberapa adegan ngga penting lainnya, selain kemunculan Neymar adalah adegan erotis yang ngga pada tempatnya. Berasa fanservice tapi nanggung. Film ini berating PG-13 namun dengan sisipan erotis yang mestinya masuk ke rating R. Akibat dari rating PG-13, adegan berantem dan bunuh-bunuhan pun terasa nggak total alias bikin gue bingung pada akhirnya, termasuk juga adegan erotisnya, nanggung abis.

Gue belum nyebutin tentang bagaimana cara film ini memperkenalkan setiap karakter yang muncul di layar. Norak, ditambah efek-efek ngeselin yang mengganggu kuping, dan isi biodata yang pengen ngelawak tapi maksa dan jadinya garing luar biasa. Sangat ngga realistis dan komikal.

Intinya, gue pengen menyelamatkan uang kalian dengan review ini. Daripada ngeluarin biaya buat nonton film ini, mending coba tonton film lain aja. Gue sendiri udah berhasil mengantisipasi pengeluaran ngga penting ini dengan menonton di bioskop yang pasang HTM paling murah di kota gue. Untuk orangtua, definitely don't bring your kids to watch this movie! 

NB: Sejak kemunculan exo-gloves, gue nungguin saat di mana Nicks memakai alat tersebut untuk bertarung, well ternyata Nicks ada di sana cuma buat bikin mimisan cewek-cewek EXO-L, ngga ada hal lain yang dia tunjukkan. Nina Dobrev terlihat cute di sini, walaupun sifatnya berasa rip-off dari Felicity Smoak di series ARROW. Ah, sudahlah, gue cuma berharap para aktor yang terlibat dalam film ini nggak jadi hancur karirnya. It's even worse than another worse popcorn movie. No fun at all.

Score: 5/10

Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

13 komentar:

  1. Hmm iya sih memang begitu juga yang saya rasakan saat nonton filmnya

    BalasHapus
  2. Gueee..setujuuhhhhhh amaa eloeee...ga mutu ini film...sialan gue bela belain nonton...tertipu oleh trailernya...shit men....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha... sabar bro... saya juga sama kok awalnya kejebak trailer. :D
      By the way, thanks a lot ya udah berkunjung.

      Hapus
  3. aku udah nonton itu wkwk... kalo menyelamatkan uang emang ngeluarin biaya bioskop gapapa lah masih banyak duit 😂 lah aku sering nonton bioskop .. kenapa kasih nilai 5/10... ini kan just have fun lah wkowkwowkwo

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5/10 kan nilai berdasarkan penilaian saya dan sudah saya kasih alasannya kenapa saya kasih nilai segitu. Pendapat orang berbeda-beda. Saya cuma satu dari jutaan movie critics di dunia ini... :D

      By the way, thanks udah mampir.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Tonton film lain aja lah... hahahaha

      Hapus
  5. yup gue setuju review lo, gua dah nonton kemaren dan berharap segera selesai filmnya. secara plot membosankan, adegan dipaksakan. hahaha nonton karena memori xxx 1 dan berharap sebagus yang pertama. tapi yah Gatot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, gue pikir karena Xander Cage balik, idealisme Vin Diesel soal XXX bakal balik kayak semula. Taunya malah makin ancur.

      Hapus
  6. Baru aja nonton cuma yampe 1.20 menitan gua tutup laptop sangat jijik melihat ni film... untung lah kong island dpat membuat moodboster lg... aktris india dgn aksen hindi nya bikin gua mau muntah .... hancur sehancur hancur nya ni triple x.....

    BalasHapus
  7. memang filmnya membosankan dan adegan laga lebay full...terlalu dipaksakan...jalan cerita datar...endingnya cuma tembak2an menghabiskan peluru...aksen deepika jg kedengaran aneh..

    BalasHapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team