Review Film KIMI NO NA WA -YOUR NAME- (2016)

KIMI NO NA WA -YOUR NAME- (2016) movie review by Glen Tripollo
Phew~! It's been a while since last time I posted some movie reviews on this blog. Gue jadi merasa nggak bertanggung jawab karena udah menelantarkan blog movie kesayangan ini terlalu lama. Yah, salah satu alasannya selain karena lagi mager nulis juga karena belakangan gue lagi sibuk bernostalgia sama MMORPG Korea legendaris tahun 2003 yang kembali dirilis. Apalagi kalo bukan Ragnarok Online. Hehehe. Well, well, tapi gak boleh gitu terus, so cepet atau lambat gue harus nulis suatu review dan menjaga agar blog ini bisa tetep fresh (walaupun yang gue bahas pastinya bakal banyak film-film outdated karena udah lumayan jarang pergi ke bioskop). Dan lagi gue nggak mau mengkhianati pemirsa blog dan fanpage MovGeeks yang makin hari makin bertambah aja. (Anyway, thanks a lot buat dukungan kalian!)

Nah untuk review pembuka di bulan Agustus 2017 ini, berhubung kayaknya udah lama gue enggak review film animasi (sekalinya review juga animasi 3D punya Hollywood), so kali ini gue mau bahas anime movie dari negeri Matahari Terbit yang sempet jadi fenomena beberapa bulan belakangan. Ya, karena satu dan lain hal gue baru bisa menyempatkan diri nonton film ini tadi pagi (di hari yang sama pas gue nulis review ini). So, guys, please enjoy review film KIMI NO NA WA (2016) ala gue berikut ini.

KIMI NO NA WA (2016) atau di luar Jepang dikenal dengan judul YOUR NAME (2016) ini adalah anime movie bergenre teen romance dengan sedikit sentuhan fantasi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Makoto Shinkai. Menceritakan dua orang remaja berbeda kota: Taki Tachibana (Ryuunusuke Kamiki), siswa SMA jago gambar yang tinggal di Tokyo, dan Mitsuha Miyamizu (Mone Kamishiraishi), siswi SMA yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Itomori bersama adik dan neneknya menjalankan sebuah kuil dan budaya Shinto. Kedua remaja yang tidak saling kenal ini tiba-tiba saja mengalami kejadian supernatural yang dipicu oleh kejadian jatuhnya sebuah meteor. Setiap beberapa hari sekali dalam seminggu, Taki dan Mitsuha bertukar tubuh. Mereka pun terpaksa menjalani hari-hari sebagai orang lain (yang tentu saja membuat aneh orang-orang di sekitar mereka) karena kelabilan sikap mereka dari hari ke hari. Untuk mengurangi kecanggungan tersebut, Taki dan Mitsuha memanfaatkan smartphone mereka untuk selalu meninggalkan catatan harian agar dapat dibaca satu sama lainnya ketika mereka kembali bertukar tubuh. Hal ini pun memicu timbulnya perasaan suka antara Taki dan Mitsuha. Hingga pada suatu hari, Taki dan Mitsuha tak lagi bertukar tubuh, Taki memutuskan untuk pergi ke desa Itomori ditemani sahabatnya, Tsukasa Fujii (Nobunaga Shimazaki), dan senior di tempat Taki bekerja, Miki Okudera (Masami Nagasawa). Di dalam perjalanannya tersebut, Taki menemukan kenyataan yang mencengangkan mengenai Mitsuha dan desa tempatnya tinggal. Lantas apakah Taki dapat bertemu dengan Mitsuha? Kalian bisa tonton film ini sendiri buat tahu jawabannya ya!

Very well characterization
Gue ngerasa bagian karakterisasi ini cukup unik karena gue bisa paham karakter masing-masing tokohnya justru pada saat mereka berganti tubuh. Hingga pada akhirnya karakterisasi tersebut makin kerasa pas saat kedua tokoh sudah kembali ke tubuhnya masing-masing. Penggambaran sifat dan sikap yang sangat konsisten juga ditampilkan di sini. Bagaimana seorang Taki yang cukup serius namun juga bisa bersikap keras di kondisi tertentu dan Mitsuha yang lembut, periang, namun agak pemalu ini berhasil menghidupkan adegan demi adegan yang ditampilkan. Bahkan pada saat mereka bertukar tubuh, rasanya nggak ada suatu hal yang janggal atau miss, begitu tergambar dengan natural dan kerasa banget perbedaan sikapnya. Jadi, maksud gue, gue ngga perlu nunggu si karakter ngomong untuk tahu siapa yang saat itu berada di dalam tubuh si tokoh.

Kalau diperhatikan sebetulnya yang gambar nyaris mengalami same face syndrome

Plot twist yang memiriskan hati
Kalo kalian baca blurb atau sinopsis film ini di situs-situs film internasional, rasanya terkesan kayak film tentang body-swap biasa yang tergolong mainstream di kisah-kisah romcom, kayak misalnya FREAKY FRIDAY (1972). So, buat yang ngerasa ngga tertarik nonton karena baca blurb, gue saranin lupakan soal blurb dan tonton aja filmnya. Ada alasan kenapa blurb-nya sederhana begitu, yaitu agar penonton bener-bener tenggelam di dalam plot twist. Sepanjang awal kisah hingga pertengahan gue ngerasa semuanya bakal baik-baik aja bagi kedua tokoh utamanya, tapi kemudian muncul si plot twist yang bikin perasaan penonton teriris-iris. Best plot twist ever sih kalo menurut gue pribadi. Tentunya gue nggak bakal cerita banyak soal twist di sini karena nanti jadi nggak seru lagu. Jadi, kalo pengen tau langsung tonton aja sendiri ya. Saran gue sih sediain aja tissue di samping tempat duduk kalian. Karena plot twist-nya bakal membawa penonton terombang-ambing, naik turun, yah mirip-mirip naik roller coaster.



Awesome artwork
Gue ngga terlalu paham soal teknologi yang dipakai dalam produksi anime, tapi gue tau dalam membuat gambar 2D dengan pergerakan dinamis dari berbagai sudut pandang layaknya 3D sudah pasti mengandalkan CGI yang apik. Artwork film ini bisa dikatakan luar biasa. Pergerakan karakternya halus, cinematography-nya juga indah. Penggambaran kota yang gue rasa menggunakan teknik rendering dari actual pictures ke bentuk (seolah) animasi 3D juga tersaji dengan sangat bagus dan indah. Sungguh detail dan well made. Tone warna yang dipakai tegas dan jelas sehingga nggak bikin mata lelah pas ngeliatnya. Khusus untuk artwork (selain soal muka Taki yang agak mirip muka Mitsuha) gue acungin sepuluh jempol.


KIMI NO NA WA (2016) bagi gue telah menjadi salah satu anime movie dengan cerita yang luar biasa sepanjang masa. Bagaimana sebuah konsep body swap yang sering digunakan menjadi unik dan memicu konflik utama yang mencengangkan. Sampe detik ini pun gue nggak bisa lupa sama plotnya dan bagaimana perasaan yang bercampur aduk yang timbul setelah gue tonton filmnya. This anime movie is very recommended! Mungkin advise buat orang tua yang ajak anak kecil nonton film ini, just beware sama adegan yang sedikit ecchi di awal cerita. But yeah, not a big deal, really. Ah, yeah berkat film ini juga kita juga bisa tambah pengetahuan sama budaya di Jepang sana, khususnya budaya mereka para pemeluk ajaran Shinto. Sekedar menambah wawasan. Hehe.

Best yet disguisting thing in this anime: Gue baru tau ada yang namanya sake yang dibuat dari kunyahan nasi terfermentasi. Nasi dikunyah sama Mitsuha, dibuang lagi ke dalam botol. Dan kemudian di adegan lain, Taki meminumnya! Hueek~ :))

Score: 9,5/10


Share on Google Plus

Review by Glen Tripollo

4 komentar:

  1. Wih. Nonton ini ya. Nyadar ada seseorang yang dari Kotonoha no Niwa ga bang? :)))

    BalasHapus
  2. Beberapa hari yg lalu baru nonton anime ini, prediksi ane tentang jalan ceritanya ternyata salah besar... Ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, sama sekali ngga kepikiran ya bakal dibawa ke arah sana ceritanya.

      Hapus

Halo, Sobat MovGeeks! Kalau kamu udah pernah atau pun belum menonton film ini, silakan sampaikan pendapatnya di kolom komentar, ya. Pergunakan bahasa yang sopan, tidak SARA atau mengandung pornografi. Dimohon juga untuk tidak meninggalkan link aktif, karena berpotensi SPAM.

Terima kasih ^__^)//

MovGeeks Team